• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Book
  • Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama

Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama

  • Book
  • 22 March 2024, 15.25
  • Oleh: crcs ugm
  • 2

Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama: Ketegangan dalam Ragam Pendekatan Advokasi bagi Kelompok Terpinggirkan

CRCS UGM – 22 Maret 2024

Bersamaan dengan menguatnya dasar legal dan konstitusional kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) di Indonesia, advokasi KBB pun berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. Namun tidak jarang ada perbedaan, bahkan ketegangan, dalam mengadvokasi kasus-kasus yang melibatkan pelanggaran KBB. Sebagian mengedepankan peran advokat atau aktivis yang memperjuangkan pemenuhan hak pihak yang terlanggar, sebagian lainnya mengedepankan peran mediator atau fasilitator yang menjembatani para pihak dalam memenuhi kebutuhan bersama dan memperbaiki hubungan mereka. Terkadang perbedaan strategi ini dapat saling mendelegitimasi.

Buku hasil kerja sama tiga lembaga—Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross cultural Studies/CRCS), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada; Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina; dan Sekber Koalisi Advokasi KBB—ini mereeksikan perkembangan di atas. Bagian pertama mengangkat dua studi kasus, yaitu: 15 tahun upaya penanganan atas masalah yang menimpa Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Kota Bogor, Jawa Barat; dan pengalaman Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam memediasi kasus-kasus KBB. Dua bab berikutnya menawarkan analisis lebih mendalam atas pendekatan berbasis-kekuatan, hak dan kepentingan dalam konteks kasus-kasus terkait KBB.

__________________

Penulis: Zainal Abidin Bagir, Ihsan Ali-Fauzi, Raditya Darningtyas, Husni Mubarok, Irsyad Rafsadie, Diah Kusumaningrum | Penerbit: PUSAD Paramadina, CRCS UGM, Sekber Koalisi Advokasi KBB | 2023 | 162 hlm

__________________

Klik “download” dalam kotak biru

[wpdm_package id=’19184′]

 

Tags: GKI Yasmin KBB kebebasan beragama atau berkeyakinan

Leave a Reply to Elpi Alawiyah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Comment (2)

  1. Elpi Alawiyah 1 years ago

    Acara ini sangat bagus mantaf keren

    Reply
  2. Ursulah andres 1 years ago

    Berusaha mencegah konflik..dengan bekerja sma

    Reply

Instagram

Ke Tamansari membawa teman Jangan lupa membeli tik Ke Tamansari membawa teman
Jangan lupa membeli tiket masuknya 
Kalau tertarik belajar isu keberagaman 
CRCS UGM jawabannya 😎

Jangan lupa follow TikTok CRCS juga yaa 😉

#crcsugm #admissionopen #adil #setara #selaras
satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan segera satu dua tiga empat
lima enam tujuh delapan
segera daftar ayo cepat
crcs buka pendaftaran
A S (E L A) M A T Konon, Asmat berasal dari kata " A S (E L A) M A T
Konon, Asmat berasal dari kata "As Akat" dalam bahasa setempat yang berarti 'orang yang tepat'. Entah kebetulan atau ada akar bahasa turunan, kata "ismat" (عِصْمَة) dalam bahasa Arab artinya perlindungan dan kerap merujuk pada salah satu sifat manusia terpilih. Hompimpa etimologis tersebut menyiratkan bahwa keselamatan sudah menubuh dalam masyarakat adat Asmat. Namun, keselamatan rupanya punya banyak versi dan tidak selalu bersepakat, bahkan saling meniadakan. Apa pun versinya, keselamatan tak boleh menjadi alasan untuk menghapus memori, apalagi eksistensi. Keselamatan seharusnya membuka ruang baru untuk saling memahami.

Simak ulasan @yunus_djabumona tentang Asmat dan keselamatan hanya di situs web crcs.
keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpi keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpihakan
damai bahagia untuk sesama dan semesta
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY