Tiga Buku Seri Agama dan Bencana

Redaksi | CRCS | Berita

Penerbitan tiga buku seri Agama dan Bencana ini adalah bagian dari pengembangan gugus studi agama, budaya, dan alam di Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS), Universitas Gadjah Mada—dua gugus lainnya adalah hubungan antaragama, dan agama dan kehidupan publik. Program ini berjalan sejak tahun 2008, melanjutkan program agama dan sains sejak tahun 2002. Setelah beredar selama lima tahun sejak terbit pertama kali pada 2012, kini ketiga buku ini dapat diunduh dengan gratis.

Buku Pertama: Agama, Budaya, dan Bencana

Ketika bencana alam terjadi, pertanyaan yang segera muncul setelah informasi mengenai kejadian dan korban atau kerugian material adalah mengapa bencana itu terjadi. Pertanyaan ini mengarah pada tiga domain besar pembentuk realitas sosial dalam studi bencana di Indonesia, yakni sains, agama, dan kultur. Jika pendekatan sains lebih menitikberatkan penjelasan ilmiah yang didukung oleh rasionalitas dan data empiris, pendekatan agama merujuk pada teks-teks agama yang secara umum mengarah pada ide tentang hukuman, ujian, maupun pelajaran dari Tuhan yang “harus diambil hikmahnya”. Buku kesatu ini fokus membahas perspektif agama dalam memahami bencana.

 

Buku Kedua: Respons Masyarakat Lokal atas Bencana

Aspek budaya sering kali hanya ditempatkan sebagai instrumen dalam ranah kajian bencana, khususnya pada proses pemulihan kondisi korban setelah kejadian bencana. Padahal, masyarakat lokal terbukti memiliki daya adaptasi yang luar biasa terhadap perubahan kondisi lingkungan. Dalam beberapa hal, meskipun tidak didasari “kerangka teori dan metodologi” yang jelas, masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup tentang tanda-tanda awal kejadian bencana. Sistem pengetahuan lokal ini seringkali diabaikan dalam proses mitigasi bencana. Buku kedua ini mengetengahkan pemahaman dan daya lenting masyarakat yang dibangun atas sistem pengetahuan lokal, sekaligus mengkaji kemungkinan mempertemukan pendekatan sains dan budaya.

 

Buku Ketiga: Konstruksi Masyarakat Tangguh Bencana

Pendekatan yang digunakan untuk menyusun rencana kerja penanganan bencana adalah pendekatan sains. Sifatnya yang rasional, sistematis, dan terukur memungkinkan dilakukannya prediksi atas kerugian dan cakupan bencana sehingga kebijakan dan program-program penanganan bencana dapat dirumuskan berdasarkan data empiris serta dapat dikaji dan dievaluasi ulang untuk desain yang lebih baik. Buku ketiga ini lebih bersifat teknis dengan menekankan upaya praktis pembangunan masyarakat tangguh bencana.

 

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan