Diversitas Agama di Australia

Jumat, 3 Oktober 2009 mahasiswa CRCS angkatan 2009 mendapat kehormatan atas kunjungan tamu-tamu istimewa; Prof. Gary D. Bouma, profesor emeritus dari Universitas Monash Australia, penulis buku ‘Democracy in Islam’ (2007, dengan Sayed Khatab)dan ‘Religious Diversity in Southeast Asia and the Pacific Islands’ (2009), dan Dr. Greg Barton, ahli kajian tentang Indonesia, penulis buku ‘Gus Dur: the Authorized Biography of Abdurrahman Wahid’ (2003) dan ‘Indonesia’s Struggle: Jemaah Islamiyah and Radical Islamism’ (2004).

Kunjungan Prof. Gary D. Bouma kali ini dalam rangka mengundang masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam “The Parliament of The World’s Religions 2009” yang bertema “Hearing Each Other, Healing the Earth”, yang akan berlangsung di Melbourne Convention and Exhibition Centre, Melbourne, Australia pada tanggal 3 -9 Desember 2009. Acara ini rencananya akan dihadiri lebih dari 8000 peserta dari Australia dan seluruh penjuru dunia, termasuk para spiritualis terkenal, agamawan, komunitas, akademisi, pemimpin politik, dan partisipan akar-rumput.

Mahasiswa CRCS berkesempatan mendengarkan kuliah beliau dan berdiskusi bersama mereka. Dalam kuliahnya, Prof. Bouma mempresentasikan tentang perbedaan agama di Australia, kemudian menjelaskan bagaimana sebuah masyarakat dengan multi- keyakinan seperti Australia dapat hdiup bersama, dan apakah perbedaan keyakinan merupakan sebuah masalah serius atau tidak. Prof Gary D. Bouma menjelaskan bahwa di Australia tidak ada dominasi mayoritas agama tertentu terhadap agama lain, karena pemeluk agama terbesar pun persentasenya tidak melebihi 20%. Semua agama dapat hidup berdampingan secara harmonis dan mendapatkan hak-hak mereka tanpa ada intervensi pemerintah.

Di lain pihak, Dr. Greg Barton menegaskan betapa penting memperhatikan perbedaan keyakinan yang telah menjadi isu global. Beliau menambahkan, kita seharusnya memberikan perhatian serius tentang hal ini dan mempraktekannya dalam hidup bermasyarakat. Masyarakat sekuler bukanlah masyarakat yang tak beragama, tetapi masyarakat yang menghargai dan memberikan perhatian terhadap perbedaan agama.

(QDR)

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan