• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Yulianti

Yulianti

  • 20 December 2024, 14.36
  • Oleh: crcs ugm
  • 0

Email address:

  • yulianti@ugm.ac.id

Education

  • Ph.D.  | Universiteit Leiden/Universitas Gadjah Mada |  Institute for History 
  • M.A. | Florida International University, USA. 2010 | Religious Studies Department
  • M.A. | Universitas Gadjah Mada, Indonesia | Religion and Cross-Cultural Studies (CRCS)
  • B.A. | International Theravada Buddhist Missionary University, Myanmar,2005 | Buddhist Studies

Teaching Focus

  • History of Religion
  • Advanced Study of Buddhism/Transnational Buddhism
  • Teaching World Religions
  • Religious material cultures and  heritage

Ongoing Researches

  • The Birth of Buddhist Organization in  early twentieth century Indonesia
  • The Conflict over Klenteng among the Chinese religions followers (Confucianist, Buddhist and Tridharma). 

Journal and Online Publications

  • Iqbal Ahnaf, Yulianti, Selvonne C.P., M. Naufal F. Ahda, Transformasi digital, perubahan sosial dan tantangan reproduksi budaya budaya damai masyarakat agama di Yogykarta, Jurnal Masyarakat dan Budaya 25: 1(2023), pp.  67-81
  • Yulianti, Globalization and Buddhism in Indonesia: Building Myanmar’s Shwedagon Pagoda, September 2022. https://www.counterpointknowledge.org/globalization-and-buddhism-in-indonesia-building-myanmars-shwedagon-pagoda/
  • Yulianti, Y. The Birth of Buddhist Organizations in Modern Indonesia, 1900–1959. Religions 13 (2022) pp. 217.
  • Yulianti, Sejarah Perayaan Waisak di Indonesia Bermula dari Masa Kolonial, https://tirto.id/sejarah-perayaan-waisak-di-indonesia-bermula-dari-masa-kolonial-ggkQ
  • Yulianti Seeing a Buddhist Doing Bussiness in Contemporary Indonesia: An interview with Mr. Sudhamek A.W.S., Shirkah Journal of Economics and Business, vol. 3 no. 2 (May-August 2018), 179-96.
  • Yulianti Jejak Buddhisme dalam Novel Karya Kwee Tek Hoay “Boenga Roos dari Tjikembang”, SASDAYA Gadjah Mada Journal of Humanities, vol. 2 no. 1 (November 2017), 255-266.
  • Yulianti, The Quandary of the Saffron’s involvement in Politics in Burma, Religio, Journal Studi Agama-agama, vol. 3, no. 2 (September 2013), 238-55.

Book Chapter/Book Edited

  • Bambang Purwanto, Roel Frakking, Abdul Wahid, Gerry van Klinken, Martijn Eickhoff, Yulianti, Ireen Hoogenboom (eds.), Revolutionary Worlds: Local perspectives and dynamics during the Indonesian Independence War, 1945-1949 (Amsterdam: Amsterdam University Press, 2023). 
  • Abdul Wahid, Yulianti (ed.), Onze revolutie: Bloemlezing uit de Indonesische geschiedschrijving over de strijd voor de onafhankelijkheid, 1945-1949 (Amsterdam: Amsterdam University Press, 2023).
  • Yulianti, ”Pluralisme Kebatinan” di dalam Majalah Peranakan Tionghoa pada Masa Kolonial Akhir: Moestika Dharma (1932-1942)”, In  Sri Margana, Ahmad Faisol, at al (eds.), Pluralisme dan Identitas: Pengalaman dan Pandangan Berkebangsaan. (Yogyakarta: Ombak, 2017). 

Conference and Seminar

  • “Bridging the Narratives: Indonesian and Dutch Historians Re-examine the Indonesian Independence War”, Book Presentation and Symposium of Research Project Independence, Decolonization, Violence, and War in Indonesia, 1945-1949, KITLV-UGM, Leiden, 2 February 2023. https://www.niod.nl/en/news/book-presentation-and-symposium-february-2-bridging-narratives-indonesian-and-dutch-historians
  •  “Transnational Buddhist networks: Indonesia-Myanmar relations in contemporary Indonesia”, International Conference Buddhism in Indonesia: Past and Present, 10 Years of Indonesian Studies at The Hebrew University of Jerusalem, Israel,  5 – 6 December 2022. https://textualmicrocosms.huji.ac.il/event/buddhism-indonesia-past-and-present. 
  • “The Making of Buddhism in Modern Indonesia: South and Southeast Asian networks and agencies”, Cosmopolis Seminar, Colonial and Global History, Leiden University institute for History. The Netherlands, 7 december 2017 http://hum.leiden.edu/history/cosmopolis/events/seminars.html
  • “East-West Collision: (re)emergence of Buddhism in late colonial Indonesia”, Buddhism in the Global Eye: Beyond East and West. The 6th Annual Tung Lin Kok Yuen Canada Foundation Conference. University of British Columbia, August 10 – 12, 2016.
  • “Tough Negotiation: Theravada Buddhism for the Peranakan Chinese in late colonial Indonesia (Ca. 1930s)”, 10th singapore graduate forum on southeast asian studies, Asia Research Institute, National University of Singapore. 24 - 26 June 2015
  • “New Space for Peranakan Chinese Woman: Mrs. Tjoa Hin Hoeij in the History of Buddhism in Late-Colonial Indonesia”, The 14th Sakyadhita International Conference, summer 2015, Yogyakarta, Indonesia. https://www.sakyadhita.org/docs/resources/epublications/Compassion+SocialJustice-BOOKMARKED_SI14.pdf
  • “Considering the Role of Buddhist Women in the History of Buddhism in Indonesia (1930-40)”, Cosmopolis Conference: The Making of Religious Traditions in the Indonesian Archipelago: History and Heritage in Global Perspective (1600-1940), 20-22 June 2014, Yogyakarta, Indonesia.

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY