Di tengah asyik masyuknya pemuka agama dengan kekuasaan, adanya pemuka agama prorakyat menunjukkan wajah agama yang menjalankan pendampingan dan keberpihakan pada warga yang rentan.
Perspective
Dalam pandangan normatif, konsep gender kerap mengacu pada klasifikasi biner pasti: perempuan dengan laki-laki. Padahal, tubuh manusia tak sekadar tersusun secara biologis, tetapi juga terbentuk melalui setiap perjumpaannya dengan alam dan beragam nilai kultural. Dalam banyak kebudayaan, gender dipahami secara lebih lentur daripada klasifikasi biologis. Salah satunya ialah tradisi tari lengger.
Tradisi bukan hanya tentang peninggalan masa lalu. Di Kelenteng Ban Eng Bio, tradisi menjelma sebagai medium untuk mencipta memori kolektif. Melalui ritual gotong tepekong, aktor-aktor generasi muda kelenteng menegaskan identitasnya.
Jika kolonialisme Eropa dulu datang membawa gold, glory, dan gospel; Indonesia tampaknya meluncurkan spin-off lokalnya: gold, glory, dan gus.
Lebih dari seribu salib kayu berwarna merah berdiri di pelbagai titik tanah ulayat suku Awyu di Boven Digoel, Papua Selatan. Salib itu bukan sekadar penanda wilayah ulayat suku Awyu, melainkan juga sebagai bahasa keagamaan dan kultural yang melindungi mereka dari ancaman rencana pembangunan perkebunan sawit.
Upaya penyeragaman berbagai kategori agama leluhur dan keyakinan turun-temurun ke dalam satu payung "Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa" berisiko melahirkan bentuk baru dari politik eksklusi: “politik kepercayaan”.