Studi Kasus Model Dialog Antaragama di Pesantren Al Muayyad Windan, Solo

Judul: Studi Kasus Model Dialog Antaragama di Pesantren Al Muayyad Windan, Solo 

Penulis: Muhammad Ishom (CRCS, 2006)

Kata-kata Kunci: pesantren – dialog antaragama – perdamaian

Abtrak:


Pesantren Al Muayyad Windan (PMW) terletak di desa Windan Kelurahan Makamhaji – Kartosuro Kabupaten Sukoharjo. Pesantren ini lebih dikenal berada di Solo karena jaraknya hanya 3 km dari kota tersebut, di samping karena memang aktivitas-aktivitasnya memiliki dampak yang lebih besar terhadap situasi kota Solo dari pada kota Sukoharjo yang jaraknya 17 km dari pesantren tersebut. Pesantren ini sejak tahun 1998, atau beberapa saat setelah terjadi Kerusuhan Mei, memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian kota Solo melalui aktivitas-aktivitas dialog antaragama. Dialog ini sangat penting karena kota Solo memiliki potensi konflik yang besar antara suku Jawa dan Cina dan ketegangan antarumat beragama antara kelompok Muslim garis keras dengan kelompok Kristen garis keras sejak tumbangnya Orde Baru pada tahun 1998. Adalah Kiai Dian Nafi’, pimpinan pesantren ini, yang menjadi salah satu tokoh penting dalam dialog antaragama di Solo dalam rangka menciptakan perdamaian bersama. Keterlibatan PMW dalam dialog antaragama menjadi sangat penting untuk menjawab stigma bahwa pesantren adalah sarang teroris.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apa latar belakang pemikiran dialog antaragama yang dilakukan PMW; dan model-model dialog apa saja yang diterapkannya dalam berinteraksi dengan kelompok-kelompok dari agama lain. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan teologis dengan kerangka teoritik teori theologies of religions sebagaimana dikemukakan oleh Paul F. Knitter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi terhadap dokumen PMW yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas dialog antaragama, studi kepustakaan terhadap fiqih lintasagama, wawancara terhadap Kiai Dian Nafi, santri-santri, dan tokoh-tokoh lintas agama baik yang terlibat dalam dialog antaragama maupun tidak. Juga diwawancarai tokoh-tokoh Muslim lain dari Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, dan MUI Solo.

 

Hasil penelitian ini adalah: pertama, latar belakang pemikiran dialog antaragama yang dilakukan PMW adalah (1) alasan teologis, yakni: Quran, 29:46, 3:84 dan 49:13, (2) alasan sosiologis, yakni: pluralsime agama, kebutuhan untuk saling berkomunikasi dan saling pengertian, dan (3) alasan pribadi, yakni komitmen pribadi Kiai Dian Nafi untuk memiliki sikap toleransi aktif dan tanggung jawab kepada umat agama lain. Kedua, model-model dialog antaragama yang diterapkan PMW adalah (1) replacement model, (2) fulfillment model, (3) mutuality model, dan (4) acceptance model. Kedua, penelitian ini membuktikan bahwa model-model dialog antaragama dengan perspektif Kristen sebagaimana dikemukakan Paul F. Knitter dapat juga digunakan untuk menganalisis sikap orang-orang Islam terhadap agama lain, terutama agama Kristen.

Artikel ini juga tersedia dalam bahasa : English

Tinggalkan Balasan