• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Video Amerta
  • Greeting (Salam)

Greeting (Salam)

  • Video Amerta
  • 29 March 2025, 15.04
  • Oleh: crcs ugm
  • 0

Greeting

I will try to embrace the first time I learned Amerta with Mbah Prapto. I learned how greeting is very important to start a relationship. Greeting the universe, greeting nature, say hi to the universe. It is through our effort to start a good relationship with the universe, with greetings, that we can prove that our bodies have manners that should be appreciated by nature itself. Like the Buddha statue at Borobudur temple, when doing the abhaya mudra pose. Greetings of kindness to all beings.

Then how do we greet ourselves… body space, nature space, home space, emotional space, inner space, mind space.

Greeting, observing, seeing in detail slowly and continuously… greeting things that are important or unimportant according to us, big or small, visible or invisible.

By continuously observing, it is hoped that we will reduce the causes of unhappiness, such as ignorance, lust and desire.

We will be busy with the wonder of forms, sensations, cause and effect, encounters and we will realize a meaning of existence.

—

Salam

Saya akan berusaha merangkul kembali masa tahun pertama saya belajar Amerta dengan Mbah prapto. Saya mendapatkan pelajaran bagaimana menyapa itu sangat penting untuk memulai sebuah hubungan. Salam jagad. Menyapa alam adalah upaya kita untuk memulai hubungan yang baik dengan alam semesta. Dengan salam, kita bisa membuktikan bahwa tubuh kita mempunyai tata sopan santun yang patut dihargai oleh alam itu sendiri. Seperti pada arca Buddha di Candi Borobudur  saat pose abhaya mudra. Salam kebajikan untuk semua makhluk.

Lalu, bagaimana kita menyapa diri kita sendiri? Ruang tubuh, ruang alam, ruang rumah, ruang emosi, ruang batin, ruang pikiran.

Menyapa, mengamati, melihat secara rinci perlahan-lahan dan terus menerus. Menyapa hal yang penting atau yang tidak penting menurut kita, yang besar atau yang kecil, yang terlihat atau tidak.

Dengan mengamati terus-menerus, kita diharapkan akan mengurangi penyebab ketidakbahagiaan, seperti kebodohan batin, nafsu keinginan.

Kita akan seraya sibuk dengan ketakjuban bentuk, sensasi, sebab akibat, pertemuan, dan lain-lain. Kita akan menyadari sebuah arti keberadaan.

 

_____________________

Ayu Wardani is a choreographer, dancer, and Amerta practitioner. She graduated from ISI (Dance Department) in 2009. She studied olahrasa (the exercise of feeling) independently with Elly D. Luthan, Mandala movement with Fajar Satriadi, contemporary techniques and yoga with Boby Ari Setiawan, and Joged Amerta with Mbah Prapto. She studied intensively with Mbah Prapto for about five years. With his blessing and her parents’ support, she has strived to continue his vision and legacy by founding Pantjali, a space for learning and practice that integrates dance, Amerta, and martial arts from Bapak Andreas into a method known as Sardiwa.

Ayu Wardani ialah seorang koreografer, penari dan praktisi Amerta. Lulus isi seni tari 2009, belajar secara mandiri tentang olahrasa dengan Elly d.luthan, Mandala Movement dengan Fajar Satriadi, teknik kontemporer dan yoga dengan Boby Ari Setiawan, serta Joged Amerta dengan Mbah Prapto. Belajar secara intensif dengan Mbah Prapto kurang lebih lima tahun lalu dengan bekal restu beliau dan restu orang tua, saya berusaha melanjutkan cita-cita dan perjalanan beliau dengan mendirikan Pantjali sebagai tempat belajar dan berlatih serta menggabungkan pengetahuan tari, Amerta, dan silat dari Bapak Andreas menjadi sebuah metode yang disebut Sardiwa.

Tags: Ayu Wardani Video Amerta

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY