Pelajaran dari Sang Walikota dan Sang Imam

Oleh:

Gde Dwitya Arief

Mahasiswa CRCS Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Angkatan 2009

 

 

Artikel ini mengulas laporan “The Foreign Policy” tentang 100 Pemikir Top Internasional tahun 2010 yang mencantumkan nama Walikota New York, Michael Bloomberg dan Imam Feisal Abdul Rauf.

 

Michael Bloomberg adalah walikota New York City berdarah Yahudi.Feisal Abdul Rauf merupakan imigran Kuwait yang kemudian menjadi Imam di AS. Mereka telah membuka cakrawala dunia bahwa Muslim merupakan bagian dari Amerika dan Islam tidak menyerang Barat.

 

Keduanya merupakan tokoh penting dalam melawan stigma yang dilekatkan pada Islam setelah serangan teroris di World Trade Center. Mereka percaya bahwa bukan Islam yang menyerang Amerika. Itu hanyalah sekelompok kecil orang yang tidak puas, kemudian mengatakan diri mereka mewakili Islam.

 

Bloomerg dan Rauf mengajak kita untuk menolak menyerah pada logika yang disahkan oleh teroris, dan beralih pada pandangan bahwa Islam memiliki nilai-nilai damai yang perlu didukung dan dipromosikan.

 

Awal abad ke-21, di mana dunia dihantam gelombang pesimisme terhadap kemungkinan masyarakat multikultural yang begitu kuat, sikap Bloomberg dan Rauf membawa optimisme baru bagi hubungan antara agama, negara dan hak asasi manusia.

 

Baca selengkapnya:

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan