Liputan konferensi internasional tentang agama lokal di University Club UGM, 1 July 2019.
Azis Anwar Fachrudin
Ahmad Najib Burhani’s piece in The Jakarta Post (May 9) on the Ma’ruf Amin factor in Joko Widodo’s reelection success made two points worth reexamining.
A review of Nahdlatul Ulama's call for an end to addressing non-Muslims as "kafir", an appeal arising from its recent national conference in West Java.
Rizieq Shihab, who condemned the New Order regime, has called the Soeharto's children-led Berkarya Party a "nationalist, Pancasilaist" party.
Six month after his appointment, Ma'ruf Amin appears to confirm the inclusion-moderation theory. But a closer look suggests it has yet to be the case.
Liputan dari penayangan publik perdana "Our Land is the Sea" di Jakarta pada 8 Agustus 2018.
Catatan dari kelas Religion and Human Rights bersama Lena Larsen dari Oslo Coalition on Freedom of Religion or Belief.
Catatan dari kuliah Religion and Human Rights bersama Tore Lindholm dari Oslo Coalition on Freedom of Religion and Belief.
Catatan pertama dari kuliah Religion and Human Rights, semester pendek CRCS UGM 2018.
Ulasan buku "Freedom of Religion, Apostasy and Islam" (2004) karya Abdullah Saeed dan Hassan Saeed.
Tanggapan untuk ulasan Pak Syaiful Arif terhadap Laporan "Polemik Tafsir Pancasila" (CRCS, 2018).
In insisting that “animist” faiths be given a lower status than “religion”, Islamic leaders ignore how the false divide between them was constructed in the first place.
NU mengalami pergulatan yang dinamis dengan Pancasila. Di awal perumusan Pancasila, NU menginginkan Islam sebagai dasar negara. Sikap ini berubah seiring perubahan rezim dan konfigurasi politik.
Dalam diskursus modern, agama disebut sangat rentan terhadap kekerasan karena karakteristiknya yang "absolutis, divisive, dan irrasional". Benarkah klaim ini?
Liputan diskusi bersama Prof. Heiner Bielefeldt di UGM, diadakan atas kerja sama CRCS, NCHR, dan DIAN/Interfidei.
A “Pancasila Reinterpreted” project is needed to answer an important question: Can Pancasila be more inclusive toward human rights and religious freedom?
Setelah Kunjungan Raja Saudi: Melawan Ekstremisme?
Azis Anwar Fachrudin – 7 Maret 2017
Di mata banyak orang, kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud boleh jadi menampakkan gestur yang positif. Namun satu hal yang tetap tak boleh terlupa ialah bahwa beberapa janji menunggu untuk segera dipenuhi. Satu pernyataan juga penting mendapat respons serius.
Setidaknya dua janji layak disebut di sini. Pertama, kompensasi terhadap korban cedera (42 orang) dan kelurga korban yang meninggal (12 orang) dari jamaah haji Indonesia dalam tragedi jatuhnya derek (crane) di Masjidil Haram pada 2015. Kedua, jaminan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi, khususnya yang bekerja di sektor informal, serta penyelesaian dialogis dua negara untuk kasus 25 WNI yang terjerat pidana dengan ancaman hukuman mati.
Fatwa MUI pada Desember 2016 tentang hukum menggunakan atribut non-muslim memerlukan sofistikasi argumen, rasionalisasi alasan, dan, di atas segalnya, kesadaran akan semangat zaman yang berubah.