• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • haris fatwa dinal maula
  • haris fatwa dinal maula
  • page. 2
Arsip:

haris fatwa dinal maula

Membincang HAM, KBB, dan Islam bersama Prof. Syamsul Arifin: Dari Perdebatan Tafsir, Universalisme, hingga Intoleransi

InterviewWawancara Saturday, 27 August 2022

Sebenarnya yang menjadi masalah itu bukan soal apakah Islam itu kompatibel dengan HAM dan KBB atau tidak, melainkan apa konsep Islam tentang HAM dan KBB itu sendiri.

Dibela atau Dibelokkan? Narasi Ahmadiyah dalam Media Siber Nusa Tenggara Barat

PerspectivePerspective Sunday, 19 June 2022

Pola ketimpangan dan kesenjangan kekuatan antara kelompok dominan dan marginal tecermin dari bagaimana media membingkai berita. Salah satunya tentang berita persekusi Ahmadiyah di media siber lokal.

Sasi Haruku: Ruang Sanding dan Tanding Antara Adat dan Gereja

News Tuesday, 14 June 2022

Sasi Haruku: Ruang Sanding dan Tanding Antara Adat dan Gereja

Haris Fatwa Dinal Maula – 14 Juni 2022

Pengetahuan adat sering kali disisihkan ketika berhadapan dengan isu-isu kontemporer. Stigma primitif, tertinggal, dan animis menjadi tembok besar sehingga pengetahuan adat seakan-akan tidak relevan dan terpinggirkan. Namun, tesis itu tidak sepenuhnya benar. Masyarakat Negeri Haruku, Kepulauan Lease, Maluku Tengah telah membuktikannya. Berkat praktik sasi yang telah turun-temurun mereka lakukan, masyarakat Haruku mendapat penghargaan nasional Kalpataru kategori penyelamat lingkungan pada 1985.

Agama dalam Bingkai Media

Perspective Thursday, 24 March 2022

Peran media tidak sekadar mengamplifikasi pesan atau konten keagamaan, tetapi juga merekonstruksi agama di ruang publik.

Masturbasi dan Instrumen Penegas Hierarki Keagamaan

Wednesday Forum Report Sunday, 6 March 2022

Bicara masturbasi bukan hanya bicara tentang “diperbolehkan” atau “dilarang”, melainkan juga mengenai hierarki institusi bernama agama.

Agama Leluhur, Pengetahuan Adat, dan Bumi yang Darurat

News Friday, 14 January 2022

Di tengah kondisi bumi yang darurat ini, pengetahuan adat bisa menjadi antitesis dari agrikultur modern yang bersifat merusak. Agama leluhur memainkan peran sentral di dalamnya.

Mengukur Patron di Balik Kuasa Rekognisi

Book Review Sunday, 2 January 2022

Gagasan pluralisme merupakan ruang fleksibel bagi keberagaman untuk saling berinteraksi. Namun di sisi lain, pluralisme juga memberi keleluasaan lebih bagi mayoritas untuk mengatur keberagaman tersebut.

Kehormatan atau Kejahatan? “Honor Killings” dalam Perspektif CEDAW

Perspective Thursday, 7 October 2021

“Honor killing” merupakan praktik yang mengakar pada banyak tradisi di dunia. Akan tetapi, isu kesetaraan gender dan perlindungan perempuan yang datang bersama dengan modernitas mengusik keberadaan tradisi tersebut. Salah satunya melalui CEDAW.

Baha’i dan Perjuangan Hak-Hak Sipil di Indonesia

PerspectiveUncategorized Monday, 5 July 2021

Sejak dua dekade terakhir, perjuangan dan pertarungan umat Baha'i melawan stigma kian tampak: mulai dari upaya mendapatkan hak-hak administrasi yang memadai hingga menegaskan eksistensi mereka sebagai agama independen, bukan aliran sempalan dari agama tertentu.

A Common Word: Sebuah Teori dan Praktik Dialog Islam-Kristen

Book Review Saturday, 26 June 2021

Pada tahun 2006, Paus Benedictus XVI mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa agama Islam melegitimasi kekerasan. Bertolak dari kasus itu, sebuah prakarsa muncul mengenai pentingnya komunitas-komunitas Islam dan Kristen, yang mewakili lebih dari separuh populasi dunia, untuk sama-sama meyakini dan bersepakat tentang mencintai Tuhan dan mencintai sesama manusia.

Agama Lokal dalam Dialog Antaragama: Peluang dan Tantangan

Perspective Sunday, 11 April 2021

Bila melihat bahwa tujuan dari dialog antaragama bukan saja menyangkut isu teologis melainkan juga pemecahan masalah bersama terkait isu sosial, ekonomi, politik dan isu ekologis, eksklusi terhadap agama lokal dalam dialog antaragama berarti pengabaian terhadap mitra dialog yang amat berharga.

Konghucu dan Budaya Tionghoa: Pasang Surut Rekognisi

Class Journal Saturday, 6 March 2021

Konfusianisme atau Konghucu kini merupakan salah satu dari enam agama-dunia yang diakui negara—atau persisnya, memiliki perwakilan administratif di Kementerian Agama. Namun, status ini tidaklah didapat begitu saja, melainkan melalui perjuangan yang cukup panjang.

Lika-Liku Agama Buddha Meraih Pengakuan

Class Journal Thursday, 7 January 2021

Agama Buddha pernah dominan di era Majapahit, lalu surut seiring dominasi Islam, sempat mengalami kebangkitan berkat komunitas teosofi, tetapi tidak diakui sebagai agama di era awal pascakemerdekaan. Agama Buddha baru menjadi salah satu agama yang 'diakui' negara setelah bernegosiasi dengan sistem politik yang dilandasi Pancasila.

Van Lith dan Akulturasi ‘Katolik Jawa’

Perspective Sunday, 22 November 2020

Fransiscus van Lith mengupayakan akulturasi Katolik dengan budaya Jawa, memisahkan misi Katolik dari kepentingan kolonial, dan mendirikan sekolah yang melahirkan tokoh-tokoh Katolik pro-nasionalis, seperti Soegijapranata, yang terkenal dengan jargonnya "100 persen Katolik, 100 persen Indonesia".

Instagram

What is well-being? Indonesia today: land taken, f What is well-being?
Indonesia today: land taken, forests cleared, plantations marching under the banner of food security. Officials call it progress, yet Indigenous ground tells another story. Baduy farmers keep ngahuma alive: rice, ritual, survival, all tied together. Wellbeing here isn’t profit. It’s balance when human and earth still holding on.

Join us for the next  #wednesdayforum discussion at the 3rd floor of the UGM Graduate School building. We're offering a free iftar, so please register. This event is free and open to the public.
yuk, pendaftaran sudah dibuka ... cek syarat-syara yuk, pendaftaran sudah dibuka ...
cek syarat-syaratnya ...
jika ada yang mau tanya-tanya,
langsung meluncur ke kolom komentar ya ...
K U D A A P I Kehidupan kadang hadir seperti kuda K U D A  A P I
Kehidupan kadang hadir seperti kuda, ia tak benar-benar bisa ditambatkan. Hidup terus bergerak bukan karena sebuah kepastian, melainkan untuk menolak padam meskipun tak tahu ke mana yang akan dituju. Ke mana pun tujuanmu di tahun ini,  semoga barakah selalu menyala dalam bara.

xin nian kuaile, gongxi facai
Why has democracy declined in Tunisia and Turkey, Why has democracy declined in Tunisia and Turkey, yet remained resilient in Indonesia?
Do Muslim mass organizations, elite consensus, and the negotiated relationship between religion and citizenship hold the key? Or are there deeper structural forces at play?
Join us and be part of the conversation. Let’s rethink what sustains (or undermines?) democracy in muslim-majority societies.

Come and join new round of  #wednesdayforum 2026 discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor.  We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY