Tradisi Perkawinan dalam Kultur Yahudi

Tema diskusi yang diadakan oleh CRCS-ICRS dalalm Wednesday Forum pada 24 Maret 2010 adalah “Pengkultusan atau Subordinasi? Tradisi Perkawinan Yahudi dan Alternatifnya dalam Sastra Rabinik” dipresentasikan oleh Melanie Landau dari Centre for Jewish Civilisation di Monash University. Dr Siti Syamsiatun bertindak sebagai moderator. Pada forum kali ini lain dari biasanya karena menggunakan video conference yang dilakukan di Ruang Konferensi Fakultas Hukum, UGM.

Landau membahas unsur-unsur tradisional perkawinan Yahudi, yakni dua institusi penegak hukum untuk memodifikasi perkawinan Yahudi dan penafsiran terhadap untuk pernikahan tradisional. Ia juga memasukkan aspek untuk mendapatkan perempuan oleh laki-laki, seperti yang dijabarkan dalam teks-teks kuno para rabi di abad pertengahan.

Dalam sesi tanya jawab, ada pertanyaan yang menarik dan praktis yang diajukan oleh para audiens, namun mampu dijawab oleh pembicara dengan lancar karena sangat menguasai topiknya. Tiga pertanyaan datang dari Nene, seorang mahasiswa ICRS, yang bertanya tentang isu perjodohan dalam komunitas Yahudi, peran wanita Yahudi di rumah dan nilai anak-anak dalam kacamata agama Yahudi, apakah ada perbedaan antara nilai untuk anak laki-laki dan perempuan. Pertanyaan lain datang dari Maufur, seorang staf ICRS, yang menanyakan seberapa jauh penafsiran baru dari teks Alkitab dapat mempengaruhi perkawinan Yahudi. Dan pertanyaan terakhir datang dari seorang mahasiswa Hukum yang bertanya tentang bagaimana kondisi seorang wanita Yahudi yang kawin dengan orang non-Yahudi.

Forum berakhir tepat pukul 2:30 di sore hari sesuai jadwal. Ms Landau menerima tepuk tangan hangat dari para penonton yang karena presentasinya yang menarik. Topik ini memberikan audiens sebuah pengetahuan baru tentang masyarakat Yahudi.

Ms Melanie Landau adalah seorang dosen di Monash University yang memfokuskan studinya pada Sastra Yahudi dan Pemikiran Yahudi, dan Hubungan Gender dan Perkawinan dalam umat Yahudi. Dia adalah mantan direktur Australian Centre for Jewish Civilisation di Universitas Monash.

(HAK)

 

 

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan