• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 183
Pos oleh :

The Future of Religious Education in the Netherlands and Indonesia

Wednesday Forum News Monday, 10 December 2007

The eighth edition of CFAC (CRCS Friday Afternoon Forum) will be held on Friday, December 14, 2007, at 15:00-17:00, in Graduate School Building, third floor, room 306, Gadjah Mada University. The key speakers will be Dr. Carl Sterkens and Mohamad Yusuf M.A. The theme in the discussion will be ?The Future of Religious Education in the Netherlands and Indonesia. Below are short biography of the speakers and the abstracts that will be presented in discussion.

Abstract of The future of Religious Education in the Netherlands (by; Carl Sterkens)

CFAF: The Future of Religious Education in the Netherlands and Indonesia

Wednesday Forum News Monday, 10 December 2007

The eighth edition of CFAC (CRCS Friday Afternoon Forum) will be held on Friday, December 14, 2007, at 15:00-17:00, in Graduate School Building, third floor, room 306, Gadjah Mada University. The key speakers will be Dr. Carl Sterkens and Mohamad Yusuf M.A. The theme in the discussion will be

Masa Depan Pendidikan Agama di Belanda dan Indonesia

Berita Wednesday Forum Monday, 10 December 2007

Edisi kedelapan Forum Jumat Sore CRCS akan dilaksanakan hari Jumat, tanggal 14 Desember 2007, Jam 15:00-16:30. Diskusi akan dilaksanakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, lantai 3, ruang 306. Pembicara dalam diskusi ini adalah Dr. Carl Sterkens dan Mohamad Yusuf, M.A. Tema yang akan diangkat dalam diskusi adalah ?Masa Depan Pendidikan Agama di Belanda dan Indonesia?. Dibawah ini merupakan biografi singkat pembicara serta abstrak dari tema yang akan dipresentasikan.

Abstract of The future of Religious Education in the Netherlands (by; Carl Sterkens)

Jews of Nusantara: Trajectories of Identity in the course of Indonesian History

Berita Wednesday Forum Tuesday, 27 November 2007

Dr. Leonard C. Epafras

ABSTRACT

For Indonesian public at large the Jewish history and reality in Nusantara is vague and in many ways imaginary. This presentation will lay down the dynamics of Jewish visibility and invisibility in Nusantara history and in modern public discourse. However, the presentation is not exhaustive, and the focus is directed at the moments whenever Jewish identity is contested and transformed. Like any other social identity and belonging, Jewish identity in this regard is considered impermanent, dynamic, adaptable, and constantly changed; it is the outcome of the reciprocal process between self-perception and social imposition. Through this, it testifies different trajectories of identity formation throughout Nusantara history, including the emergence of a new Jewish identity in the present day.

 

SPEAKER

Leonard C. Epafras is a core Doctoral Faculty in the Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS). He teaches History of Religions in Indonesia at ICRS, and Biblical Hebrew, Judaism, and Christianity at Duta Wacana Christian University.

His research field including: Memory Studies, Cultural Studies, Biblical Studies, Judaica, Peace Studies, and Muslim-Jews Interaction.

http://www.mendeley.com/profiles/leonard-chrysostomos-epafras/

 

CFAF: Modernity and Tolerance; Religious Diversity in the Middle East

Wednesday Forum News Tuesday, 27 November 2007

The seventh edition of CFAF (CRCS Friday Afternoon Forum) will be held on Friday, November 30, 2007, at 15:30-17:00, in Graduate School Building, third floor, room 306, Gadjah Mada University. The key speaker will be Prof.Dr. Dick Douwes. The theme in the discussion will be

Modernitas dan Toleransi : Keragaman Agama di Timur Tengah

Berita Wednesday Forum Tuesday, 27 November 2007

Edisi ketujuh Forum Jumat Sore CRCS akan dilaksanakan hari Jumat, tanggal 30 November 2007, Jam 15:30-17:00. Diskusi akan dilaksanakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, Lantai 3, Ruang 306. Pembicara dalam diskusi ini adalah Prof.Dr. Dick Douwes. Tema yang akan diangkat dalam diskusi adalah Modernitas dan Toleransi : Keragaman Agama di Timur Tengah. Dibawah ini merupakan biografi singkat pembicara serta abstract dari tema yang akan dipresentasikan.

Prof. Dr. Dick Douwes dilahirkan di Sorong, 1957. Beliau mempelajari bahasa dan budaya Arab di Universita Nijmegen, negeri Belanda. Pada tahun 1993, beliau memperoleh Ph.D dari Universitas Nijmegen. Douwes mengajar Sejarah Timur Tengah pada universitas Nijmegen dan Leyden. Pada tahun 1994 beliau bergabung dengan Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies (INIS). Tahun 1998 beliau merupakan akademik coordinator- kemudian menjadi eksekutif direktur the International Institute for the Study of Islam in the Modern World (ISIM),suatu institute penelitian gabungan dari universitas Amsterdam (UvA) Nijmegen, Leyden and Utrecht, serta beliau juga merupakan editor berita dan paper serial ISIM. Sejak tahun 2006, beliau merupakan professor penuh pada kajian sejarah Masyarakat non-Barat pada Fakultas Sejarah dan Arts di Erasmus University Rotterdam. Beliau mempublikasikan sejarah Ottoman di Syria, pluralitas agama di Timur Tengah, serta Muslim di Eropa Barat.

1…181182183184185…190

Instagram

M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
G U S Mulanya "gus" adalah panggilan untuk anak ki G U S
Mulanya "gus" adalah panggilan untuk anak kiai yang belum cukup pantas secara umur dan ilmu dipanggil sebagai kiai. Masih magang. Namun, tradisi itu sedikit goyang karena dua sosok: Gus Dur dan Gus Miek. Keduanya tentu sudah pantas menyandang gelar kiai, tetapi rupanya nama magang itu sudah kadung merasuk dan menubuh. Jadilah istilah gus naik pangkat di kalangan awam sebagai sebutan untuk pemuka agama kharismatik yang ndak kalah aji dengan kiai. Kini, gelar gus lagi-lagi goncang. Pasalnya, banyak sosok yang mengaku dan didaku sebagai gus. Parahnya, banyak orang tak lagi bertanya: siapa gurunya, siapa nasabnya, atau apa yang dibaca? Gus seolah menjadi lisensi untuk mengais gold dan glory dalam bisnis berjenama "agama". 

Simak sindiran @safinatul_aula atas fenomena gus-gusan yang kerap membuat kita mengelus empedu. Hanya di situs web crcs.
S U R G A Surga dan neraka memang dibuat sebagai a S U R G A
Surga dan neraka memang dibuat sebagai alat ukur dan wadah pemisah. Keberadaanya merupakan konsekuensi logis dari sebuah tarik ulur tentang baik dan buruk. Mereka yang dijanjikan surga patut bersenang hati. Namun, ada saat ketika keyakinan tentang keselamatan tidak lagi menenangkan. Mungkin persoalannya bukan siapa yang akan masuk surga, melainkan mengapa kita begitu sibuk memastikan orang lain tidak.
Berawal dari percakapan antah berantah, @safinatul_aula tengah berefleksi tentang nasib diri dan teman-temannya nanti. Simak refleksinya di situs web crcs.
Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking glo Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking global oil supply and accelerating the push for alternatives green energy. Geothermal is often framed as the answer. But whose “green” is it?
What if “green energy” isn’t always as green as it sounds?
Together with @honeyyymooooonnn we bring stories from communities on the frontlines of geothermal projects in Indonesia, where sustainability is debated, challenged, and reimagined. It is not just about resistance, but a different way of thinking about energy, justice, and our relationship with nature.

Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY