• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Book Review
  • Mengelola Keragaman dan Kebebasan Beragama : Sejarah, Teori dan Advokasi

Mengelola Keragaman dan Kebebasan Beragama : Sejarah, Teori dan Advokasi

  • Book Review
  • 7 December 2015, 13.06
  • Oleh:
  • 0

Mengelola Keragaman dan kebebasan beragama

Buku ini adalah buku pertama dari serial penerbitan yang melihat persoalan keragaman agama di Indonesia saat ini dan advokasi untuk itu. Dalam bab pendahuluannya, Zainal Abidin Bagir memetakan persoalan-persoalan keragaman di Indonesia masa transisi demokrasi dan juga advokasinya. Robert Hefner melihat konteks historis isu kebebasan beragama dan pengelolaan keragaman sejak masa kemerdekaan,dan menarik pelajaran teoretis dari sejarah itu. Ihsan Ali-Fauzi mematok beberapa acuan normatif, menggambarkan arenanya, dan  membahas dengan cukup terinci aktor, sekutu dan pesaing advokasi itu. Dengan itu, buku ini berharap agar dapat memberikan gambaran tentang advokasi untuk pluralisme dan kebebasan beragama di Indonesia yang agak menyeluruh meskipun singkat dan menyediakan kerangka konseptual guna memahaminya. Buku Kedua yang terbit bersama buku ini merupakan refleksi beberapa kerja advokasi tersebut, dan secara lebih spesifik melihat perbedaan, dan ketegangan, di antara beberapa pendekatan advokasi dan kemungkinan titik temunya.

Penulis : Zainal Abidin Bagir, Robert W. Hefner, Ihsan Ali-Fauzi
Penerbit : CRCS-UGM
Tahun : 2014
Halaman : viii + 128 Halaman
ISBN : 978-602-17781-5-9
[wpdm_package id=’4860′]

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

Kuliah itu SCAM? Apa sih bedanya SCAM versi anak Kuliah itu SCAM?

Apa sih bedanya SCAM versi anak CRCS UGM?
 #skill #connection #attitude #mindset #fyp
B A T A S Ada momen ketika agama hadir sebagai ba B A T A S 
Ada momen ketika agama hadir sebagai bahasa terakhir untuk bertahan. Seperti perempuan-perempuan di Sudan yang mempertanyakan apakah bunuh diri bisa menjadi jalan pulang yang lebih manusiawi daripada hidup dalam kekerasan. Ini merupakan situasi ekstrem ketika dosa dan keselamatan tidak lagi nyata dalam keseharian sementara dunia memilih diam. Pada titik itu, mereka memilih untuk berbicara "langsung" kepada Tuhan melalui jalan yang kelam.

Simak refleksi @safinatul_aula tentang bunuh diri dan agensi "kesalehan" di situs web crcs
A N G K E R Makam menjadi ruang pisah antara yang A N G K E R
Makam menjadi ruang pisah antara yang hidup dan mati. Mereka yang masih bernyawa melanjutkan cerita, mereka yang mati bersemayam di makam. Pada titik ini, makam memisahkan antara yang sakral dan profan, yang adi kodrati dan yang sehari-hari. Namun, makam juga menjadi ruang jumpa antarkeduanya. Yang hidup menceritakan ulang kisah yang meninggal sehingga mendiang terus mengada. Selama kisah diceritakan dan nama terus diumbulkan ke langit, selama itu pula mereka mengabadi. Karenanya, makam itu angker, sebuah jangkar yang menakutkan dan menautkan sekaligus. 

Simak catatan lapangan @yohanes_leo27 terkait makam di situs web crcs.
GRWM bareng CRCS UGM batch 2025!!! GRWM bareng CRCS UGM batch 2025!!!
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY