Fasilitators

Kunjungan

Agama Lokal Noto Bawono, Bantul, Yogyakarta

Wardoyo Subiyanto
Wardoyo Subiyanto



Ki Suwardi
Ki Suwardi
Peserta berdialog dengan pemimpin aliran kebatinan Notobawono terkait kebijakan  pemerintah dan agama lokal.
Peserta berdialog dengan pemimpin aliran kebatinan Notobawono terkait kebijakan pemerintah dan agama lokal.

Berlokasi di Gunung Sampu, di Desa Sambungan, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Paguyuban Noto Bawono merupakan salah satu paguyuban para penghayat kepercayaan yang mengikuti ajaran para romo sepuhnya, yakni Romo Marto Pangarso dan Romo Budi Utomo. Aktivitas spiritual tersebut diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, tidak hanya para penghayat tetapi juga penganut agama lainnya.

Ekskursi

Merapi dan Pondok Pesantren Al Qadir

KH Masrur Ahmad
KH Masrur Ahmad

Pak Alqadir
pesantren

Pondok Pesantren Salafiyah Al Qadir terletak di Tanjungsari, Wukirsari, Cangkringan Sleman didirikan oleh KH Masrur Ahmad MZ pada tahun 1998. Saat terjadi erupsi Merapi 2010, pondok pesantren ini membantu mitigasi penduduk dan menerima bantuan dari berbagai pihak untuk disalurkan. Pondok pesantren ini juga berupaya untuk memperhatikan culture healing masyarakat pasca bencana yang sebagian besar dipenuhi oleh prasangka isu kristenisasi dan diskriminasi lainnya. Pondok ini juga menerima rehabilitasi pencandu narkoba dan ganguan mental. Read: http://alqodir.co.id/web/

Fasilitator Kelas

Pak Iqbal2Mohammad Iqbal Ahnaf
Koordinator Pendidikan Publik sekaligus dosen di CRCS UGM.
Mbak AyuMustaghfiroh Rahayu
Dosen Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, sekaligus peneliti CRCS UGM. Minat penelitiannya meliputi Gender dan agama, seksualitas, dan hubungannya dengan kebijakan publik serta isu-isu perempuan dalam masyarakat multikultur.
Email: mth.rahayu@gmail.com
Farid wajidiFarid Wajidi
Pendiri dan direktur Lembaga Kajian islam dan Sosial (LKiS). Gelar MA dari Universitas Laiden, Belanda dan pendidikan doctoral di Universitas Utrecht. Bidang minatnya menvakup pluralism agama, teologi pembebasan, gerakan social dan anak muda.,
email : faridwajidi2002@yahoo.com
Pak AncuSamsul Maarif
Plt Direktur CRCS UGM, pendidikan S2 di CRCS dan Florida International University, dan PhD di Tempel, Arizona. Bidang minatnya meliputi Indigenous Religion, world religions, theory of religions, and religion and everyday life.
Email: anchu75@yahoo.com
MBak NiaNia Sjarifudin
Sekjen Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika.
Pak TrisnoTrisno Subiakto Sutanto
Pendiri Masyarakat Dialog Antar Agama (MADIA) juga peneliti di Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (GKI). Bidang minatnya meliputi hermeutikam teologi agama-agama, filsafat dan gerakan social baru. Topik penelitian terbarunya Politik Harmonisasi Agama pada Masa Orde Baru di Indonesia.
pak suhadiSuhadi
Dia menyelesaikan studi doctoralnya di Radbound University Belanda. Saat ini menjadi dosen di CRCS. Topik penelitiannya tentang identitas dan hubungan antar kelompok agama yang diturunkan dalam studi kasus hubungan Muslim-Kristen, Agama dan bencana Alam, dan lain-lain.
MiqdadMohamad Miqdad
Direktur Eksekutif Institut Titian Perdamaian sejak 2010. Lulisan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini ikut memprakarsai pertemuan Muslim dan Kristen di Poso. Fokus perhatiannya reforma agrarian, revitalisasi masyarakat desa, isu kemiskinan terutama di Palu, Donggala, dan Poso.

“Pluraslime adalah penghargaan dan pengakuan akan adanya keragaman identitas termasuk sebagai konsekuensinya upaya akomodasi aspirasi yang muncul dari keragaman itu di ruang public dalam konteks Negara demokratis.”

Kurikulum Kelas

SPK menekankan perspektif kewargaan untuk melihat persoalan-persoalan keragaman ini, diluar perspektif-perspektif lain yang juga akan dibahas dalam keseluruhan proses belajar. Konsep-konsep dasar pengelolaan keragaman yang akan dibahas adalah:

  1. Identitas; ruang privat dan publik
  2. Isu gender dalam ruang publik
  3. Pengelolaan keragaman Agama di Indonesia

Cakupan pengelolaan keragaman pada aras negara dan pendekatan berbasis hak adalah sebagai berikut:

  1. HAM dan Konstitusi sebagai basis pengelolaan keragaman
  2. Kerukunan, kebebasan beragama dan batas-batasnya
  3. Pendekatan hukum sebagai advokasi untuk pluralisme dan KBB.

Titik berat pengelolaan keragaman pada aras masyarakat adalah pada upaya memahami konflik dan resolusinya:

  1. Teori-teori konflik
  2. Peran aktor (pemerintah, pemda, polisi, ormas, militia, dsb)
  3. Mediasi, dialog sebagai advokasi untuk pluralisme/kebebasan beragama

Bagian terakhir dari SPK akan secara khusus melihat kedua strategi advokasi itu, dan bagaimana melakukan riset yang baik secara metodologis dan efektif untuk melakukan advokasi bagi pengembangan pluralisme. Sessi ini akan diawali dengan pemahaman mengenai politik pengetahuan dan pentingnya data dalam melakuakan advokasi dan akan dilanjutkan dengan dengan ketrampilan untuk melakukan “riset untuk advokasi”.

Narasumber

Pak RizalSamsu Rizal Panggabean
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UGM serta peneliti di Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM. Penelitian yang dilakukannya adalah di bidang perdamaian, resolusi konflik, terorisme, dan kerja sama polisi dengan masyarakat.
Mbak AsfinAsfinawati
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan menjadi pengacara publik di LBH Jakarta, 2001-2009, saat ini menjadi relawan di Komitr Aksi Solidaritas untuk Munir dan anggota Kelompok Kerja Adbokasi Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Pokja AKBB) Jawa Timur.
Pak Akrom UnjiyaAkrom Unjiya
Budayawan Lasem, penulis buku Lasem, Negeri Dampoawang. Dia menggunakan penelitian sejarah relasi Jawa dan Cina di Lasem untuk bahan advokasi peacebuilding di kota tersebut , selain juga memanfaatkan tradisi budaya setempat, seperti ritual dan perayaan tahunan.
Pak IhsanIhsan Ali Fauzi
Direktur Program Yayasan Paramadina, penulis di berbagai media massa dan membidani jurnal Ulumul Quran dan islamika. Bersama peneliti lain, mempublikasikan hasil penelitian “Pola-pola Konflik Keagamaan di Indonesia 1990-2008” dan Laporan Kebebasan Beragama Wahid Institut.
Pak AriArie Sudjito
Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM dan juga aktivis di LSM bidang penelitian, Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta, serta anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pergerakan Indonesia. Research interest di bidang sosiologi, politik dan ekonomi kebijakan perdesaan.

Panitia

Mbak JimNajiyah Martiam
Bekerja sebagai staf Pendidikan Publik di Center for Religious and Cross-cultural Studies, dan mengajar di Sekolah Tinggi Islam Pandanaran Yogyakarta untuk studi Tasawuf dan Pop Culture.
FardanFardan Mahmudatul Imamah
Mahasiswa S2 CRCS UGM, yang menyelesaikan thesisnya terkait wacana sesat di media.
yogaYoga Khoiri Ali
Mahasiswa CRCS UGM angkatan 2013.
MarthenMarthen Tahun
Menyelesaikan master di CRCS UGM bekerja sebagai peneliti di CRCS, khususnya untuk Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia dan Perkembangan Gerakan Gereja Pentakosta di Indonesia, CRCS bekerja sama dengan Pentecosta and Charismatic Research Institut.
Budi AsyhariBudi Asyhari
Lulusan CRCS UGM, aktif di Divisi Riset dan Resource Center CRCS UGM. Minat utama risetnya di sekitar ritual lokal serta hubungan agama dan politik. Salah satu penulis Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia, saat ini sedang menyelesaikan monograf untuk gerakan perdamaian di Papua.
nurlina sariNurlina Sari
Finance officer di Center for Religious and Cross cultural Studies.