• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Tesis
  • Medan Kontestasi Masyarakat Lokal: Kajian terhadap Keberadaan Komunitas Haji Bawakaraeng di Sulawesi Selatan

Medan Kontestasi Masyarakat Lokal: Kajian terhadap Keberadaan Komunitas Haji Bawakaraeng di Sulawesi Selatan

  • Tesis
  • 20 June 2011, 00.00
  • Oleh:
  • 0

Judul: Medan Kontestasi Masyarakat Lokal: Kajian terhadap Keberadaan Komunitas Haji Bawakaraeng di Sulawesi Selatan
Penulis: Mustaqim Pabbajah (CRCS, 2010)
Kata-kata Kunci: Haji Bawakaraeng, kontestasi, Bugis-Makassar, ritual, dan kepercayaan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan tradisi Komunitas Haji Bawakaraeng di Sulawesi Selatan yang masih konsisten mempertahankan dan menjalankan kepercayaannya, serta resistensi mereka dalam mempertahankan tradisinya tersebut. Selain itu, penulis ingin mencoba menggambarkan fenomena ritual ibadah di puncak Gunung Bawakaraeng.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang difokuskan pada kajian tentang tradisi ritual Haji Bawakaraeng di Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yakni mengamati langsung kondisi alam dan kehidupan sosial masyarakat, untuk menemukan fakta tentang keberadaan Komunitas Haji Bawakaraeng. Pengumpulan data juga dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap para tokoh dan penganut kepercayaan Haji Bawakaraeng, demikian pula studi dokumentasi dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh sebelumnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosio-antropologis dan dipaparkan secara deskriptif kualitatif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ritual Haji Bawakaraeng yang dipraktikkan oleh sebahagian orang Bugis-Makassar masih tetap berlangsung hingga saat ini, meskipun menghadapi berbagai macam rintangan. Mereka melakukan kontestasi dan tetap gigih mempertahankan kepercayaan yang dijalani sejak dahulu, dengan melakukan adaptasi dan negosiasi-negosiasi terhadap berbagai penolakan yang mereka hadapi selama ini.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

Ke Tamansari membawa teman Jangan lupa membeli tik Ke Tamansari membawa teman
Jangan lupa membeli tiket masuknya 
Kalau tertarik belajar isu keberagaman 
CRCS UGM jawabannya 😎

Jangan lupa follow TikTok CRCS juga yaa 😉

#crcsugm #admissionopen #adil #setara #selaras
satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan segera satu dua tiga empat
lima enam tujuh delapan
segera daftar ayo cepat
crcs buka pendaftaran
A S (E L A) M A T Konon, Asmat berasal dari kata " A S (E L A) M A T
Konon, Asmat berasal dari kata "As Akat" dalam bahasa setempat yang berarti 'orang yang tepat'. Entah kebetulan atau ada akar bahasa turunan, kata "ismat" (عِصْمَة) dalam bahasa Arab artinya perlindungan dan kerap merujuk pada salah satu sifat manusia terpilih. Hompimpa etimologis tersebut menyiratkan bahwa keselamatan sudah menubuh dalam masyarakat adat Asmat. Namun, keselamatan rupanya punya banyak versi dan tidak selalu bersepakat, bahkan saling meniadakan. Apa pun versinya, keselamatan tak boleh menjadi alasan untuk menghapus memori, apalagi eksistensi. Keselamatan seharusnya membuka ruang baru untuk saling memahami.

Simak ulasan @yunus_djabumona tentang Asmat dan keselamatan hanya di situs web crcs.
keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpi keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpihakan
damai bahagia untuk sesama dan semesta
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY