• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Berita Wednesday Forum
  • Forum Rabu CRCS&ICRS: "Religious Discourse, Social Cohesion and Conflict From Religious Studies to Inter-religious Studies"

Forum Rabu CRCS&ICRS: "Religious Discourse, Social Cohesion and Conflict From Religious Studies to Inter-religious Studies"

  • Berita Wednesday Forum
  • 8 April 2008, 00.00
  • Oleh:
  • 0

“Religious Discourse, Social Cohesion and Conflict From Religious Studies to Inter-religious Studies” merupakan tema diskusi rutin Forum Rabu CRCS&ICRS. Diskusi akan diselenggarakan pada hari Rabu, 9 April 2008, bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, lantai 3, ruang 306, jam 13:00-15:00. Sebagai pembicara Prof. Frans Wijsen.

Prof. Frans Wijsen mempelajari theology di Heerlen dan Nijmegen, dimana beliau memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1992. Pada tahun 1984 sampai 1988 beliau melakukan penelitian di Tanzania. Pada tahun 1988 beliau menjadi pengajar dalam mata kuliah science of religion and mission di Universitas untuk Theology dan Pastoral di Heerlen. Pada tahun 1992, beliau bergabung dengan Fakultas Theology di Nijmegen. Saat ini, Frans Wijsen merupakan professor dalam bidang agama Kristen dan Hubungan Antar-agama di fakultas Studi Agama, dan direktur Nijmegen Institute for Mission Studies Centre for Studies in World Christianity. Sejak tahun 1995 beliau menjadi professor tamu di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Indonesia. Sejak tahun 2004 beliau juga menjadi professor tamu di Tangaza College.

Diskusi ini gratis dan seperti biasa, sebelum diskusi dimulai, para peserta akan diundang untuk makan siang bersama.

Dibawah ini merupakan abstrak dari tema yang akan dipresentasikan.

Abstract:“Religious Discourse, Social Cohesion and Conflict from Religious Studies to Inter-religious Studies”

According to some scholars there is a global resurgence of religion.Moreover there seems to be a growing tension between religions. It is not clear why this is so. I will argue that the classical ways of studying religions and inter-religious relations are not helpful to understand religious dynamics in a post-colonial and post-modern world. The main problem is the underlying essentialism and objectivism of religious studies thus far. I will argue for a narrative theory of religion and for critical discourse analysis as an appropriate method for understanding religious identity constructions in inter-religious relations.

Outline

A. The study of religion in a globalizing world

  1. Global resurgence of religion
  2. Growing tensions between religions
  3. The study of religion and inter-religious relations thus far.

B. Inter-religious studies as an interdisciplinary field

  1. An interpretation: The mono- and the multicultural model
  2. An evaluation: Towards an intercultural approach
  3. An innovation: From religious studies to inter-religious studies

C. A narrative theory of religion

  1. From phenomenology to narrative
  2. Post-colonialism and religious studies
  3. The understanding of religion today

D. Research design, methods and techniques

  1. From narrative to discourse: discourse analysis
  2. Methods and techniques: speech events, discursive practices, social practices
  3. The circle of praxis

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY