Maklum, bagi seorang santri udik yang jarang pergi jauh seperti saya, pergi ke Jogja ketika itu merupakan perjalanan terjauh yang saya alami. Uang untuk membayar pendaftarannya pun berkat pinjaman dari salah satu gus di tempat saya nyantri ketika kuliah S-1. Saya memberanikan diri mendaftar karena berpikir bahwa bekal belajar bahasa Inggris kepada native speaker dari Amerika Serikat sewaktu mondok dan kemudian menjadi pengajar bahasa Inggris di Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Madura, bisa menjadi modal awal agar bisa mendaftar di program S-2 CRCS.
Arsip: