Memayu-Hayu Bagya Bawana: Sejarah Gerakan Sapta Darma di Indonesia 1952-2006

Judul: Memayu-Hayu Bagya Bawana: Sejarah Gerakan Sapta Darma di Indonesia 1952-2006

Penulis: Chandra Utama (CRCS, 2007)

Kata-kata Kunci: Sapta Darma, sejarah, pewahyuan, pangusadan, peruwatan, anti pemujaan, diskriminasi

Abstrak:

 

Sapta Darma merupakan salah satu dari gerakan spiritual Jawa terbesar di Indonesia. Ia telah memiliki pengikut ratusan ribu yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia dan bahkan sudah mencapai mancanegara. Sejak masa awal pertumbuhannya pada 1950-an hingga sekarang, Sapta Darma mengalami beberapa fase perkembangan. Karena tema “aliran kebatinan” masih menjadi isu sensitif di negara ini, pembahasan tentang gerakan Sapta Darma menjadi penting untuk memberikan pemahaman seputar konteks keberagamaan di Indonesia, khususnya hubungan antara dua kekuatan yang tengah bersaing secara politik, yaitu Islam dan kebatinan. Terlebih lagi, belum ada kajian yang secara khusus meneropong dimensi kesejarahan dan aspek-aspek dinamika gerakan Sapta Darma.

 

Tesis ini menjelajahi sejarah gerakan Sapta Darma dari pewahyuan yang dialami sang pendiri, yaitu Hardjosapuro atau Sri Gutama, di Pare pada 1952 hingga sekarang. Selain itu, juga akan dibahas bagaimana pengalaman wahyu akhirnya menjadi landasan praksis spiritual dan bagaimana proses penyebaran ajaran dilakukan, baik melalui mekanisme praktek peruwatan [netralisasi kekuatan gaib] dan pangusadan [penyembuhan]. Kedua praktek tersebut pada gilirannya memasyhurkan nama Sapta Darma sebagai gerakan penyembuhan dengan semangat anti-pemujaan.

 

Tesis ini juga mengkaji pola-pola hubungan antar tingkatan yang terjalin dalam karakter, kronologi, dan matriks aksi dari gerakan Sapta Darma dalam kaitannya dengan jagat kesadaran spiritual, budaya, masyarakat, dan negara. Sejalan dengan perkembangan kontemporer, narasi merambah ke aspek-aspek sosial politik, misalnya bentuk-bentuk diskrimanasi, baik dilakukan oleh negara maupun komunitas “muslim” tertentu. Dengan demikian, tesis ini akan memberi pemahaman tentang gerakan spiritual Jawa dapat bertahan dan berkembang dalam konteks sosial politik dan budaya dalam sejarah Indonesia.

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan