• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Video Amerta
  • Spontanity Connecting Awareness

Spontanity Connecting Awareness

  • Video Amerta
  • 22 March 2025, 18.32
  • Oleh: crcs ugm
  • 0

______________________

Cyntia Ingrid, 25 years old, hails from the Bangka Belitung Islands. An art and philosophy enthusiast, she loves to create, read, and explore. She is currently delving into and exploring the field of Dance Movement Therapy (DMT) as a conscious activity to harmonize body, mind, and soul. The life philosophy in the Amerta Movement and the concepts introduced by its founder, the late Suprapto Suryodarmo, inspired her to explore this meditative movement firsthand. She happens to be exploring improvisation as a bodily language of dance—moving and being present in the moment—making Joged Amerta one of the foundational concepts in her literature and practical exploration of improvisation and body consciousness/mindfulness. In the future, she aims to further and deepen her exploration of Joged Amerta. She expresses gratitude for the space provided for many bodies to reconnect with Joged Amerta and with the spiritual consciousness of the late Suprapto Suryodarmo.

Cyntia Ingrid, 25 tahun, asal Kepulauan Bangka Belitung. Peminat seni dan filsafat, suka mencipta, baca, dan eksplorasi. Saat ini sedang menggali dan mengeksplorasi bidang Dance Movement Therapy (DMT) sebagai aktivitas kesadaran harmonisasi antara tubuh, pikiran, and jiwa. Filosofi kehidupan yang terkandung dalam Amerta Movement dan konsep yang ditanam oleh  Suprapto Suryadharmo menginspirasinya untuk mencoba langsung eksplorasi gerakan meditasi ini. Ia sedang  menggali teknik improvisasi sebagai bahasa ekspresi tubuh tari, bergerak, dan sadar di momen saat ini juga.  Joged Amerta menjadi salah satu pendorong yang melandasi konsep literatur serta praktik eksplorasinya  terhadap improvisasi dan kesadaran tubuh (body consciousness/mindfulness).Ia terus mengeksplorasi Joged Amerta lebih jauh dan mendalam, “Terima kasih atas ruang yg diberikan bagi banyak tubuh untuk berkenalan kembali dengan  Joged Amerta, berkomunikasi kembali dg kesadaran hati & jiwa  Suprapto Suryadharmo (alm)”.

Tags: cyntia ingrid Video Amerta

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

Ke Tamansari membawa teman Jangan lupa membeli tik Ke Tamansari membawa teman
Jangan lupa membeli tiket masuknya 
Kalau tertarik belajar isu keberagaman 
CRCS UGM jawabannya 😎

Jangan lupa follow TikTok CRCS juga yaa 😉

#crcsugm #admissionopen #adil #setara #selaras
satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan segera satu dua tiga empat
lima enam tujuh delapan
segera daftar ayo cepat
crcs buka pendaftaran
A S (E L A) M A T Konon, Asmat berasal dari kata " A S (E L A) M A T
Konon, Asmat berasal dari kata "As Akat" dalam bahasa setempat yang berarti 'orang yang tepat'. Entah kebetulan atau ada akar bahasa turunan, kata "ismat" (عِصْمَة) dalam bahasa Arab artinya perlindungan dan kerap merujuk pada salah satu sifat manusia terpilih. Hompimpa etimologis tersebut menyiratkan bahwa keselamatan sudah menubuh dalam masyarakat adat Asmat. Namun, keselamatan rupanya punya banyak versi dan tidak selalu bersepakat, bahkan saling meniadakan. Apa pun versinya, keselamatan tak boleh menjadi alasan untuk menghapus memori, apalagi eksistensi. Keselamatan seharusnya membuka ruang baru untuk saling memahami.

Simak ulasan @yunus_djabumona tentang Asmat dan keselamatan hanya di situs web crcs.
keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpi keluarga bukan soal kepemilikan, melainkan keberpihakan
damai bahagia untuk sesama dan semesta
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY