• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Berita Wednesday Forum
  • CRCS & ICRS WEDNESDAY FORUM : Debat Publik tentang Peran Media dalam Masyarakat : Konteks Indonesia

CRCS & ICRS WEDNESDAY FORUM : Debat Publik tentang Peran Media dalam Masyarakat : Konteks Indonesia

  • Berita Wednesday Forum
  • 15 December 2009, 00.00
  • Oleh:
  • 0

Diskusi Forum Rabu CRCS dan ICRS akan membahas tentang Debat Publik tentang Peran Media dalam Masyarakat : Konteks Indonesia. Pembicara yang akan tampil adalah Prof. David Mould, dosen di Universitas Ohio. Diskusi akan dilaksanakan pada;

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Desember 2008
Jam :12;30 2;30 WIB
Tempat : Ruang 306, Sekolah Pasca Sarjana UGM. Jln. Teknika Utara Pogung Ykt

Di bawah ini merupakan abstrak dan biografi singkat pembicara

Abstract:

Television journalism in Indonesia has experienced rapid expansion and change in the decade since the fall of the New Order regime. New national commercial networks and hundreds of local stations have been opened, providing audiences with a broad range of news and information programs and opening the airwaves to voices that would not have been heard during the Soeharto era. However, this growth has provoked an energetic public debate about the role of media in society. Do journalists, freed from direct government control, have a responsibility to promote national unity in reporting on separatist conflicts or to support mainstream religious principles? Have business owners and commercial advertisers replaced government censors as information gatekeepers? This presentation, based on interviews with television journalists and editors, suggests that Indonesia is experiencing many of the same challenges that other countries face as they emerge from a period of authoritarian control.

About the speaker:

Prof. David Mould earned his Ph.D., Individual Interdisciplinary Program (American history, literature and cultural geography) from Ohio University , 1989. He is currently Associate Dean for Research and Graduate Studies, Scripps College of Communication, and Professor of Media Arts and Studies (mass communication and electronic media). International media training and consulting experience with USAID, USIS, UNESCO, IREX, Asia-Pacific Institute for Broadcasting Development (AIBD), and Open Society Institute, in Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Mongolia, Malaysia, Thailand, Indonesia, India, Pakistan, Russia, and other countries. For his detailed CV, please contact the organizer.

Registration: Forum diskusi ini gratis dan terbuka untuk umum, jika Anda berminat untuk menjadi pembicara di forum ini, silahkan menghubungi kami.


Contact person:

Maufur ipung (ICRS): maufur_nd@yahoo. comMustaghfiroh Rahayu (CRCS): mth.rahayu@gmail. com

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

vasudaiva kutubakam selamat menghayati catur brat vasudaiva kutubakam

selamat menghayati catur brata nyepi
SUAR(U)A(NG) Di antara gema takbir dan sunyi nyepi SUAR(U)A(NG)
Di antara gema takbir dan sunyi nyepi, kita belajar satu hal yang jarang diakui: yang sakral tidak selalu saling memahami. Di titik itu, iman tidak hanya soal percaya, tetapi juga soal berbagi ruang. Rahajeng lailatul nyepi.
NYALI Nyali kerap dipahami sebagai sesuatu yang me NYALI
Nyali kerap dipahami sebagai sesuatu yang meledak-ledak. Seolah ia hadir dalam bentuk teriakan, gebrakan meja, atau keberanian untuk menantang secara dramatis. Padahal, nyali justru seringkali bersembunyi di tempat yang sunyi, pada sebuah jeda yang membuat seseorang terus berjalan dalam iman dan keadilan. Seperti para pemuka agama yang ditukil dan didongengkan oleh @nf_nuzula , Melalui sosok-sosok tersebut, nyali menemukan bentuknya yang hakiki: keberpihakan. Nyali merekalah yang membuat nyala agama tetap ada di hati rakyat dan mereka yang tertindas.
M E R A H Merah itu mencolok, laiknya luka yang ta M E R A H
Merah itu mencolok, laiknya luka yang tak sempat disembunyikan. Salib-salib merah suku Awyu berdiri di tanah yang hendak dirampas. Ia menjadi tanda bahwa ada yang sedang dipertahankan, sekaligus yang perlahan coba dihilangkan. Merah bukan sekadar warna iman. Ia berubah menjadi bahasa tentang kehilangan, tentang klaim atas ruang, dan tentang ingatan yang menolak dihapus diam-diam. 
Simak ulasan @tropicalboi tentang perlawanan masyarakat adat Awyu melalui kreativitas beragama, hanya di situs web crcs.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY