• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Alumni News
  • Predikat Cum Laude Dominasi Lulusan CRCS

Predikat Cum Laude Dominasi Lulusan CRCS

  • Alumni News, Headline, News
  • 21 April 2016, 12.08
  • Oleh:
  • 0

Wisuda 19 April 2016, crcs
Sembilan mahasiswa CRCS dari dua angkatan yang berbeda berhasil memeroleh gelar Master of Art dari Program Studi Agama dan Lintas Budaya pada prosesi wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Selasa, 19 April 2016. Sebagian besar dari mereka mendapatkan penghargaan sebagai wisudawati-wisudawan berprestasi dengan predikat cum laude. Tema thesis mereka pun cukup beragam mulai dari etika, budaya lokal, kesehatan, media online, humanitarian, tato, aliran kepercayaan, lingkungan hingga gerakan keagamaan. Berikut nama-nama dan karya thesis mereka:

  1. Yoga Khoiri Ali, “Nguri-nguri Banyu Udan: Turning Spirituality of Rainwater in the Southeast Flank of Mt. Merapi.”
  2. Nafisah, “Teologi Lingkungan dalam Islam dan Kristen: Studi tentang Pemikiraan Mujiyono Abdillah dan Robert P. Borrong.”
  3. Irza Meliana, “Everyday Religiosity of Tattoed Christians in Yogyakarta.”
  4. Stephanes Irawan Raharjo, “Agama dan Kesehatan: Healing Way, Kelompok Pelayanan Kesehatan Gereja Advent dalam Praktek Pola Hidup Sehat dan Pengobatan Alternatif di Indonesia.”
  5. Ahmad Khotim Muzakka, “The Imagined Ummah: Kajian atas Wacana Kontemporer pada Laman Hizbuttahrir.or.id.”
  6. Moch. Ichiyak Ulumudin, “Aboge of Kejawen: Religious Performance unter The Siege (Case Studi of Aboge People in Mojokerto-East Java).”
  7. Heri Setyawan, “Ethical Approach to Tolerance in The Gullen-Ispired School in Indonesi: A Case Study of Semesta Bilingual Boarding School Semarang, Central Java, Indonesia.”
  8. Sulfia Lilin Nurindah Sari, “Negotiationg Local Culture and Religion: The Dynamics of Muslim’s Perspective on The Ceremony of Nawu Sendang Saliran in Kotagede Yogykarta.”
  9. Fredy Torang Widiyanto Munthe, “Faith-Based Organization in Humanitarian Diplomacy Study of Jesuit Refugee Service in Yogyakarta.”

Selamat kepada para wisudawan-wisudawati CRCS, semoga kebijaksanaan yang diperoleh selama studi di CRCS-UGM dapat disebarkan dimana pun anda berada. Selamat dan sukses.

Tags: Alumni CRCS CRCS CRCS Students CRCS-UGM cum laude mahasiswa CRCS Student's Thesis Thesis wisuda crcs 2016 Wisuda Pascasarjana Wisuda UGM

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Predikat Cum Laude Dominasi Lulusan CRCS

  • Berita, Berita, Berita Alumni, Berita Utama
  • 21 April 2016, 11.00
  • Oleh:
  • 0

Wisuda 19 April 2016, crcs
Sembilan mahasiswa CRCS dari dua angkatan yang berbeda berhasil memeroleh gelar Master of Art dari Program Studi Agama dan Lintas Budaya pada prosesi wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Selasa, 19 April 2016. Sebagian besar dari mereka mendapatkan penghargaan sebagai wisudawati-wisudawan berprestasi dengan predikat cum laude. Tema thesis mereka pun cukup beragam mulai dari etika, budaya lokal, kesehatan, media online, humanitarian, tato, aliran kepercayaan, lingkungan hingga gerakan keagamaan. Berikut nama-nama dan karya thesis mereka:

  1. Yoga Khoiri Ali, “Nguri-nguri Banyu Udan: Turning Spirituality of Rainwater in the Southeast Flank of Mt. Merapi.”
  2. Nafisah, “Teologi Lingkungan dalam Islam dan Kristen: Studi tentang Pemikiraan Mujiyono Abdillah dan Robert P. Borrong.”
  3. Irza Meliana, “Everyday Religiosity of Tattoed Christians in Yogyakarta.”
  4. Stephanes Irawan Raharjo, “Agama dan Kesehatan: Healing Way, Kelompok Pelayanan Kesehatan Gereja Advent dalam Praktek Pola Hidup Sehat dan Pengobatan Alternatif di Indonesia.”
  5. Ahmad Khotim Muzakka, “The Imagined Ummah: Kajian atas Wacana Kontemporer pada Laman Hizbuttahrir.or.id.”
  6. Moch. Ichiyak Ulumudin, “Aboge of Kejawen: Religious Performance unter The Siege (Case Studi of Aboge People in Mojokerto-East Java).”
  7. Heri Setyawan, “Ethical Approach to Tolerance in The Gullen-Ispired School in Indonesi: A Case Study of Semesta Bilingual Boarding School Semarang, Central Java, Indonesia.”
  8. Sulfia Lilin Nurindah Sari, “Negotiationg Local Culture and Religion: The Dynamics of Muslim’s Perspective on The Ceremony of Nawu Sendang Saliran in Kotagede Yogykarta.”
  9. Fredy Torang Widiyanto Munthe, “Faith-Based Organization in Humanitarian Diplomacy Study of Jesuit Refugee Service in Yogyakarta.”

Selamat kepada para wisudawan-wisudawati CRCS, semoga kebijaksanaan yang diperoleh selama studi di CRCS-UGM dapat disebarkan dimana pun anda berada. Selamat dan sukses.

Tags: Alumni CRCS CRCS CRCS Students CRCS-UGM cum laude mahasiswa CRCS Student's Thesis Thesis wisuda crcs 2016 Wisuda Pascasarjana Wisuda UGM

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Instagram

vasudaiva kutubakam selamat menghayati catur brat vasudaiva kutubakam

selamat menghayati catur brata nyepi
SUAR(U)A(NG) Di antara gema takbir dan sunyi nyepi SUAR(U)A(NG)
Di antara gema takbir dan sunyi nyepi, kita belajar satu hal yang jarang diakui: yang sakral tidak selalu saling memahami. Di titik itu, iman tidak hanya soal percaya, tetapi juga soal berbagi ruang. Rahajeng lailatul nyepi.
NYALI Nyali kerap dipahami sebagai sesuatu yang me NYALI
Nyali kerap dipahami sebagai sesuatu yang meledak-ledak. Seolah ia hadir dalam bentuk teriakan, gebrakan meja, atau keberanian untuk menantang secara dramatis. Padahal, nyali justru seringkali bersembunyi di tempat yang sunyi, pada sebuah jeda yang membuat seseorang terus berjalan dalam iman dan keadilan. Seperti para pemuka agama yang ditukil dan didongengkan oleh @nf_nuzula , Melalui sosok-sosok tersebut, nyali menemukan bentuknya yang hakiki: keberpihakan. Nyali merekalah yang membuat nyala agama tetap ada di hati rakyat dan mereka yang tertindas.
M E R A H Merah itu mencolok, laiknya luka yang ta M E R A H
Merah itu mencolok, laiknya luka yang tak sempat disembunyikan. Salib-salib merah suku Awyu berdiri di tanah yang hendak dirampas. Ia menjadi tanda bahwa ada yang sedang dipertahankan, sekaligus yang perlahan coba dihilangkan. Merah bukan sekadar warna iman. Ia berubah menjadi bahasa tentang kehilangan, tentang klaim atas ruang, dan tentang ingatan yang menolak dihapus diam-diam. 
Simak ulasan @tropicalboi tentang perlawanan masyarakat adat Awyu melalui kreativitas beragama, hanya di situs web crcs.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY