• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada
  • About Us
    • About CRCS
    • Vision & Mission
    • People
      • Faculty Members and Lecturers
      • Staff Members
      • Students
      • Alumni
    • Facilities
    • Library
  • Master’s Program
    • Overview
    • Curriculum
    • Courses
    • Schedule
    • Admission
    • Scholarship
    • Accreditation and Certification
    • Academic Collaborations
      • Crossculture Religious Studies Summer School
      • Florida International University
    • Academic Documents
    • Student Satisfaction Survey
  • Article
    • Perspective
    • Book Review
    • Event Report
    • Class Journal
    • Interview
    • Wed Forum Report
    • Thesis Review
    • News
  • Publication
    • Reports
    • Books
    • Newsletter
    • Monthly Update
    • Infographic
  • Research
    • CRCS Researchs
    • Resource Center
  • Community Engagement
    • Film
      • Indonesian Pluralities
      • Our Land is the Sea
    • Wednesday Forum
    • ICIR
    • Amerta Movement
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

crcs ugm

Antara Takut dan Cinta: Memahami Relasi Manusia dengan Tuhan

PerspectivePerspective Wednesday, 3 June 2026

Bayangkan seseorang yang rajin beribadah. Ia tidak pernah melewatkan doa, berusaha menghindari dosa sekecil apa pun, dan ingin selalu menjadi pribadi yang taat. Dari luar, hidupnya tampak ideal. Namun, jika ditelisik lebih dalam, ada kegelisahan yang terus bekerja diam-diam: takut salah, takut ibadahnya tidak diterima, takut Tuhan murka kepadanya. Lantas, Apakah kehidupan religius selalu menghadirkan ketenangan?

Biarkan Borobudur Bicara Sendiri tentang Dirinya

BeritaLaporan Wednesday ForumWednesday Forum Report Sunday, 31 May 2026

Di balik kemegahannya, pemahaman tentang Borobudur justru dipenuhi perdebatan, kekosongan data, hingga narasi kolonial yang diwariskan sejak awal abad ke-19. Hudaya Kandahjaya mengkritik kecenderungan kolonial tersebut dan menawarkan pendekatan lain: memahami Borobudur melalui sumber internal candi, prasasti sezaman, dan pengetahuan masyarakat Jawa sendiri. 

Bisakah Tuhan Jadi Aktivis HAM?

Bedah BukuBook Review Thursday, 21 May 2026

Karya Santos If God Were a Human Rights Activist (2015) seolah membawa wawasan baru untuk merekonstruksi hak asasi manusia (HAM) sampai ke akar-akarnya. Namun, pertanyaan besar muncul: Tuhan yang mana? Tuhannya siapa? HAM yang seperti apa?

Babak Baru Diskursus Jilbab: Dari Regulasi Terbuka ke Kontrol Normatif

PerspectivePerspective Tuesday, 5 May 2026

Meskipun isu jilbab telah lama menjadi bagian dari diskursus publik, kasus pelanggaran maupun pelarangan jilbab masih terus terjadi. Polanya pun bergeser. Jika dahulu intervensi negara hadir melalui larangan atau kewajiban tertulis yang kaku, kini ia bekerja lewat tekanan sosial, relasi kuasa institusional, dan normalisasi nilai mayoritas dalam interaksi sehari-hari. Jilbab lagi-lagi menjadi medan kontrol atas kuasa tubuh dan standar kelayakan moral bagi perempuan di ruang publik.

Ketika Kita Memberi Nama pada Dunia

PerspectivePerspective Tuesday, 5 May 2026

Pernahkah kita bertanya: apa yang sebenarnya terjadi ketika kita memberi nama pada sesuatu? Sekilas, menamai tampak seperti tindakan sederhana. Namun, menamai juga bisa berarti mereduksi yang berujung pada menguasai.

Aku Terhubung, maka Aku Sejahtera: Relasionalitas Praktik Ngahuma Baduy

Event reportLaporan Wednesday ForumNews Tuesday, 5 May 2026

Di era industri mekanistik-kapitalistik saat ini, cara kita mengukur kesejahteraan sering kali terjebak dalam angka-angka statistik seperti GDP, tingkat konsumsi, atau pendapatan per kapita. Namun, ukuran-ukuran ini menyisakan pertanyaan mendasar: apakah angka tersebut benar-benar menggambarkan keberlangsungan hidup atau sekadar optimalisasi sistem ekonomi kapitalis? 

123…47

Instagram

crcs_ugm

Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari Sedang tidak baik-baik saja, kamu biasanya mencari apa di internet?

Banyak anak muda hari ini menemukan ketenangan, nasihat, bahkan jawaban atas kegelisahan melalui media sosial, konten keagamaan, akun kesehatan mental, hingga AI chatbot. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi?
Kami sedang melakukan penelitian untuk memahami bagaimana generasi muda usia 10–24 tahun mencari informasi keagamaan maupun kesehatan mental saat menghadapi masa-masa sulit.
Jika kamu merasa topik ini dekat dengan pengalamanmu, kami mengundangmu menjadi responden.
Partisipasi bersifat sukarela dan seluruh jawaban dijaga kerahasiaannya.
Kamu bisa langsung kirim DM jawabanmu atau mau tanya-tanya dulu juga boleh.

Kami tunggu ya.
Katanja koeliah S2 itoe mahal? Eitss , djangan s Katanja  koeliah S2 itoe mahal? 
Eitss , djangan salah
Bersama keempat mahasiswa angkatan 2025, kita akan ngobrolin djoeroes-djoeroes djitoe mendapatkan beasiswa di CRCS UGM

Begitoe?
Before petroleum fueled the world, it fractured th Before petroleum fueled the world, it fractured the archipelago

The raise of the colonial petroleum industry in the Dutch East Indies was also the emergence of new spatial inequalities. Outer Java was not merely discovered as a resource zone. It was politically produced as an extractive territory through imperial concessions, colonial state-building, and global struggles over resource control.

Join us in this presentation on capitalism, oil, and the colonial fractures that continue to haunt the geography of modern Indonesia. We provide snacks and drinks, don't forget to bring your tumbler. This event is free and open to public.
M B G Satu kotak makan berisi nasi putih pulen seb M B G
Satu kotak makan berisi nasi putih pulen sebagai sumber karbohidrat utama, dimasak dari beras medium pilihan, air, sedikit garam, dan beberapa tetes minyak agar tidak cepat basi. Di sampingnya terdapat ayam semur kecap, dibuat dari potongan daging ayam, bawang merah, bawang putih, kecap manis, daun salam, lengkuas, garam, dan sedikit gula sehingga memberi asupan protein hewani yang cukup untuk pertumbuhan. Sebagai pendamping lauk utama, disediakan tempe orek manis gurih dari tempe iris tipis, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, dan gula merah. Tempe ini berfungsi menambah protein nabati sekaligus membuat kotak makan tampak lebih penuh, sebab protein memang sering lebih meyakinkan bila hadir rangkap dua. Untuk unsur sayuran, ada tumis wortel dan buncis yang dimasak dari wortel segar, buncis, sedikit kol, bawang putih, garam, merica, dan minyak sayur. Warna oranye-hijau pada sayur ini penting: bukan hanya untuk vitamin A dan serat, tetapi juga agar foto dokumentasi tidak terlihat terlalu pucat.Sebagai pelengkap vitamin alami, satu buah pisang atau sepotong pepaya matang diletakkan di sudut kotak. Buah dipilih yang murah, tahan banting, tidak gampang memar, dan cukup fotogenik ketika dibagikan massal. Terakhir, ditambahkan susu UHT kotak kecil berbahan susu sapi, gula, dan fortifikasi vitamin, atau kadang telur rebus utuh sebagai penutup protein tambahan.

Berbuih-buih seperti pelaksanaannya ...
Follow on Instagram

Twitter

Tweets by crcsugm

Universitas Gadjah Mada

Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, 3rd Floor
Jl. Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta, 55284
Email address: crcs@ugm.ac.id

 

© CRCS - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY