• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Berita Wednesday Forum
  • Forum Rabu CRCS&ICRS: Fulbright and the Cultural Politics of Interfaith Action

Forum Rabu CRCS&ICRS: Fulbright and the Cultural Politics of Interfaith Action

  • Berita Wednesday Forum
  • 4 March 2008, 00.00
  • Oleh:
  • 0

“Fulbright and the Cultural Politics of Interfaith Action” merupakan tema diskusi rutin Forum Rabu CRCS&ICRS. Diskusi akan diselenggarakan pada hari Rabu, 5 Maret 2008. Sebagai pembicara Dr. Farsijana Adeney-Risakotta.

Dr. Farsijana Adeney-Risakotta adalah ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat) di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Indonesia, serta Sekertaris Umum, Koalisi Perempuan Indonesia, Cabang Sleman. Beliau juga adalah core doctoral faculty pada International Consortium for Religious Studies, Yogyakarta (ICRS-Yogya). Beliau pemperoleh gelar Ph.D dari Radboud University Nijmegen, Netherlands. Selain itu, beliau merupakan editor buku Perempuan dan Bencana.

Diskusi akan dilaksanakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, lantai 3, ruang 306, jam 13:00-15:00. Diskusi ini gratis dan seperti biasa, sebelum diskusi dimulai, para peserta akan diundang untuk makan siang bersama.

Dibawah ini merupakan abstrak dari tema yang akan dipresentasikan.

Abstract:

Fulbright and the Cultural Politics of Interfaith Action
By; Farsijana Adeney-Risakotta

This paper is a work in progress on my research concerning the roles of religions in transforming cultural politics in Indonesia. It argues that religions in their own original contexts have provided fundamental conditions in the struggle for social justice and peace-making. Cultural politics in this study, is related to transnational cultural identities and processes. It includes the analysis of political problems and the character and agency of cultural and political explanations. The American Fulbright Program has stimulated many changes in the meaning and interpretations of interfaith action that are influenced by the US’s socio-historical, cultural and political circumstances. The question that this paper tries to answer is to what extend the transnational cultural politics of Fulbright can (or should) empower world religions elsewhere in this globe to channel prophetic voices for social justice and peaceful efforts? How may the Interfaith Action Program, which began its first program in August to December 2007, challenge religious communities in Indonesia.

Keywords: Transnational analysis, cultural politics, religion and interfaith action

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY