• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 182
Pos oleh :

Agama, Kekerasan dan Keberagaman: Menegosiasikan Batas-batas Identitas Indonesia

Berita Wednesday Forum Sunday, 27 January 2008

Diskusi rutin ?Forum Rabu CRCS dan ICRS? yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 30 January 2008, akan mengangkat tema ?Religion, Violence & Diversity: Negotiating the Boundaries of Indonesian Identity?, dengan pembicara Prof. Dr. Bernard Adeney-Risakotta. Diskusi akan dilaksanakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, lantai 3, ruang 306, jam 13:45-15:15.

Dibawah ini merupakan abstrak dari tema yang akan dipresentasikan:

Religion, Violence and Diversity: Negotiating the Boundaries of Indonesian Identity;Bernard Adeney-Risakotta

Forum Rabu CRCS dan ICRS: Agama, Kekerasan dan Keberagaman: Menegosiasikan Batas-batas Identitas Indonesia

Berita Wednesday Forum Sunday, 27 January 2008

Diskusi rutin Forum Rabu CRCS dan ICRS yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 30 January 2008, akan mengangkat tema Religion, Violence & Diversity: Negotiating the Boundaries of Indonesian Identity, dengan pembicara Prof. Dr. Bernard Adeney-Risakotta. Diskusi akan dilaksanakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, lantai 3, ruang 306, jam 13:45-15:15.

Dibawah ini merupakan abstrak dari tema yang akan dipresentasikan:

Religion, Violence and Diversity: Negotiating the Boundaries of Indonesian Identity;Bernard Adeney-Risakotta

Ritual, Dancing Ecofeminism and Genealogy of Post Colonial Thought

Berita Wednesday Forum Wednesday, 16 January 2008

Rachmi Diyah Larasati Ph.D
 

DATE AND TIME

Wednesday, April 2, 2014

@ 1 -3 PM

VENUE

CRCS, Room 406

Gedung Sekolah Pascasarjana, UGM

Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta

Tel. 544 976

  
 
 
 
 
 
 
 

ABSTRACT
I propose  an inquiry into performances (i.e. dance) dance within transnationalism as a space of transcending border and reconfiguring alignment. In this project, I try to locate performance— the embodiment of dance technique, a mastered bodily code—as a possibility of dissident feminist praxis. I aim through this presentation to engage the idea of examining local  cultural disturbance and of so-called “injustice, especially with many extraction of natural sources” where the construction of marginality and representation requires [often]  idea of universal. This space of transnationalism has become a competitive place, as “different” being constructed, the shared concern are limited to how language of necessity mediates and what was the one who make the concern able to cross borders, which I call the imagination of the transient border, through ritual, dance technique and performance spaces.
In this Wednesday forum, I question the  idea of feminism without borders, as Chandra Talpade Mohanty suggests, made possible through artistic performances and narratives taking place within the global aesthetic. Also meditation through Marta Savigliano’s conception on the issue of “world dance.”
PRESENTER
Rachmi Diyah Larasati Ph.D is Associate Professor of Dance, cultural theory and historiography at Theatre Arts and Dance &  Feminist Studies (Gender, Women, and Sexuality Studies, Aff.) University of Minnesota. Currently, she is visiting professor at Graduate School (UGM), IRB (Sanatadharma University) and UIN with Lisafa. Larasati is a former guest faculty at Brown University Critical Global Humanities Research Institute (2011) and Sanata Dharma University, Indonesia (2012), University of Addis Ababa, Ethiophia (2011) and Universidad de Granada, Spain (2011). She is the author of The Dance that Makes You Vanish (University of Minnesota Press, 2013); Crossing the Seas of Southeast Asia: Indigenous, Islam, Diasporic and Performances of Women’s Igal (Oxford, 2014), “Desiring the Stage: The Interplay of Mobility and Resistance” (Neoliberalism and Global Theatres, Palgrave Macmillan 2012), etc.

Jews of Nusantara: Trajectories of Identity in the course of Indonesian History

Berita Wednesday Forum Friday, 11 January 2008

xx

ABSTRACT

For Indonesian public at large the Jewish history and reality in Nusantara is vague and in many ways imaginary. This presentation will lay down the dynamics of Jewish visibility and invisibility in Nusantara history and in modern public discourse. However, the presentation is not exhaustive, and the focus is directed at the moments whenever Jewish identity is contested and transformed. Like any other social identity and belonging, Jewish identity in this regard is considered impermanent, dynamic, adaptable, and constantly changed; it is the outcome of the reciprocal process between self-perception and social imposition. Through this, it testifies different trajectories of identity formation throughout Nusantara history, including the emergence of a new Jewish identity in the present day.

 

SPEAKER

Dr. Leonard C. Epafras is a core Doctoral Faculty in the Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS). He teaches History of Religions in Indonesia at ICRS, and Biblical Hebrew, Judaism, and Christianity at Duta Wacana Christian University.

His research field including: Memory Studies, Cultural Studies, Biblical Studies, Judaica, Peace Studies, and Muslim-Jews Interaction.

 

DATE AND TIME

Wednesday, February 12, 2014.

@ 1 – 3 PM

 

VENUE

CRCS, Room 406, 4th floor of

Graduate School Bulding. Jl Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta

 

CRCS & ICRS Wednesday Forum: Pop-Culture & Identity Politics

Berita Wednesday Forum Friday, 11 January 2008

On Tuesday, February 12, 2008, CRCS&ICRS will hold discussion. The theme will be

Resonansi: Dialog Agama Dan Budaya: Dari Kebebasan Beragama, Pendidikan, Multikultural, Sampai Ruu Anti Pornografi

Bedah Buku Tuesday, 1 January 2008

resonansiDi sini Anda akan menemukan rekaman dialog yang hangat, hidup dan diskursif tentang agama dalam public reason mutakhir di Indonesia. Dilengkapi editorial yang tajam dan ringkasan dialog yang bernas, Anda diajak menyelami gagasan para tokoh dengan latar yang beragam. Dengan dipandu Prof. Dr. Irwan Abdullah atau Zainal Abidin Bagir, talkshow-talkshow di sini selalu hadir dengan pertanyaan dan jawaban yang berbobot. Keterlibatan penelpon dari berbagai penjuru tanah air dalam tiap diskusi membuktikan respon publik yang sangat besar.

1…180181182183184…190

Instagram

M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
G U S Mulanya "gus" adalah panggilan untuk anak ki G U S
Mulanya "gus" adalah panggilan untuk anak kiai yang belum cukup pantas secara umur dan ilmu dipanggil sebagai kiai. Masih magang. Namun, tradisi itu sedikit goyang karena dua sosok: Gus Dur dan Gus Miek. Keduanya tentu sudah pantas menyandang gelar kiai, tetapi rupanya nama magang itu sudah kadung merasuk dan menubuh. Jadilah istilah gus naik pangkat di kalangan awam sebagai sebutan untuk pemuka agama kharismatik yang ndak kalah aji dengan kiai. Kini, gelar gus lagi-lagi goncang. Pasalnya, banyak sosok yang mengaku dan didaku sebagai gus. Parahnya, banyak orang tak lagi bertanya: siapa gurunya, siapa nasabnya, atau apa yang dibaca? Gus seolah menjadi lisensi untuk mengais gold dan glory dalam bisnis berjenama "agama". 

Simak sindiran @safinatul_aula atas fenomena gus-gusan yang kerap membuat kita mengelus empedu. Hanya di situs web crcs.
S U R G A Surga dan neraka memang dibuat sebagai a S U R G A
Surga dan neraka memang dibuat sebagai alat ukur dan wadah pemisah. Keberadaanya merupakan konsekuensi logis dari sebuah tarik ulur tentang baik dan buruk. Mereka yang dijanjikan surga patut bersenang hati. Namun, ada saat ketika keyakinan tentang keselamatan tidak lagi menenangkan. Mungkin persoalannya bukan siapa yang akan masuk surga, melainkan mengapa kita begitu sibuk memastikan orang lain tidak.
Berawal dari percakapan antah berantah, @safinatul_aula tengah berefleksi tentang nasib diri dan teman-temannya nanti. Simak refleksinya di situs web crcs.
Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking glo Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking global oil supply and accelerating the push for alternatives green energy. Geothermal is often framed as the answer. But whose “green” is it?
What if “green energy” isn’t always as green as it sounds?
Together with @honeyyymooooonnn we bring stories from communities on the frontlines of geothermal projects in Indonesia, where sustainability is debated, challenged, and reimagined. It is not just about resistance, but a different way of thinking about energy, justice, and our relationship with nature.

Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY