Memori Otak dalam Mentransformasi Kekerasan

Presentasi forum yang disampaikan oleh Prof Dr Carolina Lopez C. dalam Wednesday Forum yang diadakan pada April 21, 2010 mengusung judul “Pergerakan Melampaui Kekerasan: Potensi Aplikasi dari Teori Restrukturisasi Kognitif untuk Transformasi Konflik.” Bertindak sebagai moderator adalah Faqiudin A Qodir.

Untuk pembukaan, Prof Lopez memperkenalkan Pusat Dialog & Kesejahteraan Manusia (CDBH) dan keterlibatan mereka dalam berbagai jenis pekerjaan dialog, seperti pendidikan perdamaian, transformasi konflik kerja, penyembuhan memori sejarah dan beberapa lainnya. Setelah itu, Lopez menjelaskan bahwa dalam melakukan pekerjaan mereka, alat analisis yang digunakan untuk seluruh proses kerja dikenal sebagai teori mikro analisis struktural-ideologis yang mengeksplorasi format memori di otak, dan bagaimana pengaktivasian ini menyebabkan kebiasaaan kekerasan dan pola respon terhadap input tertentu. Menurut Lopez, dalam situasi-situasi konflik di mana kekerasan dinormatifkan, lokakarya berbasis ISA menawarkan kepada peserta kemungkinan terhadap kesadaran dalam memilih respon alternatif untuk damai terhadap rangsangan yang menyulut kekerasan di bagian output perilaku mereka.

Diskusi juga mengeksplorasi literatur tentang restrukturisasi teori kognitif, dengan mempertanyakan apa pandangan yang mungkin berguna untuk menawarkan bantuan dalam proses pemindahan masyarakat dari pola-pola kekerasan sebagai kebiasaan ke normativisasi kolaborasi antara masyarakat yang sebelumnya terlibat dalam konflik. Lopez membahas otak neuroplasticity dan potensi aplikasi restrukturisasi teori kognitif untuk denormativisasi kekerasan.

Lopez juga mengungkapkan bahwa tanggapan terprogram dapat direstrukturisasi. Ini berarti bahwa neuroplasticity memungkinkan untuk aktivitas yang dirancang dengan penuh hati-hati untuk merestrukturisasi otak, mengubah perilaku kita melalui ‘belajar,’ menciptakan jejak baru, memodifikasi penyimpanan memori, menggeserkan harapan dan melakukan penafsiran. Semua perubahan dapat diamati dalam mekanisme penyimpanan otak (Gage, 2004).

Karena kendala waktu, Prof Lopez memotong waktunya dan melanjutkan forum ke diskusi terbuka. Banyak tanggapan dan pertanyaan menarik yang dilemparkan ke pembicara yang kemudian ditanggapi dengan sangat terbuka.

Prof Dr Carolina Lopez C. adalah direktur Pusat Dialog dan Kesejahteraan Manusia, ia adalah profesor Hubungan Internasional di Universitas Tecnologico de Monterrey, Chihuahua di Mexico, dan ia juga menjadi peneliti senior di Pusat Dialog Peradaban di University of Malaya.

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan