• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Headline
  • PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA ESAI GURU 2015

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA ESAI GURU 2015

  • Headline, News
  • 15 August 2015, 07.53
  • Oleh:
  • 2

IMG-20150707-WA0000
Guru-guru SMA dan SMK peserta workshop penulisan esai di CRCS UGM

Terima kasih kepada 13 peserta terpilih yang telah mengikuti kegiatan workshop penulisan esai selama satu bulan di Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious Studies and Cross-cultural Studies/CRCS). Terima kasih dan selamat atas kerja keras dan waktu yang telah dicurahkan untuk lomba ini. Setelah melewati berbagai diskusi dan penilaian selam proses workshop, juri telah menetapkan tiga pemenang terbaik dan sepuluh pemenang harapan yang esai-esainya akan dipublikasikan dalam betuk buku. Seluruh ketentuan mengenai Lomba Esai Guru 2015 merupakan keputusan dewan juri yang bersifat mutlak yang tidak dapat diubah dan diganggu gugat.
Selamat kepada para pemenang!
Pemenang I  Anis Farichatin SMA PIRI I Yogyakarta  mendapatkan Rp 1.500.000
Pemenang II  Arifah Suryaningsih SMK Negeri 2 Sewon mendapatkan Rp 1.250.000
Pemenang III  Puji Handayani SMA N 1 Muntilan mendapatkan Rp 1.000.000
10 Pemenang Harapan masing-masing mendapatkan Rp 500.000

  1. Dany Bilkis Saida Aminah, MA Sunan Pandanaran
  2. Eka Ary Wibawa, SMA Negeri 1 Kalasan
  3. Erny Yunita Sari, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta
  4. Ida Retnawati, SMA Negeri 11 Yogyakarta
  5. Imam Mutakhim, SMA Negeri 4 Yogyakarta
  6. Indriyani Ma’rifah, SMP-SMA Budi Mulia Dua Yogyakarta
  7. Oktavianus Jeffrey Budiarto, SMA Tumbuh (Sekolah Tumbuh)
  8. Sangidah Rofi’ah, SMAN 2 Yogyakarta
  9. Sari Oktafiana, SMA Tumbuh
  10. Suwandi, MAN Yogyakarta III

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

B A T A S Ada momen ketika agama hadir sebagai ba B A T A S 
Ada momen ketika agama hadir sebagai bahasa terakhir untuk bertahan. Seperti perempuan-perempuan di Sudan yang mempertanyakan apakah bunuh diri bisa menjadi jalan pulang yang lebih manusiawi daripada hidup dalam kekerasan. Ini merupakan situasi ekstrem ketika dosa dan keselamatan tidak lagi nyata dalam keseharian sementara dunia memilih diam. Pada titik itu, mereka memilih untuk berbicara "langsung" kepada Tuhan melalui jalan yang kelam.

Simak refleksi @safinatul_aula tentang bunuh diri dan agensi "kesalehan" di situs web crcs
A N G K E R Makam menjadi ruang pisah antara yang A N G K E R
Makam menjadi ruang pisah antara yang hidup dan mati. Mereka yang masih bernyawa melanjutkan cerita, mereka yang mati bersemayam di makam. Pada titik ini, makam memisahkan antara yang sakral dan profan, yang adi kodrati dan yang sehari-hari. Namun, makam juga menjadi ruang jumpa antarkeduanya. Yang hidup menceritakan ulang kisah yang meninggal sehingga mendiang terus mengada. Selama kisah diceritakan dan nama terus diumbulkan ke langit, selama itu pula mereka mengabadi. Karenanya, makam itu angker, sebuah jangkar yang menakutkan dan menautkan sekaligus. 

Simak catatan lapangan @yohanes_leo27 terkait makam di situs web crcs.
GRWM bareng CRCS UGM batch 2025!!! GRWM bareng CRCS UGM batch 2025!!!
Does Indonesia have its own philosophers? Can Indo Does Indonesia have its own philosophers?
Can Indonesian thinkers really stand alongside Greece, the Arab world, or the West? Or is that the wrong question to begin with? From Tan Malaka to Nurcholish Madjid, from Abdurrahman Wahid to Azyumardi Azra, Indonesian thinkers have long been engaging, reworking, and transforming global ideas into something rooted in their own realities. 
Let’s unpack this together with @almakin_uinsuka.
Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY