• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 173
Pos oleh :

CRCS&ICRS Wednesday Forum: Jama

Wednesday Forum News Monday, 8 September 2008

The next CRCS&ICRS Wednesday Forum will discuss about Jama

Jama?ah Tabligh di Asia Tenggara

Berita Wednesday Forum Monday, 8 September 2008

Forum Rabu CRCS&ICRS yang akan datang akan membahas tentang Jamaa?Tabligh di Asia Tenggara. Pembicara adalah Dr. Farish Ahmad-Noor. Diskusi akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 10 September 2008
Jam: 13:00-15:00 WIB
Tempat: Ruang 306, Lantai 3, Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Jln. Teknika Utara Pogung Yogyakarta

Dr. Farish Ahmad-Noor merupakan dosen tamu di the Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technical University (NTU), Singapore. Beliau merupakan direktur riset untuk Gugusan Penelitian tentang Transnational Agama di Asia Tenggara. Beliau juga merupakan professor tamu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Islam Negeri, Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Dr. Farish Ahmad-Noor merupakan penulis buku ‘Writings on the War on Terror’ (2006), ‘From Majapahit to Putrajaya’ (2005) dan ‘Islam Embedded: The Historical Development of PAS’ (2004).

CRCS&ICRS Wednesday Forum: Jamaah Tabligh di Asia Tenggara

Berita Wednesday Forum Monday, 8 September 2008

Forum Rabu CRCS&ICRS yang akan datang akan membahas tentang JamaaTabligh di Asia Tenggara. Pembicara adalah Dr. Farish Ahmad-Noor. Diskusi akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 10 September 2008
Jam: 13:00-15:00 WIB
Tempat: Ruang 306, Lantai 3, Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Jln. Teknika Utara Pogung Yogyakarta

Dr. Farish Ahmad-Noor merupakan dosen tamu di the Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technical University (NTU), Singapore. Beliau merupakan direktur riset untuk Gugusan Penelitian tentang Transnational Agama di Asia Tenggara. Beliau juga merupakan professor tamu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Islam Negeri, Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Dr. Farish Ahmad-Noor merupakan penulis buku ‘Writings on the War on Terror’ (2006), ‘From Majapahit to Putrajaya’ (2005) dan ‘Islam Embedded: The Historical Development of PAS’ (2004).

Time to Stop Fussing about Headscarves (Jilbab)

Berita Wednesday Forum Tuesday, 2 September 2008

On Wednesday, September 3, 2008, CRCS and ICRS will held Wednesday Forum. The speaker will be Prof. Dr. Mark Woodward. Dr. Woodward is associate professor of religions in Southeast Asia. He has taught at Illinois Wesleyan University and Bowdoin College. Today, he is a visiting Professor of Religious Studies at the Center for Religious and Cross-cultural Studies at Gadjah Mada University in Yogyakarta, Indonesia. He has received grants from Fulbright?Hays, the Social Science Research Council, the US Department of State, and from the Indonesian Ministry of Religion. He has conducted extensive ethnographic and historical research in Indonesia, Burma and Singapore.

Wednesday Forum:

Wednesday Forum News Tuesday, 2 September 2008

On Wednesday, September 3, 2008, CRCS and ICRS will held Wednesday Forum. The speaker will be Prof. Dr. Mark Woodward. Dr. Woodward is associate professor of religions in Southeast Asia. He has taught at Illinois Wesleyan University and Bowdoin College. Today, he is a visiting Professor of Religious Studies at the Center for Religious and Cross-cultural Studies at Gadjah Mada University in Yogyakarta, Indonesia. He has received grants from Fulbright

Wednesday Forum: Time to Stop Fussing about Headscarves (Jilbab)

Berita Wednesday Forum Tuesday, 2 September 2008

CRCS dan ICRS akan melanjutan kembali diskusi Wednesday Forum pada 3 September 2008. Sebagai pembicara pertama adalah Prof. Dr. Mark Woodward. Dr. Woodward merupakan professor dalam bidang kajian agama di Asia Tenggara. Beliau mengajar di Illinois Wesleyan University dan Bowdoin College. Saat ini, beliau merupakan dosen tamu di program studi Agama dan Lintas Budaya, UGM, Yogyakarta, Indonesia. Beliau memperoleh grant dari Fulbright-Hays, the Social Science Research Council, the US Department of State, dan dari Menteri Agama Indonesia. Beliau telah melakukan penelitian sejarah dan ethnograpi secara ekstensif di Indonesia, Burma, dan Singapura.

1…171172173174175…190

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY