Bagaimana orang-orang beragama dapat berkontribusi secara finansial terhadap keberlanjutan ekologis?
Arsip:
Laporan Wednesday Forum
Dalam tradisi keilmuan yang sangat otoritatif, siapakah yang layak disebut sebagai filsuf? Lantas, apakah Indonesia memiliki filsufnya sendiri?
Menjadi bapak rumah tangga, bukan berarti berhenti menjadi imam dalam keluarga.
Masihkah Islam dan demokrasi kompatibel di Indonesia ketika ormas muslim justru melemah di hadapan pemerintah?
Jauh sebelum “religion” diperkenalkan kolonialis Eropa, masyarakat Nusantara telah memiliki pengertian “agama” dengan mengikuti konsep dīn.
Ekspresi identitas Katolik Tionghoa di Muntilan merupakan bagian integral dari keberagaman pengalaman beragama dan telah melampaui doktrin kaku gereja.