• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 28
Pos oleh :

ardhy_setyo

Berbagai Pertanyaan Seputar Beasiswa dan Pendaftaran CRCS

NewsUncategorized Sunday, 22 February 2015

Berbagai Pertanyaan Seputar Beasiswa dan Pendaftaran CRCS

A. BEASISWA

Bagaimana tata cara pendaftaran beasiswa CRCS? (Diperbarui 2025)

  • Ketika mendaftar, pilih jalur reguler/biaya sendiri
  • Unggah seluruh dokumen persyaratan, kecuali dokumen Mou dan perjanjian kerja sama
  • Setelah lolos seleksi administrasi dan wawancara, ajukan surat permohona ke Kaprodi CRCS
  • Surat permohonan maksimal dua (2) halaman yang menjelaskan alasan melamar beasiswa CRCS dan  kelayakan/kompetensi pelamar beasiswa
  • Kirim surat lamaran ke surel crcs@ugm.ac.id
  • On the Connections Between Religion and Disaster: a Literature Review

    Bedah Buku Tuesday, 1 January 2013

    When natural disasters occurred, a fundamental question after information about the scene, the victim and material loss, is why and how the disaster happened. However, not infrequently also the victims of religious identity has always been associated in the news. For instance, we have not forgotten the tsunami disaster in Indonesia hitting Aceh in December 2004 with the majority of Muslim community. A few weeks earlier, an earthquake occurred in Alor, East Nusa Tenggara, which is predominantly Christian. The religious identity affects the response and post-disaster relief distribution. Implicitly, it shows how the relationship between religion and disasters as a shaper of social reality in the study of disasters in Indonesia.

    MC. Ricklefs: Polarization streams and Politicised Religion in Indonesian Society

    Uncategorized Tuesday, 28 July 2009

    Professor Ricklefs is a historian who is expert in Indonesia; some of his texts have been read Indonesian and Indonesian scholars. Here is an interview between a CRCS student (Hatib Abdul Kadir) with Ricklefs about the polirazation of Javanese society, starting from the beginning of Islam in the 14th century in Indonesia, the emergence of the term abangan in the 19th century, until the political constellation of religious events ant the future of religious polarization of the Indonesian people. This interview would be enjoyed more for those who had read Polarizing Javanese Society: Islamic and Other Visions (C. 1830-1930) (2007), one of Prof. Ricklefs ambitious books. Here is the interview.”

    Membaca Teks-teks Religius Melalui Sebuah Frame Kritikal Poskolonial

    Berita Wednesday Forum Monday, 6 April 2009

    Teks-teks religius dan Poskolonialisme adalah topik utama Wednesday Forum minggu ini. Pembicara dalam forum ini adalah Dr. Elaine Kay Swartzentruber. Kami mengundang Anda sekalian untuk bergabung dan mendiskusikan lebih lanjut tentang topik tersebut. Adapun informasi lainnya mengenai Wednesday Forum minggu ini dapat dibaca seperti di bawah ini.

    Hari/tanggal: Rabu, 8 April 2009
    Waktu: 12.30 ? 14.30 WIB (makan siang gratis)
    Tempat: Room 306, UGM Graduate School Teknika Utara Pogung
    Pembicara: Dr. Elaine Kay Swartzentruber

    1…262728

    Instagram

    crcs_ugm

    Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
    Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
    Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
    M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
    Follow on Instagram

    Twitter

    Tweets by crcsugm

    Universitas Gadjah Mada

    Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
    Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
    Email address: crcs@ugm.ac.id

     

    © CRCS - Universitas Gadjah Mada

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY