HAM Tanpa Imajinasi: Membaca Indonesia Bersama Robertus Robert

Indonesia pernah mengalami satu fase singkat yang penuh harapan: Reformasi 1998. Saat itu, demokrasi dan hak asasi manusia seolah menemukan momentumnya. Namun, harapan tersebut tidak sepenuhnya bertahan. Perlahan, praktik politik kembali menunjukkan pola lama: pembatasan kebebasan atas nama stabilitas. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa perubahan besar itu tidak berlanjut?
Baca Selengkapnya

Ketika Tahlilan Bertemu Cengbeng

Tradisi kerap hidup dalam perjumpaan, alih-alih isolasi. Tahlilan Ceng Beng memperlihatkan bahwa praktik ziarah merupakan arena negosiasi makna antara leluhur, agama, dan kepentingan sosial yang terus berubah. 
Baca Selengkapnya

Rogocolo: Lapangan Memori di Tanah Pusara

Reduksi  makam sebagai tempat yang keramat dan angker justru mengaburkan fungsi lain makam sebagai situs memori sebuah masyarakat. Di titik ini, makam Rogocolo hadir sebagai sebagai fragmen kecil bagaimana makam menjadi ruang tempat memori terus direproduksi melalui ingatan kolektif dan tata spasial.
Baca Selengkapnya

Reports

Menempatkan Nusantara dalam Peta Filsafat Dunia

Dalam tradisi keilmuan yang sangat otoritatif, siapakah yang layak disebut sebagai filsuf? Lantas, apakah Indonesia memiliki filsufnya sendiri?  Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pemantik Wednesday Forum (8/4) yang menghadirkan Al Makin, guru ...

Suami di Rumah dan Relasi Keluarga yang Berubah

Menjadi bapak rumah tangga, bukan berarti berhenti menjadi imam dalam keluarga. Peran laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga mulai mengalami pergeseran. Kehadiran bapak rumah tangga (house husband) mulai terasa ...

Optimisme Hefner, Skeptisisme Masyarakat Indonesia

Masihkah Islam dan demokrasi kompatibel di Indonesia ketika ormas muslim justru melemah di hadapan pemerintah? Sudah sejak lama polemik perdebatan demokrasi dan Islam dikaji oleh banyak akademisi. Salah satu yang ...

Jejak Ingatan di Balik Dinding Kelenteng

“Kalau berbicara mengenai Tionghoa di Indonesia, kita tidak bisa hanya berbicara mengenai Tionghoa tanpa berbicara tentang Indonesia” Pernyataan itu dilontarkan oleh Yulianti, Dosen Ilmu Sejarah FIB UGM, ketika menjadi moderator ...

Researches