Reduksi makam sebagai tempat yang keramat dan angker justru mengaburkan fungsi lain makam sebagai situs memori sebuah masyarakat. Di titik ini, makam Rogocolo hadir sebagai sebagai fragmen kecil bagaimana makam menjadi ruang tempat memori terus direproduksi melalui ingatan kolektif dan tata spasial.
Perayaan Nyepi dan Idulfitri yang berimpitan memunculkan pertanyaan yang jarang dibahas secara terbuka: siapa yang harus menyesuaikan diri?
Menjadi bapak rumah tangga, bukan berarti berhenti menjadi imam dalam keluarga.
Apa jadinya ketika perempuan tidak lagi sekadar menjadi objek fatwa, tetapi ikut terlibat merumuskannya?
Ketakutan akan neraka dan obsesi akan keselamatan yang sering diinstitusionalisasikan dalam pendidikan agama telah mengubah iman menjadi alat kontrol. Alih-alih melahirkan kerendahan hati, ketakutan justru memupuk kesombongan dan memperkuat diskriminasi.
The current and ongoing circumstances in Iran are conjuring up the kinds of imageries of the sacred past that can be a powerful tool for socioreligious and political mobilization. Such imageries will inadvertently but most likely evoke deep sentiments in the hearts and minds of millions of both Shi’a and Sunni Muslims outside of Iran.