Hubungan Malaysia-Thailand di Thailand Selatan: Konflik Narative

Edisi ketiga FJSC (Forum Jumat Sore CRCS) akan diselenggarakan pada hari Jumat, 5 Oktober 2007, jam 15:00-16:30, di Gedung Sekolah Pascasarjana, Lantai 3, Ruang 306, Unversitas Gadjah Mada. Pembicara yang akan hadir dalam diskusi ini adalah Philip, King PhD. Tema yang akan diangkat dalam diskusi tentang ??Thai-Malay Relations in Southern Thailand: Beyond the Conflict Narrative?.

Laporan berita dari keempat profinsi di Thailand Selatan terlihat sebagai suatu peringatan serius dari negara yang suram dalam hal hubungan antar agama dan hubungan antar etnik. Setelah dekade 1990 an, konflik terkini telah membangkitkan kecurigaan arus utama Buddha-Thai terhadap Selatan Malay, suatu perasaan yang dibalas oleh sebagian besar Malay Selatan yang hidup dalam peperang selama beberapa tahun.

Konflik, secara khusus konflik antar agama dan antar etnik, telah lama mendominasi sejarah Thailand Selatan. Tujuan dari diskusi dalam paper ini adalah untuk mendorong dan mengingatkan pihak luar akan contoh-contoh kontra tentang toleransi beragama, dialog, serta memperkaya pluralitas budaya.

Tema-tema kunci yang harus dipertimbangkan dalam diskusi ini termasuk:

  • Sejarah sebagai konflik naratif atau penulisan sejarah sebagai ideology
  • Hakikat vs. budaya instrumentalis dari identitas etnik-budaya di Thailand Selatan
  • Masyarakat sebagai suatu wilayah netral atau tempat untuk dialog antar agama

Dibawah ini merupakan penjelasan singkat tentang pembicara.

Sejak tahun 2005 Phil menjabat sebagai Direktur Konsersium Australia untuk Studi Indonesia di Yogyakarta. Sebelumnya beliau mengajar Sejarah Asia Tenggara dan Politik di Universitas Sydney dan Universitas Wollongong. Pada tahun 2005 Phil merampungkan PhD-nya tentang Sejarah Asia Tenggara. Beliau merupakan penulis sejumlah artikel tentang Politik dan Sejarah Thailand Selatan dan Malaysia Utara.

Other :

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English