• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 13
Pos oleh :

crcs ugm

Butir-Butir Renungan tentang Terapi Tari/Gerak dan Tari: Suatu Topik Obrolan Tahun 2010 dengan Suprapto Suryodarmo

Joget Amerta Tuesday, 11 March 2025

oleh Diane Butler. Esai singkat ini berangkat dari ide bahwa salah satu proses Prapto sejak awal 1970-an adalah untuk berdiskusi tentang konsep-konsep gerak, mengupas ide-ide, dan kemudian mencoba "under stand" melalui pengalaman latihan gerak.

Suprapto Suryodarmo dalam Lima Sajak

Joget Amerta Tuesday, 11 March 2025

oleh Riwanto  Tirtosudarmo. Saya mempersembahkan lima puisi sebagai penghormatan saya kepada Pak Prapto. Kelima puisi ini saya tulis di tempat dan waktu yang berbeda, setiap kali saya mengenang atau memikirkannya.

Joged Amerta dan Pemberdayaan Perempuan dalam Lensa Psikologi Lokal

Joget Amerta Tuesday, 11 March 2025

oleh Martha Hesty Susilowati. Joged Amerta menawarkan pendekatan holistik yang memungkinkan perempuan untuk merebut kembali tubuh, emosi, dan identitas mereka dari batasan-batasan sosial. Artikel ini mengeksplorasi sinergi antara Gerakan Amerta dan pemberdayaan perempuan, dengan menekankan signifikansi psikologis dan potensi transformatifnya.

Mengenang 5 Tahun Suprapto Suryadarmo: Warisan dan Inspirasi yang Abadi

Joget Amerta Monday, 10 March 2025

oleh Sephia Putri Fatima. Sepanjang hidup, Mbah Prapto mendorong "sahabat-sahabat"-nya untuk berbagi dan menyebarkan pemahaman mereka tentang karyanya.

Joged Amerta: Bergerak Kembali ke Dalam Diri

Joget Amerta Monday, 10 March 2025

oleh Theresia Alit. Dengan gerakannya yang luwes dan tidak terstruktur, Joget Amerta lebih menekankan proses daripada hasil—nilainya tidak diukur dari jumlah penonton. Pada akhirnya, ia terwujud sebagai kesadaran yang hidup dalam gerakan, membimbing para praktisi untuk menemukan kembali diri mereka dan menumbuhkan kepekaan.

Some Reflection Points about Dance/Movement Therapy and Dance: A Topic of Conversation in 2010 with Suprapto Suryodarmo

Amerta Monday, 10 March 2025

by Diane Butler. This brief essay stems from the idea that one of Prapto’s processes since the early-1970s was to discuss about his movement concepts, to peel ideas, and then try to ‘under stand’ via the experience of movement practice. Not for grasping onto an identity or category of work; rather for ‘re-cognizing’ that one’s understanding and awareness of movement arts and life will always be changing according to the environment and journey of time.

1…1112131415…45

Instagram

S U R G A Surga dan neraka memang dibuat sebagai a S U R G A
Surga dan neraka memang dibuat sebagai alat ukur dan wadah pemisah. Keberadaanya merupakan konsekuensi logis dari sebuah tarik ulur tentang baik dan buruk. Mereka yang dijanjikan surga patut bersenang hati. Namun, ada saat ketika keyakinan tentang keselamatan tidak lagi menenangkan. Mungkin persoalannya bukan siapa yang akan masuk surga, melainkan mengapa kita begitu sibuk memastikan orang lain tidak.
Berawal dari percakapan antah berantah, @safinatul_aula tengah berefleksi tentang nasib diri dan teman-temannya nanti. Simak refleksinya di situs web crcs.
Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking glo Tensions around the Gulf of Hormuz are shaking global oil supply and accelerating the push for alternatives green energy. Geothermal is often framed as the answer. But whose “green” is it?
What if “green energy” isn’t always as green as it sounds?
Together with @honeyyymooooonnn we bring stories from communities on the frontlines of geothermal projects in Indonesia, where sustainability is debated, challenged, and reimagined. It is not just about resistance, but a different way of thinking about energy, justice, and our relationship with nature.

Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
S I M P A N G Ada saat ketika tradisi tidak saling S I M P A N G
Ada saat ketika tradisi tidak saling meniadakan, tetapi diam-diam bernegosiasi. Seperti tahlilan yang bersanding dengan cengbeng. Dua bahasa ritual berbeda yang bertemu dalam kebutuhan yang sama: merawat ingatan dan menghadirkan yang telah tiada. Di situ, batas antara agama dan budaya dilenturkan. Mungkin yang mengganggu bukan pertemuannya, melainkan kegelisahan kita sendiri tentang siapa yang berhak menentukan mana yang sah, mana yang menyimpang.

Simak catatan lapangan @yohanes_leo27 tentang cengbeng di makam dukun gula Bah De Pok hanya di situs web crcs
ENTANGLED WORLDS 🌏 Toward a Transdisciplinary Envi ENTANGLED WORLDS 🌏
Toward a Transdisciplinary Environmental Studies

Wednesday Forum Thematic series brings together three distinct topics, each grounded in different disciplinary and lived backgrounds.
Across these conversations, we move from grassroots environmental struggles in Indonesia, to the historical formation of extractive industries under colonial capitalism, and finally to everyday religious practices embedded in agricultural life. Each session offers a different lens—activism, historical analysis, and lived religion—yet all point to the same reality: our environmental worlds are never isolated, but shaped through complex entanglements of power, belief, and practice.

Join the discussion at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY