Babak Baru Diskursus Jilbab: Dari Regulasi Terbuka ke Kontrol Normatif

Meskipun isu jilbab telah lama menjadi bagian dari diskursus publik, kasus pelanggaran maupun pelarangan jilbab masih terus terjadi. Polanya pun bergeser. Jika dahulu intervensi negara hadir melalui larangan atau kewajiban tertulis yang kaku, kini ia bekerja lewat tekanan sosial, relasi kuasa institusional, dan normalisasi nilai mayoritas dalam interaksi sehari-hari. Jilbab lagi-lagi menjadi medan kontrol atas kuasa tubuh dan standar kelayakan moral bagi perempuan di ruang publik.
Baca Selengkapnya

Ketika Kita Memberi Nama pada Dunia

Pernahkah kita bertanya: apa yang sebenarnya terjadi ketika kita memberi nama pada sesuatu? Sekilas, menamai tampak seperti tindakan sederhana. Namun, menamai juga bisa berarti mereduksi yang berujung pada menguasai.
Baca Selengkapnya

Aku Terhubung, maka Aku Sejahtera: Relasionalitas Praktik Ngahuma Baduy

Di era industri mekanistik-kapitalistik saat ini, cara kita mengukur kesejahteraan sering kali terjebak dalam angka-angka statistik seperti GDP, tingkat konsumsi, atau pendapatan per kapita. Namun, ukuran-ukuran ini menyisakan pertanyaan mendasar: apakah angka tersebut benar-benar menggambarkan keberlangsungan hidup atau sekadar optimalisasi sistem ekonomi kapitalis? 
Baca Selengkapnya

Meracik Agama untuk MBG

Negara memobilisasi pemuka agama untuk melegitimasi Makan Bergizi Gratis dalam bahasa nilai-nilai religius. Namun, di tingkat lokal, sebagian pemimpin agama justru mengoreksi dan menegosiasikan praktiknya
Baca Selengkapnya

HAM Tanpa Imajinasi: Membaca Indonesia Bersama Robertus Robert

Indonesia pernah mengalami satu fase singkat yang penuh harapan: Reformasi 1998. Saat itu, demokrasi dan hak asasi manusia seolah menemukan momentumnya. Namun, harapan tersebut tidak sepenuhnya bertahan. Perlahan, praktik politik kembali menunjukkan pola lama: pembatasan kebebasan atas nama stabilitas. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa perubahan besar itu tidak berlanjut?
Baca Selengkapnya

Reports

Membicarakan Uang dalam Isu Lingkungan Berbasis Iman

Bagaimana orang-orang beragama dapat berkontribusi secara finansial terhadap keberlanjutan ekologis? Pembahasan finansial dalam isu agama dan ekologi tidak bisa dikesampingkan karena semua aktivitas ekologis memerlukan uang. Padahal, selama ini pembiayaan ...

Menempatkan Nusantara dalam Peta Filsafat Dunia

Dalam tradisi keilmuan yang sangat otoritatif, siapakah yang layak disebut sebagai filsuf? Lantas, apakah Indonesia memiliki filsufnya sendiri?  Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pemantik Wednesday Forum (8/4) yang menghadirkan Al Makin, guru ...

Suami di Rumah dan Relasi Keluarga yang Berubah

Menjadi bapak rumah tangga, bukan berarti berhenti menjadi imam dalam keluarga. Peran laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga mulai mengalami pergeseran. Kehadiran bapak rumah tangga (house husband) mulai terasa ...

Researches