• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Tionghoa
  • Tionghoa
  • page. 2
Arsip:

Tionghoa

Manifesto Generasi Baru Khonghucu Indonesia

BeritaBeritaEvent reportNewsNews Tuesday, 21 January 2025

Betapa pun berbeda pengalaman dan pandangan religius dengan generasi pendahulunya, anak muda Khonghucu tak akan pernah tercerabut dari “tulang” leluhurnya.

Menerobos Pembatasan Sosial, Mempertahankan Ruang Perjumpaan

BeritaEvent reportNewsWednesday Forum Report Friday, 4 October 2024

Kedai kopi yang dianggap sekadar tempat transaksi ekonomi, ternyata menjadi ruang penting terciptanya sebuah dinamika relasi lintas etnis dan agama yang sarat akan luka masa lalu.

Bong, Urusan Kematian Tionghoa, dan Yang Terbengkalai

PerspectivePerspective Friday, 5 April 2024

Kasus penelantaran bongpay di Semarang memancing pertanyaan, masihkah pemakaman ala tradisi Tionghoa menjadi urusan penting dalam kehidupan keagamaan orang Tionghoa?

Genta Rohani dalam Resistensi

Perspective Thursday, 8 February 2024

Luka sejarah tak lantas menyurutkan umat Konghucu untuk mengekspresikan religiusitasnya di ruang publik. Meski mengalami kemerosotan jumlah persentase umat, perjalanan agama Konghucu pasca-Orde Baru tidak sesuram proyeksi data itu

Memulihkan Literasi Agama-Agama Tionghoa

BeritaBeritaEvent reportNews Friday, 12 January 2024

Memulihkan Literasi Agama-Agama Tionghoa

Rezza Maulana – 12 Januari 2024

By breadth of reading and the ties of courtesy, a gentleman is kept, too, from false paths (Confucius)

Eksistensi dan kiprah masyarakat keturunan Tionghoa dalam derap sejarah Nusantara seakan tenggelam oleh stigma negatif yang menyelimutinya. Padahal, dinamika pemikiran dan pergulatan mereka ikut menyumbang batu bata dalam bangunan negeri yang bernama Indonesia ini. Salah satu penyebabnya ialah minimnya kajian yang bersumber dari sudut pandang masyarakat keturunan Tionghoa itu sendiri. Kebijakan asimilasi, represi, dan aksi amuk massa yang kerap menyasar komunitas keturunan Tionghoa ikut menyumbang hilangnya berbagai dokumen penting dan sumber sejarah. Untungnya, di samping koleksi pribadi atau perorangan, beberapa arsip sejarah yang tersimpan di klenteng atau rumah ibadah masih terselamatkan.

Sebuah Jalan untuk Pengakuan: Negosiasi dan Rekognisi dalam Festival Cheng Ho

PerspectivePerspective Thursday, 19 October 2023

Sebuah Jalan untuk Pengakuan:
Negosiasi dan Rekognisi dalam Festival Cheng Ho

Refan Aditya – 19 Oktober 2023

Tambur ditabuh, gemuruh perkusi memenuhi Kelenteng Tay Kak Sie dan memecah langit pecinan Semarang 19 Agustus 2023. Orang-orang mulai memadati halaman kelenteng. Beberapa kelompok seni Tionghoa sudah bersiap sejak dini hari. Mereka akan mengarak arca (kong co) Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Tay Djien menuju Kelenteng Sam Poo Kong. Arak-arakan ini, yang juga disebut Kirab Sam Poo, merupakan rangkaian acara “Festival Cheng Ho 2023”. Kirab Sam Poo dirayakan setiap tanggal 29 bulan enam penanggalan Imlek sebagai peringatan ke-618 kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Semarang. 

123

Instagram

What happens when climate change is measured not o What happens when climate change is measured not only through data, but also through lived experience?

This presentation examines how local and Indigenous knowledges reveal forms of loss and damage that often remain invisible in conventional climate assessments, while offering valuable insights for adaptation and resilience.
Come and join this thought-provoking discussion with @rebecca.meckelburg at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Jangan lupa daftar ya! Sampai bertemu di Februari Jangan lupa daftar ya!
Sampai bertemu di Februari 2027 🤭🤗

#sekolahpascasarjanaugm #crcsugm
Ready to Enroll? Admission for the even semester h Ready to Enroll?
Admission for the even semester has begun.

🔥
What if "Mecca" is not always in Mecca? Across the What if "Mecca" is not always in Mecca?
Across the Indonesian archipelago, Muslims have developed ways of bringing, imagining, and reconfiguring Mecca within local landscapes. One fascinating case is Tembayat in Central Java—a pilgrimage site shaped by Islamic, Javanese, and Sufi traditions  situated in a landscape with a much older Hindu-Buddhist history.

So, is Tembayat simply a “little Mecca”?
Or something more complicated?

Come and join this thought-provoking discussion at #wednesdayforum.
We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY