Laporan CRCS: Polemik Tafsir Pancasila

Tahun 2017 menjadi salah satu tahun penting dalam sejarah Pancasila. Sekurang-kurangnya empat peristiwa terkait Pancasila pada 2017 layak dicatat. Pertama, tanggal 1 Juni, hari Lahir Pancasila, untuk pertama kali menjadi hari libur nasional. Kedua, pemerintah mengampanyekan “Pekan Pancasila” pada 29 Mei—4 Juni. Ketiga, Presiden Joko Widodo membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Keempat, dan ini yang paling penting, Pancasila kembali mengalami penguatan posisi sebagai instrumen legal untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan yang mengampanyekan ideologi yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Hal yang terakhir terjadi dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Di samping kampanye dari pemerintah, beberapa inisiatif muncul dari lembaga masyarakat.

Satu asumsi yang melandasi gagasan mengenai peristiwa terakhir itu menjadi fokus laporan ini, dengan rumusan pertanyaan: bagaimana cara menentukan bahwa suatu ideologi atau organisasi telah bertentangan Pancasila? Dengan melihat sejarah bagaimana Pancasila dipahami, ditafsirkan, dan diterapkan dalam diskursus politik, laporan ini mengajukan tesis mengenai kemultitafsiran Pancasila dan munculnya kepelbagaian tafsir terhadap Pancasila tak bisa lepas dari wacana dan kontestasi politik pada satu periode tertentu. Untuk mengelaborasi pandangan ini, lima isu dibahas dalam laporan ini, yaitu (1) Pancasila dan Islam; (2) Pancasila dan organisasi/partai Islam; (3) Pancasila dan Marxisme/komunisme; (4) Pancasila dan demokrasi; dan (5) Pancasila pasca-Reformasi.

Laporan ini ditulis oleh Azis Anwar Fachrudin, mahasiswa CRCS angkatan 2014 yang, setelah lulus pada 2016, menjadi staf divisi Pendidikan Publik di CRCS UGM. Laporan ini merupakan laporan CRCS yang ketiga dalam setahun terakhir. Laporan pertama menyasar isu kebebasan akademik, dan yang kedua membahas alternatif penanganan masalah penodaan agama. Unduh laporan Polemik Tafsir Pancasila ini melalui tautan berikut.

 

Baca juga: Bagaimana Menentukan Kebenaran Tafsir Pancasila?

This post is also available in: Indonesian

3 COMMENTS

  1. ismail hamim

    2 March 2018

    pd bg pancasila dan islam. tidk ditulis ttg peran penting NU sebagai organisasi islam yg pertma menerima azas tunggal ( zaman orde baru), bahkan sampai detik ini NU masih mendukung pancasila sbg dasar NKRI

    • CRCS UGM

      2 March 2018

      Ada pembahasan sekilas tentang NU; bukan di bagian Pancasila dan Islam, melainkan di bagian tentang Pancasila dan organisai/partai Islam. Tentang Pancasila dan NU, bisa baca artikel khusus mengenai ini di sini.

  2. Saptono

    25 March 2018

    Saya sangat senang membaca literasi- literasi CRCS, menginspirasi dan membuka cakrawala memahami dinamika negeri…

Leave a Reply