• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • News
  • Fellowship Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan 2021

Fellowship Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan 2021

  • News
  • 30 June 2021, 06.26
  • Oleh: crcs ugm
  • 0

Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada; Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia; Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration—Universitas Jember, dan Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia (Sepaham) menyelenggarakan Program Fellowship Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) untuk Angkatan Ketiga pada tahun 2021.

Program ini bermisi membangun basis pengetahuan akademik bagi KBB dan memberikan landasan yang lebih kokoh untuk advokasi KBB. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan riset-riset multidisiplin mengenai KBB, dan diadakannya pengajaran mengenai KBB (baik sebagai mata kuliah tersendiri atau bagian dari mata kuliah) di perguruan tinggi, dalam disiplin hukum, syariah, filsafat, studi agama, dan ilmu-ilmu sosial dan politik.

Pada tahun 2021, program ini mencari 20-25 dosen dari bidang-bidang studi tersebut yang telah atau berminat mengembangkan pengajaran dan penelitian mengenai KBB. Fellowship ini terdiri dari beberapa tahapan:

  • Tahap I: Dosen terpilih akan mengikuti beberapa sesi kuliah daring,
  • Tahap II: Peserta yang telah menyelesaikan Tahap 1 dengan baik akan diundang untuk workshop luring (sejauh dimungkinkan) terkait penelitian dan pengajaran KBB selama seminggu di Yogyakarta,
  • Sepuluh dosen terpilih, yang akan diseleksi setelah workshop, akan mendapatkan dana penelitian hingga Rp15 juta per orang yang diberikan secara bertahap.
  • Peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan mengikuti Academic Writing Workshop (23 November 2021) yang diselenggarakan Sydney Southeast Asia Centre (University of Sydney) dan Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) (Universitas Jember)
  • Peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan mempresentasikan penelitiannya di Human Rights Conference (24-25 November 2021) yang diselenggarakan oleh Sydney Southeast Asia Centre (University of Sydney dan the Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Universitas Jember.

Kriteria pendaftar:

  • Pendidikan minimal S2 dalam bidang hukum, syariah, filsafat, studi agama, ilmu-ilmu sosial dan politik
  • Pengajar di perguruan tinggi
  • Memiliki rekam jejak penelitian di bidangnya
  • Bersedia mengikuti workshop luring (sejauh dimungkinkan) pada tanggal 26 Juli – 2 Agustus 2021 di Yogyakarta.

Syarat pendaftaran:

  • Mengisi formulir pendaftaran (unduh melalui tautan di bawah; klik “download”)
  • Mengirimkan contoh satu artikel yang telah terbit di jurnal atau buku
  • Menulis proposal penelitian (maksimal 1000 kata)

Tenggat pendaftaran: 12 Juli 2021

Pengumuman hasil seleksi: 19 juli 2021

Alamat surel pengiriman berkas pendaftaran: crcs@ugm.ac.id [dengan subjek: Pendaftaran Fellowship KBB 2021]

[wpdm_package id=’17290′]

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

S U R G A Surga dan neraka memang dibuat sebagai a S U R G A
Surga dan neraka memang dibuat sebagai alat ukur dan wadah pemisah. Keberadaanya merupakan konsekuensi logis dari sebuah tarik ulur tentang baik dan buruk. Mereka yang dijanjikan surga patut bersenang hati. Namun, ada saat ketika keyakinan tentang keselamatan tidak lagi menenangkan. Mungkin persoalannya bukan siapa yang akan masuk surga, melainkan mengapa kita begitu sibuk memastikan orang lain tidak.
Berawal dari percakapan antah berantah, @safinatul_aula tengah berefleksi tentang nasib diri dan teman-temannya nanti. Simak refleksinya di situs web crcs.
Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking glo Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking global oil supply and accelerating the push for alternatives green energy. Geothermal is often framed as the answer. But whose “green” is it?
What if “green energy” isn’t always as green as it sounds?
Together with @honeyyymooooonnn we bring stories from communities on the frontlines of geothermal projects in Indonesia, where sustainability is debated, challenged, and reimagined. It is not just about resistance, but a different way of thinking about energy, justice, and our relationship with nature.

Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
S I M P A N G Ada saat ketika tradisi tidak saling S I M P A N G
Ada saat ketika tradisi tidak saling meniadakan, tetapi diam-diam bernegosiasi. Seperti tahlilan yang bersanding dengan cengbeng. Dua bahasa ritual berbeda yang bertemu dalam kebutuhan yang sama: merawat ingatan dan menghadirkan yang telah tiada. Di situ, batas antara agama dan budaya dilenturkan. Mungkin yang mengganggu bukan pertemuannya, melainkan kegelisahan kita sendiri tentang siapa yang berhak menentukan mana yang sah, mana yang menyimpang.

Simak catatan lapangan @yohanes_leo27 tentang cengbeng di makam dukun gula Bah De Pok hanya di situs web crcs
ENTANGLED WORLDS 🌏 Toward a Transdisciplinary Envi ENTANGLED WORLDS 🌏
Toward a Transdisciplinary Environmental Studies

Wednesday Forum Thematic series brings together three distinct topics, each grounded in different disciplinary and lived backgrounds.
Across these conversations, we move from grassroots environmental struggles in Indonesia, to the historical formation of extractive industries under colonial capitalism, and finally to everyday religious practices embedded in agricultural life. Each session offers a different lens—activism, historical analysis, and lived religion—yet all point to the same reality: our environmental worlds are never isolated, but shaped through complex entanglements of power, belief, and practice.

Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY