• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Laporan
  • Laporan Pembatasan Hak Beragama di Masa Wabah Covid-19

Laporan Pembatasan Hak Beragama di Masa Wabah Covid-19

  • Laporan
  • 30 June 2020, 00.03
  • Oleh: CRCS UGM
  • 0

Laporan Pembatasan Hak Beragama di Masa Wabah Covid-19

CRCS UGM – 30 Juni 2020

Sebagai masalah kesehatan masyarakat global, wabah Covid-19 jelas memiliki banyak dimensi dan berdampak pada banyak sektor kehidupan, termasuk kehidupan keagamaan. Khusus di Indonesia, negara dengan peran agama di ruang publik yang cukup kuat, tidak sedikit peraturan pemerintah mengenai penanganan wabah ini yang secara khusus terkait dengan agama. Lembaga-lembaga keagamaan, sebagai bagian dari masyarakat sipil, juga amat aktif merespons. Dalam konteks ini, CRCS berkolaborasi dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) dan  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melakukan penelitian dan menulis laporan mengenai pembatasan kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) di masa wabah Covid-19. 

Penelitian ini dapat dipandang sebagai lanjutan dari rangkaian lokakarya, penelitian, dan penerbitan yang dilakukan pada tahun 2019, yang di antara hasilnya adalah buku Membatasi tanpa Melanggar: Hak Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (CRCS UGM, 2019) dan sebuah artikel berjudul “Limitations to Freedom of Religion or Belief: Norms and Practices” (dalam jurnal Religion and Human Rights, Mei 2020). 

Empat penulis laporan ini (Asfinawati, Renata Arianingtyas, Suhadi, dan Zainal Abidin Bagir) adalah juga penulis-penulis dua publikasi tersebut. Sementara kedua publikasi itu melihat isu pembatasan kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) sebagai isu spesifik dalam studi hak asasi manusia dan dalam norma dan praktiknya di Indonesia, laporan ini fokus pada pembatasan yang dilakukan selama masa wabah Covid-19 di Indonesia.  

Penerbitan laporan ini adalah publikasi pertama dari serangkaian penelitian mengenai Covid-19 dan agama dalam banyak dimensinya. Penerbitan ini merupakan kerja kolaborasi antara CRCS dan ICRS, yang merupakan konsorsium Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana. Hingga Desember 2020, kami merencanakan beberapa penerbitan lain, berdasarkan penelitian yang sedang berjalan saat ini.

Unduh laporan Pembatasan Hak Beragama di Masa Wabah Covid-10 (I/Juni 2020) di bawah.

Klik “download” dalam kotak biru.

[wpdm_package id=’16702′]

Instagram

Whose gaze am I carrying in my body? Over time, we Whose gaze am I carrying in my body?
Over time, we learn to watch ourselves through the eyes of others. What does it take for a body to loosen itself from these gazes? Perhaps it begins with simply staying present. Breathing. Not disappearing. Quietly refusing.
Join this thought provoking discussion at #wednesdayforum with @anquaerere
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Family law is never just about the family. It’s al Family law is never just about the family. It’s also about who gets to shape the state.

Join this thought provoking discussion at #wednesdayforum. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
What does it mean for humans and societies to trul What does it mean for humans and societies to truly flourish?
Michael Champion from Australian Catholic University explores the growing field of flourishing across the humanities and social sciences—from philosophy and development economics to positive psychology and the Global Flourishing Study.
The discussion will ask what Religious Studies can contribute to as well as critically question in contemporary ideas of flourishing, while opening possibilities for new research in interreligious and intercultural studies between Indonesia and Australia. Join this thought provoking discussion at #wednesdayforum. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Ke Salzburg mengenal diri. Ikrana dan perjalanan S Ke Salzburg mengenal diri.
Ikrana dan perjalanan Study Exchange selama di Kota Mozart.

#Studyexchange #salzburg #crcsugm #sekolahpascasarjanaugm #religiousstudies
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY