Politik Pendidikan Agama: Kurikulum 2013 dan Ruang Publik Sekolah


Download714
Stock
File Size2.16 MB
Create Date19 June 2015
Download

Ada tiga bahasan utama yang dikaji dalam Laporan ini. Bahasan pertama, politik pendidikan agama yang mengkaji dinamika sejarah pendidikan agama, kajian ideologi pendidikan agama melalui analisis tujuan pendidikan nasional, dan posisi agama sebagai identifikasi identitas siswa. Satu bahasan lain PENGANTAR 2 Politik Pendidikan Agama, Kurikulum 2013, dan Ruang Publik Sekolah sengaja dimasukkan, yaitu pendidikan agama bagi penghayat kepercayaan, sebagai bagian dari affirmative action terhadap kelompok penghayat kepercayaan yang secara umum posisinya sangat dipinggirkan oleh sistem politik kebijakan keagamaan di Indonesia. Bahasan pertama ini ini ditulis oleh Suhadi. Selain menulis bagian ini, Suhadi berperan menyusun desain Laporan, menulis pengantar, pendahuluan, dan penutup serta melakukan editing semua bagian Laporan. Bahasan kedua mengenai kurikulum 2013 dan kurikulum pendidikan agama dalam kurikulum 2013. Meskipun agenda bahasan utamanya kurikulum 2013, tetapi bagian ini tidak bisa tidak perlu mengkaji kurikulum-kurikulum yang berlaku sebelumnya, terutama kurikulum KTSP tahun 2006. Selain berusaha memahami secara kritis keberadaan kurikulum 2013 secara umum, bahasan ini menitikberatkan kajian pada kompetensi spiritual yang menjadi beban baru bagi semua mata pelajaran di sekolah. Analisis terhadap mata pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti dalam kuikulum 2013 menghasilkan tiga identifikasi kelemahan pendidikan agama dalam kuikulum 2013. Bahasan ini ditulis oleh Mohamad Yusuf dan Marthen Tahun. Bahasan ketiga mengenai agama dalam ruang publik sekolah. Menurut kajian, meskipun dinamika antara satu sekolah dengan sekolah lain sangat beragam, namun keberadaan organisasi kerohanian secara umum sangat signifikan dalam hal membentuk identitas agama dalam ruang publik sekolah. Oleh sebab itu, salah satu kajian dalam bahasan ini menyangkut organisasi kerohanian, khususnya kerohanian Islam, Kristen, dan Katolik. Pada saat membahas organisasi kerohanian, Laporan ini mengkaji titik pergeseran organisasi kerohanian sebelum dan setelah era Reformasi, kurikulum, serta metode transformasi nilainya. Bahasan ini ditutup dengan kajian mengenai ruang publik sekolah dan peran manajemen sekolah di dalamnya. Bagian ini ditulis oleh Budi Asyhari, Sudarto, dan Suhad