• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Student Satisfaction Survey
    • Academic Documents
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Wawancara
  • page. 5
Arsip:

Wawancara

Ram Kakarala: Politik Identitas Mayoritas-Minoritas Di India

Wawancara Friday, 11 September 2009

Politik Identitas Mayoritas-Minoritas Di India Wawancara dengan Ram Kakarala

 

 

Ram adalah sarjana India yang berasal dari bagian selatan India. Dia tinggal di sebuah kota yang bernama Banghalore, dan bagian dari perjalanan CSCS (Pusat Studi Budaya dan Masyarakat). Dalam wawancara ini, Ram menguraikan bagaimana hubungan mayoritas Hindu dan minoritas Islam maupun Kristen menjadi permasalahan penting dalam hubungan antar agama di India sejak tahun 1980an. Selain permasalahan radikalisme umat Hindu, India juga menghadapi permasalahan perbatasan dengan Pakistan dan munculnya beberapa gerakan separatisme, karena itu Ram menegaskan bahwa permasalahan India sesungguhnya mirip dengan apa yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia.

Greg Fealy: Pertengkaran Elit Politik Nahdlatul Ulama (1960-Hingga Kini)

Wawancara Thursday, 13 August 2009

Dalam wawancara ini, Greg Fealy menceritakan tentang bagaiman konstelasi dan rivalitas para elit di organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, sepanjang tahun 1960 an hingga pada saat ini. Greg mencoba mengurai bagaimana elit NU, mulai dari generasi Wahab Hasbullah hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membawa nakhoda NU yang harus berhadapan dengan dunia politik, Negara dan masyarakatnya sendiri. Greg Fealy adalah adalah sejarawan politik dari ANU (Australia National University) yang berkonsentrasi pada studi-studi politik keagamaan di Indonesia. Phd thesisnya adalah studi mengenai sebuah partai Islam tradisional, Nahdlatul Ulama. Beberapa karyanya yang penting antara lain, Nahdlatul Ulama, Traditional Islam and Modernity in Indonesia, (1996, co-edited with Greg Barton), dan disertasinya yagn diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Ijtihad Politik Ulama: Sejarah Nahdlatul Ulama, 1952-1967, (LKiS, Yogyakarta, 2003). Dalam kesempatan ini, Greg Fealy hadir di sebuah konferensi besar tentang sejarah Indonesia di tahun 1965-1966 di NUS (National University of Singapore), saya sempat mewawancarainya tentang permasalahan NU, sebuah organisasi Islam tradisional di Indonesia.

1…345

Instagram

We're thrilled to announce the launch of the AMERT We're thrilled to announce the launch of the AMERTA MOVEMENT mini-site! 🎉✨

Explore videos and articles that delve into the dynamic world of movement and cross-cultural studies. Join us in uncovering new perspectives through this innovative platform, brought to you by C-DaRE, Coventry University; CRCS, Universitas Gadjah Mada; the Coventry University ODA fund, and Leverhulme Trust

📲 Visit: crcs.ugm.ac.id/amertamovement
🔍 Scan the QR code to access the site directly!
L A B E L Seberapa penting sebuah label? Bagi makh L A B E L
Seberapa penting sebuah label? Bagi makhluk modern, label itu penting walau bukan yang paling penting. Ia menjadi jendela informasi sekaligus penanda diri. Dalam kacamata masyarakat legalis, label juga berarti penerimaan dan perlindungan. Namun, seringkali label itu disematkan oleh entitas di luar diri, terlepas ada persetujuan atau tidak. Karenanya, tak jarang label juga menjadi penghakiman. Dalam silang sengkarut semacam ini, perebutan kuasa bahasa atas label menjadi vital, terutama bagi kelompok rentan yang dimarjinalkan. Kalau kata teman yang alumni dusun Inggris , "label is rebel!"

Simak bincang @astridsyifa bersama @dedeoetomo tentang lokalitas dan ekspresi identitas gender di situs web crcs
Waktu Hampir Habis 😱 HARI INI TERAKHIR PENDAFTA Waktu Hampir Habis 😱
HARI INI TERAKHIR PENDAFTARAN MASUK CRCS UGM 🫣

Jangan sampai lewatin kesempatan terakhir ini !! 
#crcs #ugm #s2 #sekolahpascasarjanaugm
Kupas Tuntas masuk CRCS UGM (Live Recap) #crcsugm Kupas Tuntas masuk CRCS UGM
(Live Recap)

#crcsugm #pendaftarancrcsugm #sekolahpascasarjanaugm #s2 #ugm #live
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY