• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Book Review
Arsip:

Book Review

Di Balik Proyek “Muslim Moderat” Global

Bedah BukuBook Review Monday, 12 October 2026

Pascatragedi 9/11, Amerika Serikat (AS) mulai santer mencari kelompok yang dianggap mampu menjegal laju persoalan terorisme dan radikalisme Islam. Pilihan kemudian jatuh pada kelompok yang populer disebut muslim moderat.

Bisakah Tuhan Jadi Aktivis HAM?

Bedah BukuBook Review Thursday, 21 May 2026

Karya Santos If God Were a Human Rights Activist (2015) seolah membawa wawasan baru untuk merekonstruksi hak asasi manusia (HAM) sampai ke akar-akarnya. Namun, pertanyaan besar muncul: Tuhan yang mana? Tuhannya siapa? HAM yang seperti apa?

Hak-Hak Alam: Jalan Alam Menggugat Negara

Bedah BukuBook Review Thursday, 18 September 2025

Hak-hak alam membutuhkan kedudukan moral. Bisakah pendekatan KBB membantu?

Dhamma Yudha: Bunyi Genderang Perang Buddhisme Militan

Bedah BukuBook Review Thursday, 1 February 2024

Dhamma Yudha: Bunyi Genderang Perang Buddhisme Militan

Candra Dvi Jayanti – 1 Februari 2024

Bertolak belakang dengan citra agama Buddha yang penuh kedamaian dan nirkekerasan, negara-negara dengan mayoritas buddhis justru terlibat dalam kekerasan komunal—dan promotor kekerasan itu ialah para biksu. 

Demikianlah Peter Lehr membuka pembahasan terkait Buddhisme dan kekerasan dalam bukunya Buddhisme Militan: Bangkitnya Kekerasan Agama di Sri Lanka, Myanmar, dan Thailand. Melalui penelusurannya di tiga negara dengan mayoritas buddhis, Lehr berupaya mencari jawaban atas pertanyaan: bagaimana sebuah agama yang bercorak nonkekerasan menjelaskan, membenarkan, bahkan mempromosikan jalan kekerasan? Yang menarik, ketiga negara yang menjadi representasi kasus tersebut berbasis Theravada, aliran yang berusaha memegang teguh ajaran awal Buddhisme terutama pada aturan kebiksuan (vinaya). 

Menakar Kebebasan Beragama

Bedah BukuBook Review Tuesday, 17 January 2023

Semua orang menginginkan kebebasan beragama atau berkeyakinan, tetapi bagaimana jika kebebasan itu saling menafikan dan tidak bisa didamaikan?

Stoikisme: Refleksi Spiritual Zaman Now

Book Review Tuesday, 27 September 2022

Ada dua hal penting yang perlu kita pahami: sesuatu yang ada di bawah kendali kita dan sesuatu yang ada di luar kendali kita

123…8

Instagram

Hold your breath and join this thought-provoking Hold your breath and  join this thought-provoking discussion at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Can neurodiversity change the way we experience re Can neurodiversity change the way we experience religion and spirituality? How might different ways of thinking shape our sense of the sacred? Join us to explore the intersections of neurodiversity, religion, and mental health, and to rethink how religious communities can embrace different minds without stigma. Because different ways of thinking are not lesser ways of being.

Come and join this thought-provoking discussion with @etty.ind at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
O N C O M Ancaman kadang lebih berkuasa daripada a O N C O M
Ancaman kadang lebih berkuasa daripada argumen. Ia tak perlu membuktikan apa-apa, cukup membuat orang lain menutup mulut. Di negeri yang gemar mengurus ketersinggungan, ancam bisa mengalahkan oncom, sesuatu yang sesungguhnya lebih berguna bagi kehidupan sehari-hari. Oncom setidaknya bisa diolah menjadi makanan, ancaman hanya mengolah ketakutan. Namun, barangkali justru itulah masalahnya. Ketika ancaman menentukan siapa yang boleh berbicara, yang busuk bukan lagi sekadar oncom.
What happens when climate change is measured not o What happens when climate change is measured not only through data, but also through lived experience?

This presentation examines how local and Indigenous knowledges reveal forms of loss and damage that often remain invisible in conventional climate assessments, while offering valuable insights for adaptation and resilience.
Come and join this thought-provoking discussion with @rebecca.meckelburg at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY