Metode Studi Agama Ibnu Hazm: Sebuah Kajian terhadap Kitab Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwal wa an-Nihal

Judul: METODE STUDI AGAMA IBN HAZM (Sebuah Kajian Terhadap Kitab Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwa’ wa an-Nihal)

Penulis: Bakhruddin Fannani (CRCS, 2005)

Kata Kunci: Metode, Studi Agama, Ibn Hazm dan Zhâhiriyah (tekstualisme)

Abstrak:

 

Penelitian tentang pandangan-pandangan Ibn Hazm yang dituangkan dalam karya tulisnya, al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwâ’ wa an-Nihal, ini bertujuan untuk mengambil pelajaran, bagi perkembangan pemikiran dialog antar agama dari salah satu pribadi menonjol dalam sejarah Islam di Andalusia; dan memahami gagasangagasan Ibn Hazm tentang agama-agama, demi mencari gagasan-gagasan alternatif tentang metode studi agama; serta menambah informasi dalam memperkaya teori dialog antar agama.

 

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif diarahkan kepada eksplorasi kajian pustaka (library research) dan analisis karya tulis serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengannya.

 

Literatur yang ditulis oleh tokoh ini, terutama karyanya yang berjudul al-Fashl fî al-Milal wa al-Ahwâ’ wa an-Nihal dipilih oleh peneliti sebagai data primer, karena buku ini memuat pandangan-pandangan Ibn Hazm tentang agama-agama besar di dunia, Yahudi, Nasrani, dan Islam. Sedangkan buku-buku karangan Ibn Hazm lainnya, dan buku-buku yang ditulis para cendekiawan tentang kehidupan dan pandangannya ditempatkan sebagai data sekunder.

Sedangkan analisis datanya –sesuai sifat dan karakteristik masalah yang diteliti—adalah analisis historis (historical analysis) dan analisis isi (content analysis) yang bersumber dari hasil eksplorasi data kepustakaan.

 

Analisis historis merupakan metode yang dipilih penulis untuk melakukan analisis terhadap penemuan apa saja yang terjadi pada masa lalu baik dari hasil laporan maupun rekaman. Dalam konteks ini adalah telaah terhadap teks-teks yang menceritakan tentang subjek penelitian. Selanjutnya, analisis historis ini melibatkan analisis kritis (critical-analysis) yang diaplikasikan ketika mengungkapkan berbagai fakta sejarah, terutama yang berkaitan dengan penegasan, perbandingan dan penafsiran. Analisis isi dalam penelitian ini dipergunakan untuk menemukan karakteristik subjek, misalnya bagaimana corak metode kajian agama-agama Ibn Hazm, apakah dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan dan doktrin yang ada pada dirinya, dan seterusnya.

 

Penelitian ini mengambil kesimpulan yang didasarkan atas data primer yang dipilih oleh peneliti, dengan dukungan sumber sekunder. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh Ibn Hazm dipengaruhi dan tidak terlepas dari kondisi sosial-politik yang berkembang pada saat itu. Sebagai penganut tekstualisme (zhâhiriyyah) yang gigih, dia menempatkan epistemologi tekstualis sebagai metode utama studi agama untuk menguji klaim kebenaran agama, yaitu dengan mempelajari langsung kitab suci Islam, Kristen, dan Yahudi. Dia mempelajari, menganalisis secara kritis, membandingkan kitab-kitab suci tersebut secara lahiriah, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bentuk lahiriah teks-teks kitab suci sebagai sumber utama yang memiliki otoritas tertinggi dalam agama.

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan