• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Wednesday Forum Report
  • page. 5
Arsip:

Wednesday Forum Report

Mewujudkan Hak Pendidikan Agama untuk Semua Siswa

Laporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Tuesday, 24 October 2023

Mewujudkan Hak Pendidikan Agama untuk Semua Siswa

Hanny Nadhirah – 24 Oktober 2023

“Setiap peserta didik pada sekolah berhak memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.”

Amanat ini tercantum dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 16 Tahun 2010 mengenai pengelolaan pendidikan agama di sekolah. Namun, dalam kenyataannya, apakah pendidikan agama telah diberikan kepada semua siswa dengan setara tanpa memandang latar belakang identitas mereka? 

Pertanyaan ini menjadi pemantik diskusi Wednesday Forum (20/9) bertajuk “Fulfillment of Religious Education Rights for Minority Students” dengan narasumber Dody Wibowo dari Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM. Melalui studi kasus empat cabang Sekolah Sukma Bangsa, dosen yang akrab dipanggil Dody ini mengangkat dinamika implementasi pendidikan agama pada siswa nonmuslim di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Sulawesi Tengah. 

Yang Terpenting Apa yang Ada di dalam Jiwaku

Laporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Wednesday, 4 October 2023

Yang Terpenting Apa yang Ada di dalam Jiwaku:
Waria dalam Himpitan Normativitas Agama

Nanda Tsani – 04 Oktober 2023

Mungkin kita cukup familiar dengan dokumentasi keseharian religiusitas waria di Pulau Jawa, misal dari buku-buku Masthuriyah Sa’dan dan liputan dokumenter beberapa media yang berlatar Pesantren Alfatah Yogyakarta. Namun, tidak banyak yang mengulas dinamika pengalaman keagamaan waria di luar Jawa, utamanya di Indonesia bagian timur. Khanis Suvianita, alumnus program doktoral Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) UGM, meneliti pengalaman keagamaan dari 57 waria di Gorontalo dan Maumere. Temuan tersebut ia diskusikan dalam Wednesday Forum, 13 September 2023, bertajuk “Lived Religion and Waria Religious Experiences in Eastern Indonesia”.

Membebaskan Raga, Membongkar Paradigma

Laporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Monday, 25 September 2023

Apa yang terjadi jika tubuh manusia “dibebaskan” untuk bergerak?

Performa dan Polemik Kelompok Minoritas Agama di Ruang Digital

Laporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Friday, 5 May 2023

Performa dan Polemik Kelompok Minoritas Agama di Ruang Digital

Maryolanda Zaini – 4 April 2023

Ucapan perayaan Hari Raya Nawruz dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk pemeluk agama Baha’i beberapa tahun silam sempat menjadi polemik. Beberapa kelompok masyarakat menganggap Baha’i sebagai sebuah aliran sesat ketimbang sebuah agama. Polemik itu menunjukkan bahwa rekognisi terhadap kelompok minoritas agama masih menjadi persoalan serius di negeri ini. Tak dinyana, pandemi Covid-19 membuka peluang bagi kelompok minoritas agama untuk mengekspresikan keyakinannya, salah satunya melalui platform digital. Ruang di dunia maya ini menjadi ruang potensial bagi titik temu kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia. Namun, ekspektasi itu rupanya tidak selalu berbanding lurus dengan realita. Ujaran kebencian dan perlakuan diskriminatif rupanya masih juga ditemui dalam platform digital tersebut.

Rumah Sakit sebagai Ruang Perjumpaan Antaragama

Laporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Tuesday, 18 April 2023

Rumah Sakit sebagai Ruang Perjumpaan Antaragama

Vikry Reinaldo Paais – 18 April 2023

Sakit adalah kerapuhan manusia yang tidak terhindarkan. Setiap orang apa pun agama, etnis, ras, dan status sosial, bahkan dokter sekalipun, tidak bebas dari sakit. Karenanya, kebutuhan akan kesehatan menjadi urgen dan harus segera dipenuhi. Fenomena inilah yang mendesak sebagian besar organisasi sosial nonpemerintah ikut serta dalam penyediaan layanan kesehatan, termasuk lembaga keagamaan. Banyak lembaga agama yang memprakarsai pendirian rumah sakit. Meski berbeda keyakinan, tujuan mereka sama: menyelamatkan nyawa manusia.

Menafsir Queer, Membuka Dialog Antaragama

Laporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Wednesday, 12 April 2023

Menafsir Queer, Membuka Dialog Antaragama

Bibi Suprianto – 12 April 2023

Identitas queer di masyarakat terus mengalami dinamika sosial. Sebagian besar masyarakat masih menstigma identitas queer sebagai aneh dan tidak normal. Di saat yang sama, kelompok yang mengaku sebagai queer terus mengalami diskriminasi moral, sosial, maupun aktivitas keagamaan. Dinamika sosial ini telah terjadi di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Aceh, Indonesia, misalnya. Pada 2017, pasangan queer di Kota Banda Aceh menjalani eksekusi berupa hukuman cambuk karena dianggap tidak bermoral dan hina. Kejadian ini membuat saya bertanya, apakah identitas queer tidak memiliki kebebasan dalam hak kehidupan sosial dan agama?

1…34567…15

Instagram

What happens when climate change is measured not o What happens when climate change is measured not only through data, but also through lived experience?

This presentation examines how local and Indigenous knowledges reveal forms of loss and damage that often remain invisible in conventional climate assessments, while offering valuable insights for adaptation and resilience.
Come and join this thought-provoking discussion with @rebecca.meckelburg at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Jangan lupa daftar ya! Sampai bertemu di Februari Jangan lupa daftar ya!
Sampai bertemu di Februari 2027 🤭🤗

#sekolahpascasarjanaugm #crcsugm
Ready to Enroll? Admission for the even semester h Ready to Enroll?
Admission for the even semester has begun.

🔥
What if "Mecca" is not always in Mecca? Across the What if "Mecca" is not always in Mecca?
Across the Indonesian archipelago, Muslims have developed ways of bringing, imagining, and reconfiguring Mecca within local landscapes. One fascinating case is Tembayat in Central Java—a pilgrimage site shaped by Islamic, Javanese, and Sufi traditions  situated in a landscape with a much older Hindu-Buddhist history.

So, is Tembayat simply a “little Mecca”?
Or something more complicated?

Come and join this thought-provoking discussion at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY