• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 9
Pos oleh :

ardhy_setyo

Mengapa toleransi tidak murah?

Perspective Monday, 16 July 2018

Toleransi yang murah ialah sikap acuh tak acuh; toleransi yang menghindari perjumpaan dengan 'orang lain'. Bersikap toleran terhadap orang-orang dari agama lain itu gampang jika mereka hampir tak pernah kita jumpai.

What makes tolerance costly?

Perspective Monday, 16 July 2018

Tolerance, i.e. real and sincere tolerance, is not cheap. It costs; it has a price that we must pay if we really intend to be tolerant.

Menengahi Benturan Kebebasan Beragama dengan Kesetaraan Gender

Class Journal Wednesday, 11 July 2018

Catatan dari kelas Religion and Human Rights bersama Lena Larsen dari Oslo Coalition on Freedom of Religion or Belief.

Unduh Buku – Costly Tolerance: Tantangan Baru Dialog Muslim-Kristen di Indonesia dan Belanda

Book Tuesday, 10 July 2018

Kumpulan makalah terpilih dari konferensi "Costly Tolerance" yang diselenggarakan The Netherlands-Indonesia Consortium for Muslim-Christian Relations/NICMCR pada 2015.

Beragam Landasan bagi Hak Asasi Manusia

Class Journal Saturday, 7 July 2018

Catatan dari kuliah Religion and Human Rights bersama Tore Lindholm dari Oslo Coalition on Freedom of Religion and Belief.

Dilema Multikulturalisme dan Keadilan Gender

Book Review Friday, 6 July 2018

Telaah terhadap buku Sarah Song, "Justice, Gender, and The Politics of Multiculturalism" (New York: Cambridge University Press, 2007).

1…7891011…28

Instagram

Much has been said about faith and ecology—but one Much has been said about faith and ecology—but one question often slips through the cracks: who is actually paying for it?
Behind every conservation effort, there are financial choices, priorities, and actors shaping what is possible. This talk with dives  into the often-overlooked terrain of sustainable financing in the intersection of religion, ecology, and conservation in Indonesia. 
Come and join in a thought-provoking discussion with @sofjandicky at UGM Graduate School building, 3rd floor. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Kuliah itu SCAM? Apa sih bedanya SCAM versi anak Kuliah itu SCAM?

Apa sih bedanya SCAM versi anak CRCS UGM?
 #skill #connection #attitude #mindset #fyp
B A T A S Ada momen ketika agama hadir sebagai ba B A T A S 
Ada momen ketika agama hadir sebagai bahasa terakhir untuk bertahan. Seperti perempuan-perempuan di Sudan yang mempertanyakan apakah bunuh diri bisa menjadi jalan pulang yang lebih manusiawi daripada hidup dalam kekerasan. Ini merupakan situasi ekstrem ketika dosa dan keselamatan tidak lagi nyata dalam keseharian sementara dunia memilih diam. Pada titik itu, mereka memilih untuk berbicara "langsung" kepada Tuhan melalui jalan yang kelam.

Simak refleksi @safinatul_aula tentang bunuh diri dan agensi "kesalehan" di situs web crcs
A N G K E R Makam menjadi ruang pisah antara yang A N G K E R
Makam menjadi ruang pisah antara yang hidup dan mati. Mereka yang masih bernyawa melanjutkan cerita, mereka yang mati bersemayam di makam. Pada titik ini, makam memisahkan antara yang sakral dan profan, yang adi kodrati dan yang sehari-hari. Namun, makam juga menjadi ruang jumpa antarkeduanya. Yang hidup menceritakan ulang kisah yang meninggal sehingga mendiang terus mengada. Selama kisah diceritakan dan nama terus diumbulkan ke langit, selama itu pula mereka mengabadi. Karenanya, makam itu angker, sebuah jangkar yang menakutkan dan menautkan sekaligus. 

Simak catatan lapangan @yohanes_leo27 terkait makam di situs web crcs.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY