[smartslider3 slider=2]

LATEST POSTS

Babak Baru Diskursus Jilbab: Dari Regulasi Terbuka ke Kontrol Normatif

Meskipun isu jilbab telah lama menjadi bagian dari diskursus publik, kasus pelanggaran maupun pelarangan jilbab masih terus terjadi. Polanya pun bergeser. Jika dahulu intervensi negara hadir melalui larangan atau kewajiban tertulis yang kaku, kini ia bekerja lewat tekanan sosial, relasi ...

Ketika Kita Memberi Nama pada Dunia

Pernahkah kita bertanya: apa yang sebenarnya terjadi ketika kita memberi nama pada sesuatu? Sekilas, menamai tampak seperti tindakan sederhana. Kita memberi label agar dunia lebih mudah dipahami. Hutan disebut hutan, sungai disebut sungai, dan laut disebut laut. Tanpa bahasa, manusia ...

Titik Balik yang Mencerahkan dalam Relasi Lintas Agama

Selamat atas 25th Anniversary of CRCS UGM. Tetap terdepan dalam pengembangan riset, pengabdian masyarakat dan bidang keilmuan untuk menghasilkan lulusan berprestasi yang siap berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih adil dan damai. Tulisan ini merupakan refleksi atas perjalanan bersama CRCS ...

Santri Udik Membuka Pintu Dunia

Ada perasaan tidak percaya diri ketika pertama kali menginjakkan kaki di gedung lengkung Pascasarjana UGM medio tahun 2005. Di dalam lift, waktu mau menyerahkan formulir pendaftaran mahasiswa baru di CRCS, saya bergumam dalam hati, “Masa iya saya akan kuliah di ...

Cross-culture sebagai Metode Kajian Agama dan Spiritualitas

Ini mungkin hanya narasi kecil dari narasi besar gagasan pembelajaran ala CRCS UGM. Pengajaran agama dalam kurikulum pendidikan nasional Indonesia telah diterapkan sejak level pendidikan usia dini. Lembaga pendidikan dasar hingga menengah atas berbasis keagamaan, khususnya di perkotaan, menjadi plihan ...

Aku Terhubung, maka Aku Sejahtera: Relasionalitas Praktik Ngahuma Baduy

Di era industri mekanistik-kapitalistik saat ini, cara kita mengukur kesejahteraan (wellbeing) sering kali terjebak dalam  angka-angka statistik seperti GDP, tingkat konsumsi, atau pendapatan per kapita. Namun, ukuran-ukuran ini menyisakan pertanyaan mendasar: apakah angka tersebut benar-benar menggambarkan keberlangsungan hidup atau sekadar ...

Membicarakan Uang dalam Isu Lingkungan Berbasis Iman

Bagaimana orang-orang beragama dapat berkontribusi secara finansial terhadap keberlanjutan ekologis? Pembahasan finansial dalam isu agama dan ekologi tidak bisa dikesampingkan karena semua aktivitas ekologis memerlukan uang. Padahal, selama ini pembiayaan ekologi berkelanjutan berbasis agama dan potensi pengembangan pendanaanya masih setengah ...

Meracik Agama untuk MBG

Di tengah legitimasi agama atas kebijakan negara, agensi pemuka agama lokal terkadang hadir untuk mengoreksinya.   Sebagai program prioritas rezim pemerintah saat ini, Makan Bergizi Gratis (MBG) memang tak pernah  selesai dibicarakan. Agama pun tidak luput dalam diskursus tersebut. Pemuka ...

Ketika Tahlilan Bertemu Cengbeng

Tradisi kerap hidup dalam perjumpaan, alih-alih isolasi. Tahlilan Ceng Beng memperlihatkan bahwa praktik ziarah merupakan arena negosiasi makna antara leluhur, agama, dan kepentingan sosial yang terus berubah.  Setiap musim semi, masyarakat Tionghoa menjalankan ritual ziarah kubur yang dikenal sebagai qing ...

HAM Tanpa Imajinasi: Membaca Indonesia Bersama Robertus Robert

Indonesia pernah mengalami satu fase singkat yang penuh harapan: Reformasi 1998. Saat itu, demokrasi dan hak asasi manusia seolah menemukan momentumnya. Namun, harapan tersebut tidak sepenuhnya bertahan. Perlahan, praktik politik kembali menunjukkan pola lama: pembatasan kebebasan atas nama stabilitas. Apa ...