• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 158
Pos oleh :

Dialog Antar-Umat Beragama Ala Indonesia

Berita Wednesday Forum Monday, 11 May 2009

Dialog antar-umat beragama di Indonesia mengalami berbagai perkembangan sejak isu ini digulirkan pada tahun 1960-an. Dalam perkembangannya dialog tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni berdasarkan pelakunya: pemerintah, organisasi-organisasi masyarakat sipil, dan akademisi. Ketiga kategori ini dapat dikatakan pula mewakili tiga kekuatan dalam sebuah negara: pemerintah, masyarakat sipil dan pasar. Argumen inilah yang pokok penting dalam penelitan team riset CRCS-UGM terhadap ide dan praktik dialog antar-umat beragama di Indonesia. Mereka mempresentasikan temuan mereka pada Wednesday Forum, 15 April 2009.

Bisakah Sebuah 'Negara Islam' Sukses?

Berita Wednesday Forum Monday, 11 May 2009

Wednesday Forum minggu ini menyajikan sebuah tema menarik “Bisakah Sebuah ‘Negara Islam’ Sukses?”. Pembicara pada forum kali ini adalah Salem Ghandour. Kami mengundang Anda untuk bergabung dalam forum ini. Beberapa informasi mengenai forum ini dapat dibaca di bawah ini.

Hari/tanggal: Rabu, 13 May 2009
Waktu: 12.30 ? 14.30 WIB (makan siang gratis)
Tempat: Ruang 306, UGM Sekolah Pascasarjana Jln. Teknika Utara Pogung
Pembicara: Salem Ghandour

Abstrak:

Can a new ?Islamic State? succeed? To tackle this question, one has to look at what the traditional Islamic State was and why it worked so well for so many centuries until it ultimately collapsed. Only then can one understand why the idea is so popular today. Most importantly, one should be able to identify the major challenges that will face the new Islamic State.

CRCS&ICRS Wednesday Forum: "Bisakah Sebuah 'Negara Islam' Sukses?"

Berita Wednesday Forum Monday, 11 May 2009

Wednesday Forum minggu ini menyajikan sebuah tema menarik “Bisakah Sebuah ‘Negara Islam’ Sukses?”. Pembicara pada forum kali ini adalah Salem Ghandour. Kami mengundang Anda untuk bergabung dalam forum ini. Beberapa informasi mengenai forum ini dapat dibaca di bawah ini.

Hari/tanggal: Rabu, 13 May 2009
Waktu: 12.30 14.30 WIB (makan siang gratis)
Tempat: Ruang 306, UGM Sekolah Pascasarjana Jln. Teknika Utara Pogung
Pembicara: Salem Ghandour

Abstrak:

Can a new Islamic State succeed? To tackle this question, one has to look at what the traditional IslamicState was and why it worked so well for so many centuries until itultimately collapsed. Only then can one understand why the idea is sopopular today. Most importantly, one should be able to identify themajor challenges that will face the new Islamic State.

Between Discourse and the Field

Alumni News Friday, 8 May 2009

“For me, CRCS really helps me in shaping paradigms and preparing me to learn,” Marthen Tahun, a CRCS alumnus, said when he was interviewed by a member of the CRCS website team by phone, on Wednesday, 29 April. For him, a man born in East-Soe in 1972, his current job in American Friends Service Center (AFSC) is a continuing lesson, and CRCS has prepared him for such further study.

During the interview Marthen was in West Timor. He works with four institutions which are partners of AFSC in West Timor to support their programs. The institutions have different concerns, but principally their programs involve services to better society. For example, a commission of the synod of Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), one of AFSC’s partners, has been a program to prepare and improve the capability of religious leaders in West Timor in facing social issues.

Antara Wacana dan Praksis

Berita Alumni Friday, 8 May 2009

“Bagi saya CRCS sangat membantu saya dalam membentuk paradigma-paradigma berpikir juga mempersiapkan saya untuk belajar,” ungkap Marthen Tahun, salah seorang alumni CRCS, ketika diwawancarai oleh salah satu anggota tim website CRCS melalui via telepon, Rabu (29/04). Di mata Marthen, pria yang lahir di Soe-Timur pada tahun 1972 ini, pekerjaannya di American Friends Service Center (AFSC) saat ini adalah sebuah pembelajaran, dan CRCS telah mempersiapkannya.

 

Sewaktu diwawancarai, Marthen sedang berada di Timor Barat. Ia sedang melakukan pendampingan program terhadap empat mitra AFSC di sana. Pendampingan program yang sedang berjalan di keempat mitra tersebut memiliki fokus yang berbeda, namun pada prinsipnya berbentuk pelayanan terhadap masyarakat. Pada salah satu komisi di Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), contohnya, pendampingan diarahkan pada program penguatan kapabilitas tokoh-tokoh agama dalam mengadapi isu-isu sosial.

Christian have to be Careful

Wednesday Forum News Sunday, 3 May 2009

During the April 08, 2009 Wednesday Forum, Dr. Elaine Kay Swartzentruber emphasized the importance of post-colonial criticism in reading the holy or religious texts. Some religious texts, especially the Holy Bible which is influenced by colonial power, have to be read carefully to make the readers or Christians not trapped in colonial perspectives which are not relevant nowadays.

Swartzentruber explained that there are many perspectives in understanding post-colonial theory since its emergence 25 years ago. By citing R.S. Sugihartarja?s point of view, she understood that

1…156157158159160…190

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY