• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pluralism Researches
  • Book: Civic Pluralism

Book: Civic Pluralism

  • Pluralism Researches
  • 26 June 2011, 22.02
  • Oleh:
  • 0

SUMMARY
Pluralisme Kewargaan: Arah Baru Politik Keragaman di Indonesia (Civic Pluralism: New Directions of Politics of Diversity in Indonesia) seeks to shows some real efforts discussing current issues related to negotiations of state discourses in society. This book not only offers a new concept of how to analyze society negotiates the state, but provides also several discouse domains in which the public authority actually plays important role in processing and managing diversity. Written by some academics-cum-activists, make this book finds its significant, both for academic discussion and debate as well as social guides for policy makers.
CONTENT;
Kata pengantar
Bab 1. Pluralisme Kewargaan: Dari Teologi ke Politik

  • Agama di Ruang Publik: Dari Fundamentalisme ke Pluralisme
  • Pemetaan Teoritis “Keragaman Agama”: Identitas dalam Konteks Negara-Bangsa
  • Politik Identitas
  • Agama sebagai Identitas
  • Semantik “Pluralisme”: Dari Teologi ke Politik
  • Pluralisme atau Multikulturalisme
  • Peta Buku Ini

Bab 2. Keragaman, Kesetaraan, dan Keadilan: PLuralisme Kewargaan dalam Masyarakat Demokratis

  • Keragaman di Ruang Publik dan Partisipasi
  • Rekognisi, Representasi, dan Redistribusi
    • Politik Rekognisi
    • Politik Representasi
    • Politik Redistribusi
  • Ranah Publik dalam Prisma Keragaman
    • Liberalisme Rawls
    • Nalar Kewargaan an Nai’m
    • Multikulturalisme Parekh
  • Implikasi Negosiasi/Agensi
    • Budaya Kewargaan sebagai “Budaya Nasional”?
    • Peran Negara, Kesetaraan Hukum dan Akomodasi Kemajemukan
  • Kesimpulan: Dari Plural ke Kewargaan

Bab 3. Akomodasi Transformatif: Tawaran atas Pengelolaan Keragaman dan Hak-Hak Perempuan

  • Dilema Multikulturalisme di Berbagai Negara
    • Poligami di Perancis
    • Shah Bano di India
    • Kasus Agunah bagi Perempuan Yahudi Orthodoks
    • Nusyuz dan Poligami dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia
  • Keragaman Budaya, Hukum Agama dan Perempuan
  • Kesetaraan dan Kebebasan, tapi Tidak Liberal
  • Tiga Prinsip Akomodasi Transformatif
  • Penutup dan Pertanyaan Lebih Lanjut

Bab. 4 Kaum Muda dan Pluralisme Kewargaan

  • Koorporatisme Negara Orde Baru dan Pendekatan Islam Kultural
  • Mentoring Islam di Sekolah
  • Berdakwah melalui Media Islam Popular
  • Sekolah sebagai Institusi Publik dan Nasib Ruang Publik Siswa di Sekolah
  • Mencari Pendekatan Baru: Mengalami Pluralisme
  • Penutup

Bab 5. Negara, Kekuasaan, dan “Agama”: Membedah Politik Perukunan Rezim Orba

  • Mengapa RUU KUB?
  • Pancasila: Jalan Tengah yang Selalu Goyah
  • Paham Kerukunan yang (Selalu) bermasalah
  • Logika Kekuasaan RUU KUB
  • Mengembangkan Paradigma Alternatif

Bab 6. Agama di Bilik Suara: Representasi Agama dalam Demokrasi di Ranah Lokal

  • Renegosiasi Batas-Batas
  • Dari Konflik Kekerasan ke Kontestasi
  • Agama dalam Politik Lokal
    • Agama dalam Politik Demografi
    • Agama dalam Koalisi Partai
  • Agama dalam Kampanye
  • Agama dalam Suara Pemilih
  • Titik Simpul: Agama dalam Pemilukada
  • Agama, Demokrasi dan Pluralisme Kewargaan

Biodata Penulis
Catatan Akhir

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY