Dakwah di Tengah Kebhinnekaan

Oleh:

Ahmad Syarif H (Mahasiswa CRCS Angakatan 2010)

 

Dakwah sebagai salah satu alat untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran sebuah agama memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan keharmonisan, kedamaian dan ketentraman di tengah-tengah masyarakat. Sebagai sebuah instrument yang bertujuan menyampaikan ajaran-ajaran agama kepada masyarakat awam, tidak jarang oleh para juru dakwah (dai, missionaries, dll) hal ini dijadikan sebagai alat untuk memprovokasi masyarakat untuk melakukan hal-hal anarkis sebagai buah dari materi-materi dakwah (proselytizing) yang intolerant dan eksklusif. Sehingga tidak sedikit kasus kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat berawal dari proses dakwah seperti ini.

 

Dalam tulisan ini, dakwah sebagai salah satu bagian dari ajaran agama sudah saatnya ikut andil dalam menciptakan suasana kondusif dalam sebuah masyarakat yang pluralis. Untuk mewujudkan hal tersebut, unsur-unsur dakwah, seperti para juru dakwah dan materi yang akan disampaikan tidak hanya berorientasi dan atau diorientasikan untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan (eksklusif), tetapi yang paling penting adalah bagaimana dia dan materi-materi yang disampaikan bisa membimbing serta mengarahkan masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai universal dan humanis yang dimiliki oleh setiap agama sehingga masyarakat bisa menyadari bahwa perbedaan yang ada bukan untuk dipersamakan tetapi diberdayakan.

 

Baca selengkapnya:

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan