• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Opini
  • Harmoni Setelah Pilpres

Harmoni Setelah Pilpres

  • Opini
  • 7 August 2014, 11.12
  • Oleh:
  • 0

Kedaulatan Rakyat 5 Agustus 2014

*Ahmad Khotim Muzakka

Bagaimana nasib pluralitas pasca-pemilihan presiden 2014? Pertanyaan ini patut dikemukakan mengingat Indonesia dihuni Beragam manusia dari berbagai kultur, kebudayaan, dan agama. Berbicara pluralistas tidak sekedar menonjolkan hitung-hitungan matematis seberapa besar anggaran Negara yang dialokasikan kepada tiap golongan ataupun kelompok. Namun, juga memperhatikan bagaimana pemerintah mengakomodasi berbagai kecenderungan dengan tidak menegasikan eksistensi minoritas.

Kebijakan pemerintah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memasukkan Kong Hu Cu ke dalam enam agama besar  di Indonesia merupakan bukti sahih keseriusan pemerintahan (terdahulu) dalam mengakomodir eksistensi minoritas. Lewat itu, segala pernak pernik berbau Tionghoa yang semua dilarang bereder bebas di zaman Orde Baru, sekarang bisa diakses dan dipakai kapan dan di mana pun.

Sayangnya pencapaian itu terlihat rapuh justru ketika kita merayakan perhantian presiden tahun ini.  Menyambut pemilu 9 Juli lalu, grafik sentimen agama di antara pendukung capres-cawapres cenderung meningkat. Lihat saja bagaimana persoalan ini begitu tamai diperbincangkan di media social, beberapa waktu terakhir ini. Sentimen ini tidak berhenti  pada persoala agama apa yang dipeluk oleh capres dan keluarga, tapi juga menukik ke dalam, memunculkan wacana sejauh mana ia mengamalkan sejumlah doktrin agama, semisal salat, kefasihan mengaji Alquran, hingga persoalan haji.  Baca selengkapnya Harmoni Setelah Pilpres.

Ahmad Khotim Muzakka
adalah mahasiswa Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS), UGM
angkatan 2013.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

Ke Tamansari membawa teman Jangan lupa membeli tik Ke Tamansari membawa teman
Jangan lupa membeli tiket masuknya 
Kalau tertarik belajar isu keberagaman 
CRCS UGM jawabannya 😎

Jangan lupa follow TikTok CRCS juga yaa 😉

#crcsugm #admissionopen #adil #setara #selaras
satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan segera satu dua tiga empat
lima enam tujuh delapan
segera daftar ayo cepat
crcs buka pendaftaran
A S (E L A) M A T Konon, Asmat berasal dari kata " A S (E L A) M A T
Konon, Asmat berasal dari kata "As Akat" dalam bahasa setempat yang berarti 'orang yang tepat'. Entah kebetulan atau ada akar bahasa turunan, kata "ismat" (عِصْمَة) dalam bahasa Arab artinya perlindungan dan kerap merujuk pada salah satu sifat manusia terpilih. Hompimpa etimologis tersebut menyiratkan bahwa keselamatan sudah menubuh dalam masyarakat adat Asmat. Namun, keselamatan rupanya punya banyak versi dan tidak selalu bersepakat, bahkan saling meniadakan. Apa pun versinya, keselamatan tak boleh menjadi alasan untuk menghapus memori, apalagi eksistensi. Keselamatan seharusnya membuka ruang baru untuk saling memahami.

Simak ulasan @yunus_djabumona tentang Asmat dan keselamatan hanya di situs web crcs.
keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpi keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpihakan
damai bahagia untuk sesama dan semesta
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY