CRCS welcomes graduate students and the public to enroll in the three intersession courses on religious and cross-cultural studies for credit or as auditors.
Menurut Eliade, agama tidak bisa direduksi sebagai fenomena sampingan semata, yang mengandaikan agama sebagai variabel yang dependen atau akibat dari struktur sosial tertentu. Baginya, agama merupakan sesuatu yang 'sui generis': ia memiliki aspek-aspek esensial yang otonom, dan karena itu harus didekati dengan fenomenologi.
Wednesday Forum, April 28, 2021. Speaker: Paul Hedges, Associate Professor in the Interreligious Relations in Plural Societies Programme, RSIS, Nanyang Technological University, Singapore.
Bila melihat bahwa tujuan dari dialog antaragama bukan saja menyangkut isu teologis melainkan juga pemecahan masalah bersama terkait isu sosial, ekonomi, politik dan isu ekologis, eksklusi terhadap agama lokal dalam dialog antaragama berarti pengabaian terhadap mitra dialog yang amat berharga.
Dialog sebagai modus perjumpaan antargama dan etika global sebagai tanggung jawab agama-agama dalam merambah masalah sosial, ekonomi, dan politik inilah dua dari sekian buah pikiran yang ditinggalkan Hans Küng.
Wednesday Forum, April 14, 2021. Speaker: a Christian pastor serving with the Yogyakarta International Congregation and alumnus of ICRS.
Durkheim berpendapat bahwa cara terbaik untuk memahami agama bukanlah melalui individu, melainkan melalui masyarakat, karena masyarakatlah yang membentuk individu. Sejalan dengan Marx dan Weber, Durkheim menempatkan agama pertama-tama bukan sebagai gejala psikologis individu, melainkan sebagai kenyataan sosial di masyarakat.
Wednesday Forum, April 7, 2021. Speaker: Kor Grit, Visiting Assistant Professor of Religious Studies at the Faculty of Theology at UKDW, Yogyakarta
Buku ini menghimpun esai-esai foto yang memotret praktik ekologi adat komunitas Ammatoa yang mengejawantah dalam kehidupan sehari-hari termasuk berbagai ritual, seni dan tradisi, serta berbagai aturan adat.
Bagaimana mestinya kita memposisikan beragam argumentasi keagamaan dan non-keagamaan dalam sistem demokrasi? Sejumah teoritisi demokrasi menawarkan adanya konsensus (rasional) berdasarkan penalaran publik. Namun, seberapa inklusifkah konsensus ini?
Istilah “paganisme” umum digunakan untuk merujuk pada praktik dan tradisi para penyembah berhala. Dalam sejarah, istilah ini lazim digunakan oleh komunitas Kristen awal di Romawi pada abad ke-4 guna membedakan keimanan mereka dari praktik dan tradisi para pemuja dewa. Namun, benarkah pemaknaan ini?
Wednesday Forum, 31 March 2021. Speaker: Erica Larson, Postdoctoral Fellow at Asia Research Institute, National University of Singapore.
An open recruitment for Public Education division at CRCS UGM
Wednesday Forum, 17 March 2021. Speaker: Claire-Marie Hefner, a postdoctoral scholar of Islamic studies in the Department of Religion at Florida State University.
Konfusianisme atau Konghucu kini merupakan salah satu dari enam agama-dunia yang diakui negara—atau persisnya, memiliki perwakilan administratif di Kementerian Agama. Namun, status ini tidaklah didapat begitu saja, melainkan melalui perjuangan yang cukup panjang.
Agama Hindu merupakan salah satu dari agama-dunia yang memerlukan usaha ekstra untuk dapat dapat diakui sebagai agama di Indonesia. Keterkaitannya yang erat dengan Bali sejak era prakemerdekaan hingga saat ini juga ikut mewarnai sejarah panjang tersebut.
Wednesday Forum, March 10, 2021. Speaker: Ricardo Vargas Posada, alumnus of ICRS, Yogyakarta.
Wednesday Forum, March 3, 2021, with Daniel Majchrowicz, Assistant Professor of South Asian Literature and Culture at Northwestern University in Evanston, IL, USA.
Wednesday Forum, 24 October 2021, with Julie Gaynes, PhD candidate in Culture and Performance at the University of California, Los Angeles (UCLA).
Apa saja yang berperan dalam sejarah perubahan masyarakat merupakan pertanyaan besar dalam perdebatan sosiologi klasik. Max Weber dengan karya klasiknya "The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism" memberikan pemahaman bahwa, walau bukan penentu satu-satunya, ide berperan efektif dalam gerak sejarah masyarakat.
Wednesday Forum, 17 February 2021. Speaker: Dr. Dicky Sofjan, Core Doctoral Faculty at ICRS, Yogyakarta.
Kamis, 4 Februari 20212. DIselenggarakan atas kerja sama Indonesian Pluralities (CRCS UGM, Pardee School of Global Studies - Boston University, dan Watchdoc) dan Yayasan Cahaya Guru.
Agama Buddha pernah dominan di era Majapahit, lalu surut seiring dominasi Islam, sempat mengalami kebangkitan berkat komunitas teosofi, tetapi tidak diakui sebagai agama di era awal pascakemerdekaan. Agama Buddha baru menjadi salah satu agama yang 'diakui' negara setelah bernegosiasi dengan sistem politik yang dilandasi Pancasila.
Sebelum gerakan ekologi modern diteorisasi, komunitas-komunitas adat atau agama lokal di pelbagai penjuru dunia merupakan kelompok yang menerjemahkan kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari dan berbasis pada kepercayaan religius yang melekat erat dalam kepercayaan mereka serta mendorong lahirnya aksi perlawanan terhadap para perusak alam. Salah satunya ialah gerakan Chipko di Uttar Pradesh, India.
Review disertasi Benedict R. O’G. Anderson "The Pemuda Revolution: Indonesian Politics 1945-1946" (1967) tentang peran pesantren dalam menggerakkan revolusi pemuda era pendudukan Jepang.
Bagi Latour, untuk memahami sains kita membutuhkan antropologi, sebab sains bukan soal penyingkapan (discovery) terhadap sesuatu yang tersembunyi, melainkan soal invensi, yakni ketika sains mengonstruksi objek yang sedang dipelajari. Apa yang selama ini kita sebut sebagai alam sebenarnya adalah apa yang dikatakan ilmu pengetahuan alam.
Tidak seperti penjelasan "teori persaingan" (bahwa Islamisasi meluas sebagai terusan dari perseteruan Islam-Kristen dalam perang salib), Islamisasi di Minangkabau memiliki kekhasan tersendiri: Islam menyebar dari kaum Muslim pedagang di pesisir, kaum tarekat di masyarakat petani di pedesaan, hingga munculnya gerakan Padri yang diprakarsai oleh para haji.
Wednesday Forum, 16 Dec 2020. Speaker: Mohammad Iqbal Ahnaf, lecturer at CRCS UGM.
Wednesday Forum, 9 Dec 2020. Speaker: Dr Namrata Chaturvedi, Associate Professor in the Department of English, SRM University, Sikkim, India.
Wednesday Forum, Dec 2, 2020. Speaker: Rüdiger Lohlker, professor of Islamic Studies at the University of Vienna, Austria.
Fransiscus van Lith mengupayakan akulturasi Katolik dengan budaya Jawa, memisahkan misi Katolik dari kepentingan kolonial, dan mendirikan sekolah yang melahirkan tokoh-tokoh Katolik pro-nasionalis, seperti Soegijapranata, yang terkenal dengan jargonnya "100 persen Katolik, 100 persen Indonesia".
Wednesday Forum on 25 November 2020 with Saba Soomekh, the Associate Director at AJC-LA and a lecturer at The Academy for Jewish Religion, California.
Seturut pola yang terjadi di banyak wilayah lain di Nusantara, sejarah perubahan agama di Batak juga merupakan sejarah penyebaran agama dunia yang ditopang oleh kekuasaan dengan kepentingan ‘memperadabkan masyarakat yang primitif’.
Wednesday Forum, November 18, 2020. Speaker: Emma Meehan, assistant professor at the Centre for Dance Research, Coventry University, UK.
Paling tidak ada tiga bentuk respons yang dapat diambil agama dalam menyikapi krisis ekologis. Pertama, ‘penemuan kembali’ (recovery), yaitu usaha untuk kembali ke tradisi. Kedua, reformasi, yaitu usaha untuk menafsirkan ulang tradisi. Ketiga, penggantian (replacement) atau usaha mencari agama baru.
Konstruksi tatanan keagamaan di Indoenesia tidak hanya menempatkan kelompok reformis sebagai aktor utama. NU juga turut andil di dalamnya, berperan dalam pendefinisian agama, dan hingga tingkat tertentu juga mempertentangkannya dengan adat.
Wednesday Forum, Nov 11, 2020. Speaker: M. Amin Abdullah, professor of Islamic philosophy and Islamic studies at UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Wednesday Forum, November 4, 2020, with Dr Ari Gordon, director of U.S. Muslim-Jewish Relations for American Jewish Committee.
Wednesday Forum, October 21, 2020, with Romo Martinus Joko Lelono, a Catholic priest, on youth religion in Komunitas Tritunggal Mahakudus.
Materialisme kultural berpandangan bahwa memahami asal muasal 'ide' (termasuk budaya dan agama di dalamnya) tidak bisa dilepaskan dari kondisi material yang melingkupi kelahirannya. Bagaimana bila pendekatan ini diterapkan dalam satu kasus keagamaan?
Online screening and discussion of the third film of the Indonesian Pluralities series, Oct 14, 2020
Wednesday Forum, 14 October 2020. Speaker: Fatimah Husein, associate director of ICRS Yogyakarta
Wednesday Forum, October 7, 2020. Speaker: Mahaarum Kusuma Pertiwi, lecturer at the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada.
Faktor yang terlibat dalam upaya pelarangan Injil berbahasa Minang bukan semata agama, melainkan juga politik identitas yang mencampuradukkan agama dan etnisitas.
Tokoh agama memiliki peran strategis untuk mendukung pengesahan RUU P-KS. Peran ini bukan saja untuk mengedukasi umat, melainkan juga menangani kasus di lingkungan keagamaan, termasuk yang dilakukan oleh tokoh agama sendiri.
Belum tersosialisasinya peraturan menteri, ketiadaan payung hukum pada level pelaksana di tingkat lebih rendah, kerumitan advokasi dengan berbagai pihak di tingkat lokal, serta problem stigma dan diskriminasi yang masih berulang, menjadi pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak-anak penghayat kepercayaan.
Bagi orang Aceh dulu, adat dan agama bukanlah dua entitas dengan garis pemisah yang tegas. Adat bagi orang Aceh merupakan tata hidup masyarakat yang mencakup aturan agama, pembagian kekuasaan pemerintahan, perpajakan, distribusi ekonomi dan pertahanan. Pengertian ini berganti makna setelah Snouck Hurgronje mengubahnya.
Laporan I/Juni 2020, karya kolaborasi CRCS, ICRS, dan YLBHI, membahas pembatasan hak kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia selama masa wabah Covid-19.
Tentang gerakan Kristen Kang Mardika yang didirikan Kiai Sadrach: kemerdekaan untuk mengekspresikan Kekristenan berdasarkan pengalaman lokal orang Jawa dan kemerdekaan dari subordinasi oleh kaum kolonial.
Status kewarganegaraan penuh diraih dengan terpenuhinya empat dimensi kewarganegaraan: keanggotaan, status hukum, hak, dan partisipasi.
Sejarah evolusi primata yang melahirkan manusia memperlihatkan sebuah diskontinuitas. Berbeda dari anggota keluarga primata lain yang dekat secara genetik seperti simpanse dan gorila, manusia memiliki kapasitas untuk percaya.
Wednesday Forum, May 20, 2020. Speaker: Paul Knitter, Emeritus Professor of Theology and Religions at Union Theological Seminary, New York City.
Animisme baru mengkritik paradigma animisme lama yang dilandasi paradigma yang esensialis, evolusionis, dan bisa modern. Akan tetapi, apakah animisme baru bisa seutuhnya lepas dari masalah yang diidap animisme lama ini?
Melalui karyanya 'The Meaning and End of Religion', Smith tidak luput dari sejumlah kritik, tetapi ia menjadi pelopor kajian studi agama yang dapat mengakomodasi ekspresi keyakinan di luar-luar agama-agama dunia.
Wednesday Forum online, 29 April 2020. Speaker: Christine E Gudorf, retired Professor of Religious Studies at Florida International University.
Pembatasan terhadap kebebasan menjalankan agama dalam rangka menghadapi pandemi global COVID-19 dapat dijustifikasi oleh hukum HAM internasional. Namun secara prinsip, pembatasan ini tidak boleh menjadi alat untuk melakukan diskriminasi.
Liputan Diskusi Online Keluarga Besar CRCS (Disko-CRCS) pada Kamis, 9 April 2020. Acara diinisiasi Imam Malik (angkatan 2003) dengan para pemantik: Kusuma Dewi (angkatan 2006), Syams Madyan (angkatan 2004), dan Ali Amin (angkatan 2002).
Perempuan rentan mengalami lebih banyak macam persekusi dibanding lelaki ketika menghadapi tindakan intoleransi. Namun, perempuan Ahmadiyah bisa memberdayakan diri untuk sadar dan memperjuangkan hak-hak mereka yang terdiskriminasi.
Banyak fatwa hubungan antaragama yang lahir dengan dilatari semangat eksklusif bahkan kadang antagonistik terhadap pemeluk agama lain. Elemen di luar fatwa seperti relasi kuasa dan patronase pemimpin keagamaan kadang juga turut bersaham dalam perumusan fatwa dan efektivitasnya.
Wednesday Forum, 18 March 2020. Speaker: Leila Chamankhah, from the Department of Philosophy, University of Dayton, Ohio.
Acara hari Kamis 12 Maret di Fisipol UGM. Terbuka untuk umum dan gratis.
Hari ini tinggal sedikit orang yang berani terus terang mendaku diri sebagai abangan. Kalau ada praktik yang dulu disebut abangan dan kini masih dilakukan, ia disebut bukan sebagai praktik keagamaan, melainkan ‘adat’ atau ‘budaya’. Apa saja faktor yang bersaham dalam peminggiran abangan ini?
Wednesday Forum, 4 March 2020. Speaker: Suhadi, lecturer at the Graduate School, UIN Sunan Kalijaga
Wednesday Forum, 26 Feb 2020. Speaker: Dr Zainal Abidin Bagir, director of ICRS Yogyakarta
Ketegangan antara perlindungan keamanan nasional dan pemenuhan HAM dalam kasus eks-ISIS memang bukan hal yang mudah untuk dijembatani. Tetapi, benarkah tidak ada opsi-opsi untuk mengakomodasi keduanya?
Wednesday Forum, 19 February 2020. Speaker: Dr. amina wadud, from the Starr King School for the Ministry, California, USA.
Wednesday Forum, February 12, 2020. Speaker: Reinhold Bernhardt, professor of systematic theology at the University of Basel, Switzerland.
Biasanya rekonsiliasi di Ambon menonjolkan ranah formalnya. Film "Beta Mau Jumpa" menyoroti ranah-ranah informalnya di akar rumput, di ranah lingkungan sekitar, di ranah fungsional, dan di ranah narasi.
Peluncuran film kedua seri Indonesian Pluralities di IAIN Ambon, Rabu, 29 Jan 2020, bekerja sama dengan Ambon Reconciliation & Mediation Center (ARMC).
Peluncuran "Beta Mau Jumpa", film kedua seri Indonesian Pluralities, di IAKN Ambon, Selasa, 28 Januari 2020, bekerja sama dengan Pusat Studi antar-Budaya dan Agama (PSaBA), IAKN Ambon.
Agama dunia yang kuat elemen teologisnya dan hierarkis dalam memandang hubungan manusia-alam akan menganggap relasi antara penganut agama leluhur dengan pohon, batu, gunung, dst, sebagai relasi penyembahan. Paradigma semacam ini perlu digeser.
Review tesis CRCS tahun 2003, "Religious People’s Reaction towards Dutch Colonialism in Javanese Villages 1870-1930’s".
Corak keberagamaan yang cair dan terbuka, yang dianggap ‘sinkretis’, boleh jadi malah berkontribusi besar bagi cepat diterimanya agama-agama dunia oleh masyarakat-masyarakat lokal di Nusantara.
With the loss of indigenous religions and language, there is loss of life. With loss of biological life comes loss of indigenous religions and languages.
Review buku Reza Aslan, "Zealot: The Life and Times of Jesus of Nazareth" (2013).
Selasa, 10 Desember 2019, di Universitas Paramadina. Memperingati hari Hak Asasi Manusia.
Peluncuran dan diskusi film pertama dari seri Indonesian Pluralities, di Goethe-Institut, Jakarta, 30 Nov 2019.
Peluncuran dan diskusi film pertama dari seri Indonesian Pluralities, di Pasar sepaHAM, Fisipol UGM, 23 Nov 2019.
Di kampung Ilawe, Alor, NTT, Muslim ikut membangun gereja, dan Kristen ikut membangun masjid. Hari besar keagamaan dirayakan bersama. Pernikahan beda agama biasa terjadi.
Wednesday Forum, 13 Nov 2019. Speaker: Joel Lohr, President of Hartford Seminary, USA
Wednesday Forum, 6 November 2019. Speaker: Dr Abdul Wahid, from FIB UGM.
As part of the World Religions class, CRCS students went to the Santo Antonius Catholic church in Kotabaru; the Hindu Pura Vaikuntha Vyomantara in Adisutjipto Air Force military base; and the Buddhist Vihara Karangdjati on Jl Monjali.
Buku terbaru Karen Armstrong, “The Lost Art of Scripture”, menyampaikan gagasan bahwa cara pembacaan literal dan atomistik baru lahir belakangan, sementara dulu di masa ketika ajaran agama belum dibekukan dalam teks tertulis, ayat-ayat lebih dibaca laksana puisi alih-alih undang-undang.
Dalam narasi Yuval Noah Harari, agama dibangun di atas mitos, yakni narasi yang tak memiliki rujukan pada objek material yang riil. Narasi Harari ihwal agama ini tampak memakai perspektif evolusionis, fungsionalis, dan materialis, sementara ia abai pada pendekatan fenomenologis.
Religious Studies often gives much emphasis on written sources while neglecting the significance of sound in the identity formation of certain religious communities. The case of the Matua community, discussed in one of this month's Wednesday Forums, challenges that tendency.
Review buku Nina Nurmila, "Women, Islam, and Everyday Life: Renegotiating Polygamy in Indonesia" (Routledge 2009).
Wednesday Forum, 23 October 2019. Speaker: Mohammad Zaki Arrobi, from FISIPOL UGM.
Premis dasar pascakolonialisme: produksi pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan produsennya. Catatan dari kelas 'Religion, Gender, and Postcolonialism' di CRCS semester ganjil 2019.
Wednesday Forum, 16 Oct 2019. Speaker: Prof. Karel Steenbrink from Utrecht University, the Netherlands.
Wednesday Forum, 9 Oct 2019. Speaker: Yulianti, PhD candidate for a Leiden-UGM joint program.
Wednesday Forum, 2 Oct 2019. Speaker: Dr Carola Lorea, from Asia Research Institute, NUS.
Dikotomi santri-abangan, juga istilah seperti ‘agama Jawa’ atau ‘Islam Jawa’, merupakan terusan dari konstruksi antropologis era kolonial. Penggunaan istilah ini mesti dibarengi dengan catatan kritis.
Teori animisme bermula dari konstruksi kesarjanaan di Barat abad 19, yang kemudian dibawa ke “Timur” seiring kolonialisme. Teori ini belakangan mendapat kritik karena sifatnya yang evolusionis-esensialis dan bias paradigma modern.
Wednesday Forum, 25 Sept 2019. Guest of honor: Dr Mehrdad Rakhshandeh from Iran's Embassy in Jakarta. Speakers: Dr Nasir Tamara and Dr Dicky Sofjan.
Liputan diskusi buku karya Dr Ahmad Suaedy, "Gus Dur, Islam Nusantara, dan Kewarganegaraan Bineka: Penyelesaian Konflik Aceh dan Papua 1999-2001" di Yogyakarta.
In the Anthropocene, humans are the most complicit in rapid environmental degradation. What can religious traditions offer to resolve this problem? Michael Northcott discussed this issue at the CRCS-ICRS Wednesday Forum.
Wednesday Forum, 18 Sept 2019. Speaker: Jeffrey Kenney, professor of religious studies at DePauw University, USA.
Agama yang dipahami sebagai konsep yang fixed, yang seakan-akan memiliki definisi yang stabil lagi universal, sebenarnya baru lahir belakangan, seturut era Pencerahan di Eropa, dan terbawa ke ‘Timur’ seiring era kolonialisme.
Pasca-Putusan MK 2017, regulasi pernikahan penghayat masih menyisakan masalah di tataran teknis administratif dan di tataran norma hukum, yang problemnya bisa ditarik hingga ke UU Perkawinan 1974.
Wednesday Forum, 11 September 2019. Speaker: Syamsul Asri, Ph.D. candidate at ICRS, Yogyakarta.
Wednesday Forum, 4 September 2019. Speaker: Samsul "Anchu" Maarif, faculty member at CRCS UGM.
Wednesday Forum, 28 August 2019. Speaker: Michael Northcott, professor of religion and ecology at ICRS Yogyakarta.
Pidato pembuka Robert Hefner di International Conference on Indigenous Religions pada 1 Juli 2019 di UGM.
Liputan acara diskusi dengan Dandhy Laksono, co-founder WatchdoC Documentary. Ekonomi biru: yang 'hijau' tidak perlu mahal dan menyengsarakan orang lain.
Segregasi di Ambon menjadi lahan subur bagi pewarisan narasi konflik kepada generasi yang tak mengalami langsung konflik 1999. Segregasi masih menjadi tantangan besar rekonsiliasi setelah dua dasawarsa berlalu.
Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia edisi II/Juli 2019. Unduh di sini.
"Membatasi Tanpa Melanggar: Hak Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan" (Juli 2019). Penulis: Zainal Abidin Bagir, Asfinawati, Suhadi, dan Renata Arianingtyas.
Liputan konferensi internasional tentang agama lokal di University Club UGM, 1 July 2019.
Ahmad Najib Burhani’s piece in The Jakarta Post (May 9) on the Ma’ruf Amin factor in Joko Widodo’s reelection success made two points worth reexamining.
Penolakan selektif komunitas Cina-Kristen Indonesia terhadap sebagian tradisi Cina terrembesi paradigma modern yang bias Kristen-Barat mengenai apa itu ‘agama’, ‘budaya lokal’ , dan bagaimana seharusnya hubungan antara keduanya.
Beasiswa S2 Kerja Sama Diktis Kemenag dan CRCS UGM. Waktu pendaftaran: 3 Mei - 4 Juli 2019.
Wed Forum, 15 May 2019. Speaker: James Edmonds, PhD candidate at ASU.
UBN membingkai kontestasi pilpres 2019 dalam narasi perang: Quick Count dianggapnya 'sihir' dan ajang pemilu sebagi perang antara haq dan batil, antara tentara Thalut dan pasukan Jalut.
Wed Forum, 8 May 2019. Speaker: Zainal Abidin Bagir, director of CRCS UGM.
Respons terhadap terorisme di Sri Lanka tidak bisa dituntut sama dengan respons terhadap terorisme di Selandia Baru. Namun demikian, sudah semestinya kita mendukung gerakan solidaritas lintas iman Sri Lanka.
Laporan Kehidupan Beragama Edisi I/April 2019. Diterbitkan atas kerja sama PUSAD Paramadina dan CRCS UGM.
Wed Forum, 27 March 2019. Speaker: Mowafg Masuwd, PhD candidate at ICRS, Yogyakarta.
Wednesday Forum, 20 March 2019. Speaker: Judith Schlehe, professor of Socio-Cultural Anthropology at the University of Freiburg, Germany
Wednesday Forum, 13 March 2019. Speaker: Alimatul Qibtiyah from UIN Sunan Kalijaga.
Wednesday Forum, 6 March 2019. Speaker: Shaun Malarney, Professor of Anthropology at International Christian University in Tokyo, Japan.
Wednesday Forum, 27 February 2019. Speaker: Nur Nanung Widiyanto.
Wednesday Forum, 20 Feb 2019. Speaker: Evi Lina Sutrisno.
Yang tidak bisa diraih semuanya, jangan tinggalkan semuanya.
Wednesday Forum, 13 Feb 2019. Speaker: Prof. Takeshi Kimura, from the University of Tsukuba, Japan.
Wednesday Forum, 6 February 2019. Speaker: Mohammad Zaim.
On legal protection for minorities, the blasphemy law, recognition of indigenous religions, dissolution of Hizbut Tahrir, and what the prospect would be.
Unduh gratis buku kumpulan catatan dari kuliah umum dan lokakarya bersama Imam Ashafa dan Pastor Wuye.